Masih ditempat yang sama dengan suasana yang sama pula, Ara bersidekap dari kejauhan melihat kobaran api yang melahap sebagian alat pemujaan yang ada di luar gubuk. Bola matanya memantulkan cahaya api, sesekali melirik ke kanan dan ke kiri karena perasaannya mulai tidak enak. Menunggu. Ara menunggu Aris membawakan serbuk penghancur patung iblis untuk selama-lamanya, bodohnya dia karena sempat melupakan hal penting itu. Setelah pembebasan Putra serta penangkapan Vivian beserta antek-anteknya, Ara memilih tinggal ditempat ini untuk segera membakarnya. Hanya saja, ia meninggalkan serbuk yang pernah di berikan buyutnya padanya. Sementara ini ia hanya bisa membakar alat-alat pemujaan seadanya, sedangkan bagian inti yang termasuk dalam patung iblis akan ia bakar sesaat setelah menunggu Aris

