"Aku nggak tau apa yang ada di dalam pikiran Arham sampai dia mau menikah calon istri almarhum Irham." "Kamu bisa nggak sih jaga sikap di depan Arham. Lihat sekarang apa yang terjadi sama dia 'kan!" ujar Oma Inggit. Saat ini Sera sedang mengoceh di ruang tamu. Kebenciannya kepada Aliza sama sekali tidak akan pernah padam. Dia masih ingat bagaimana salah satu anaknya yang kembar meninggal dunia karena wanita itu. "Lihat! Kita keluar dari kamar, dia juga ikut keluar." Adhar menunjuk kearah Aliza yang berdiri di depan kamar Arham. "Aku yakin dia memang nggak punya hati. Bener yang kamu bilang, secara perlahan dia akan membuat Arham mati seperti yang dia lakukan kepada Irham." "Aku nggak akan biarin itu, Mas. Aliza sama sekali nggak diinginkan di rumah ini. Dia harus tau kalau keputusannya

