Gemerisik lonceng berbunyi dengan kencang, malam ini adalah final dari malam-malam sebelumnya. Para pemuja sekte iblis berkumpul ramai-ramai melingkari sebuah api yang membara, mereka yang di d******i zirah hitam mengucapkan mantra satanisme. Tanah lapang menjadi saksi bisu atas kekejaman mereka yang akan dilakukan beberapa saat lagi. Di sisi lain lapangan, ada sebuah patung besar yang menjadi inti dari upacara tersebut. Patung yang menjadi simbol kepercayaan mereka, patung pembawa nikmat dari umatnya. Setelah menyelesaikan ritual doa, mereka menuju patung tersebut lalu bersimpuh di sana, bayangan samar keluar dari mulut patung hingga sepercik cahaya membaur kemana-mana. Cahaya tersebut mulai merasuk dalam diri anggota sekte, napas mereka mulai tersengal-sengal, matanya meloto

