Disinilah mereka berada, membakar sisa-sisa pemujaan sesuai apa yang di amanatkan Buyut Aris dan Ara. Tadinya mereka ingin mencari rencana untuk pembebasan Kakeknya, namun Ara teringat sesuatu yang harus ia selesaikan. Yaitu membakar semua sisa-sisa pemujaan ini, agar tak disalahgunakan orang-orang. Berharap tidak ada yang mengikuti tingkah gila Vivian dan antek-anteknya. Ara menaburkan separuh serbuk pada gubuk dan peralatan lain yang ia dapatkan kala itu, menatap puas apa yang telah mereka lalui selama ini. Suasana semakin beranjak pagi, di jam seperti ini yang terasa sepi. Angin menusuk kulit dengan dalam, membangkitkan rasa merinding pada mereka. Ara, Aris, dan Dinda. Mereka menatap kobaran api yang mengepulkan asap. Tak lupa Ara melunasi janjinya, ia membakar patung iblis itu den

