44

877 Words

Yuda mengerang kesakitan karena wajahnya lagi-lagi tercakar, bahkan kini sangat dalam. Pemuda itu menatap Ara dengan wajah emosinya, ia bangkit berdiri dengan tubuh lemahnya. Ia menangkup kedua tangannya, lalu mengucapkan mantera yang entah apa Ara tak tahu. Ara berdiri menyaksikan Yuda yang kini memejamkan mata, pikirannya was-was, namun tubuhnya seolah tenang-tenang saja. Ara yakin, sesuatu sedang merasuki tubuhnya saat ini. Bagaimana tidak, ia sempat mendapati sosok bayangan hitam mendekati dirinya dan masuk ke tubuhnya. Hingga tiba-tiba saja Ara merasa tubuhnya sangat ringan, tangannya seolah digerakkan oleh makhluk tak kasat mata untuk meninju Yuda berkali-kali. Tatapan mata Ara bergulir menatap Yuda, pemuda itu juga menyeringai menatap dirinya. Pikiran Ara berkecamuk, apa Yud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD