Ruangan penuh dengan kursi dan meja yang tertata rapi kini mulai di isi oleh riuhnya suara, ada meja panjang berjejer di bagian depan. Nampak seorang pria menggunakan pakaian khas kebesarannya, disana juga terdapat palu dan sekotak balok. Seorang gadis tengah duduk dengan wajah datarnya, setelah mengalami hal yang mengerikan beberapa waktu lalu membuat pikirannya masih terguncang. Matanya menoleh tatkala mendapati beberapa orang yang didorong masuk ke dalam ruangan itu, terlihat dari tangannya terdapat borgol yang menjerat. Mata mereka saling beradu dalam diam. "Kuatkan hatimu, nak." Sebuah suara menginterupsi gadis itu, ia hanya mengangguk pelan. Setelah memastikan bahwa terduga telah berada disana, semua orang nampak duduk dengan tegang tatkala hakim menyatakan putusannya. "Denga

