43

946 Words

Sebuah pondok dipinggiran hutan akhirnya tertangkap oleh mata, ketiga muda-mudi itu segera menambah laju langkahnya. Aris terlihat sangat bersemangat ketika tempat yang ia tuju mulai dekat, pasalnya kuntilanak merah itu sesekali menggodanya dengan meniup-niup tengkuk Aris. Aris merasa heran, kenapa dirinya saja yang diganggu makhluk jadi-jadian itu? sedangkan Andi dan Dinda sama sekali tak terganggu. Pondok itu terlihat kokoh walau hanya terbuat dari kayu, kediaman Jamal terlihat bersih dan asri. Sesampainya mereka disana, Andi segera mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Sementara Aris, pemuda itu menghela napas sangat lega karena kuntilanak merah itu berhenti cukup jauh dari tempat Aris berdiri sekarang. "Kuntilanaknya suka sama kamu, Ris." Seru Dinda sembari terkikik geli. Aris la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD