KYK 6

1873 Words
Adeeva pov Saat aku akan meletakan minuman untuk para tamu, tak sengaja mataku menatap salah satu lelaki yang ada di hadapanku, mata kita saling bertemu dan betapa terkejutnya aku saat menatap matanya. Karena terlalu kaget aku tak sengaja menjatuhkan penampan yang berisi minuman yang ada ditanganku. Aku pun langsung tersadar dari keterkejutanku saat pak Hardi memanggilku. “ Astagfirullahal’adzim, Ustadzah Deeva ngga papa.” Tanya pak Hardi “ Astagfirullah maaf pak saya tidak sengaja, akan saya bersihkan nanti saya permisi dulu akan saya buatkan minuman lagi.” Aku pun buru-buru keluar dari ruangan itu, karena banyak sekali pertanyaan dalam fikiranku mengapa dia ada disini lelaki yang selama ini aku hindari sekarang muncul lagi di depanku. “ Ya Allah mengapa Engkau pertemukan lagi aku dengan mas Ghafi, mengapa dia ada disini, apa maksud kedatangannya kesini.” Aku meremas tanganku yang begitu dingin karena ketakutan.  Sedangkan di dalam ruangan kepala sekolah. Pak Hardi meminta maaf atas kejadian tadi. “ Maafkan atas kejadianyang kurang nyaman tadi, mungkin ustadzah Adeeva tidak sengaja.” Ujar pak Hardi Ghafi dan Fahri pun saling menatap. Mereka tahu apa yang sebenarnya membuat Adeeva menjatuhkanminuman tadi, pasti karena keterkejutannya melihat Ghafi yang ada disini. “ Tidak apa apa pak mungkin ustadzah tadi sedang tidak enak badan.” Ujar Fahri Ghafi Pov Aku pun sebenarnya terkejut mengetahui yang membawa minuman tadi. Seorang wanita yang selama ini aku cari ada didepan mataku. Adeeva pun sangat terkejut saat mata kami tiba-tiba bertemu dan tanpa sengaja dia menjatuhkan penampannya karena terlalu terkejut. Tak kusangak celanaku terkena percikan air teh yang jatuh tadi. Aku pun akan membersihkannya ke toilet. “ Pak saya permisi ke toilet dulu untuk membersihkan ini, toiletnya dimana ya?” tanyaku “ Oh iya silahkan, toiletnya ada di sebelah mushola pak Ghafi lewat belakang kantor ini saja nanti melewati dapur dan musholanya tak jauh dari dapur.” Kata pak Hardi Setelah dari toilet aku melewati dapur dan melihat ada wanita berjilbab di dapur. Seingat aku itu jilbab yang tadi Adeeva pakai. Aku pun langsung mendekatinya. “ Aku tahu kamu terkejut karena melihatku.” ujarku pada Adeeva tiba-tiba dan aku melihat keterkejutannya dari tubuhnya yang terlihat menegang. “ Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku akan menunggumu nanti pulang sekolah.” Lanjutku mengajaknya, dia yang mendengar kata-kataku langsung berbalik. “ Tidak ada yang perlu dibicarakan antara kita mas, dan aku ngga bisa.” Jawab Adeeva dengan sangat ketus dan langsung berbalik lagi memunggungiku Aku yang kesal karena penolakan darinya aku langsung menarik dan memegang lengannya dengan kuat. “ Kamu tahu aku paling tidak suka atas segala penolakan. Aku akan menunggumu jangan sampai aku berbuat kasar padamu.” “ Lepaskan tanganku tuan Ghafi.” Pinta Adeeva sambil meringis kesakitan karena Ghafi menekan lengannya dengan kuat  Aku langsung melepaskan tangan Adeeva karena aku mendengar ada suara seseorang yang berjalan mendekati kami. Dan aku langsung berjalan kembali ke ruangan kepala sekolah sambil menatap Adeeva lagi. “ Ingat Adeeva, jangan lupa nanti.” *** Adeeva langsung terduduk lemas dia tak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya. Bagai disambar petir kehadiran Ghafi memporak porandakan hatinya. Perasaan sakit yang begitu mendalam karena perilaku Ghafi barusan yang masih sama seperti dulu terus menyakitinya. Tiba-tiba pertahanannya runtuh air matanya mengalir, kehadiran Ghafi benar-benar membuka luka lama yang selama ini dia berusaha tutupi. Ternyata tadi suara yang berjalan adalah Cayra. Ketika hamper sampai di dapur Cayra mendengar suara tangisan dia langsung buru-buru mendekati dapur. Dan betapa terkejutnya Cayra mengetahui ternyata suara tangisan itu milik Adeeva. “ Deev ada apa kenapa kamu nangis. Hay lihat aku kenapa deev.” Cayra langsung memeluk Adeeva dan tangisan Adeeva makin keras. “ Dia disini Cay, mas Ghafi ada disini.”  Jawab Adeeva masih dalam keadaan menangis. Cayra langsung melonggarkan pelukannya dari Adeeva karena terkejut dengan ucapan Adeeva “ kamu bilang dia ada disini, maksud kamu di sekolah ini untuk apa deev. Tunggu jangan bilang perusahaan yang akan membangun perpustakaan kita itu perusahaannya.” Keterkejutan Cayra hanya di balas anggukan oleh Adeeva. “ Apa sih sebenarya yang dia inginkan, apa belum puas dia menyakiti kamu dulu. Sampai harus datang kembali.” Geram Cayra Saat sedang mengomel sendiri tiba-tiba Ustadzah Hani datang. Cayra yag tadinya masih mau mengomel akhirnya hanya diam, tak meneruskan omelannya dan Addeva pun langsung menghapus air matanya karena Adeeva tak ingin membuat orang lain curiga. Ustadzah Hani menyuruh Adeeva untuk membawa lagi minumannya ke ruangan kepala sekolah, tapi Cayra langsung menawarkan diri membawa minumannya dia tak mungkin tega membiarkan Adeeva menyajikannya dalam keadaan kacau seperti sekarang Cayra pov Didepan ruangan kepala sekolah aku mengetuk pintu yang masih dalam keadaan terbuka setelah kepala sekolah mempersilahkan aku untuk masuk, dua lelaki itu langsung menatapku dan terpancar raut wajah kecewa. Mungkin mereka mengharapkan Adeeva yang datang lagi tapi tak akan aku biarkan lelaki itu menyakiti sahabatnya lagi. “ Permisi pak ini minumnya silahkan di minum.” Ucapku dengan senyum yang terpaksa kutampilkan sambil meletakan minuman diatas meja. “ Oh ya terima kasih ustadzah, masyaallah cantik sekali ciptaan Allah ini.” Ucap salah satu lelaki yang ada di hadapanku, tapi dia bukan suami Adeeva yang aku tahu dari social media suami Adeeva yang sebelah lelaki genit ini. Aku hanya tersenyum, saat aku akan berdiri tiba-tiba laki-laki yang ada dihadapanku ikut berdiri. “ Perkenalkan ustadzah nama saya Fahri kalau boleh tahu nama ustadzah siapa ya.” Tanya lelaki genit itu sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Sebenarnya dalam hatiku muak melihat dua lelaki ini, tapi ada kepala sekolah jadi aku harus bersikap baik di depan mereka. Akau langsung menangkupkan kedua tanganku di d**a. “ Maaf, nama saya ustadzah Cayra, kalau begitu saya permisi dulu.” Pamitku tapi saat aku berjalan aku melihat bawah dan aku injak kaki lelaki genit itu. “ Awww kakiku sakit ya Allah .” Jerit lelaki bernama Fahri itu “ Oh maaf tuan Fahri saya tidak sengaja, sekali lagi saya minta maaf.” Kataku sambil melanjutkan jalanku tapi saat aku menengok kea rah lelaki itu an dia pun menatapku aku langsung tersenyum sinis. Dia yang menatapku heran karena senyumanku mungkin dia tahu kalau aku sengaja menginjak kakinya. Tanpa berbasa basi aku langsung mencari keberadaan Adeeva. *** Ketika waktu sudah menunjukan waktu pulang sekolah Adeeva masih berdiam di dalam kantor. Ia takut kalau benar ucapan Ghafi bahwa hafi akan menunggunya sepulang sekolah. Jadi Adeeva berfikir akan menunggu di sekolah lebih lama. Karena Adeeva tahu Ghafi bukan orang yang suka menunggu jadi Adeeva berfikir pasti Ghafi akan bosan dan pergi. Cayra juga menemani Adeeva di sekolah, karena Cayra khawatir sesuatu yang tidak baik terjadi pada Cayra. Setelah ruang kantor hanya ada mereka berdua, akhirnya mereka berani membahas masalah Ghafi. “ Deev aku kok curiga ya sama maksud Ghafi yang mendonasikan dana perusahaannya ke sekolah kita. Aku kira pasti mereka ada maksud lain deh.” Cayra yang curiga akan kemunculan Ghafi yang tiba-tiba. “ Aku juga berfikiran sama seperti kamu Cay, tapi apa maksud mas Ghafi melakukan ini semua.” Jawab Adeeva yang “ Deev coba kamu fikir deh, kenapa harus jauh jauh ke kota Semarang Cuma untuk mendonasikan dana ke sekolah di Jakarta kan banyak. Pasti dia memang sengaja melakukan ini karena dia pasti sudah tahu keberadaan kamu. Dia sengaja melakukan ini karena kamu deev.” Jelas Cayra “ Untuk apa dia mencariku Cay, aku cape kalau harus di sakiti terus Cay.” Kata Adeeva yang merasa frustasi. “ Sabar Deev, tapi kenapa kamu ngga temui saja dia Deev dan selesaikan masalah pernikahanmu dengannya, jadi kamu bisa bebas darinya.” Ujar Cayra “ Kamu memang benar Cay aku harus menyelesaikan masalahku dengannya aku ingin semuanya selesai, tapi bukan secepat ini aku harus benar-benar menata hatiku saat bertemu dengannya Cay.” Jawab Adeeva “ Deev ini sudah pukul tiga, pasti Ghafi dan temannya sudah pulang, ngga mungkin mereka betah nunggu lama sampai sekarang orang seperti mereka ngga akan betah buat nunggu, sekolah juga sudah mau ditutup.” Ajak Cayra dan hanya dibalas anggukan oleh Adeeva. *** Ghafi dan Fahri ternyata masih bertahan untuk menunggu Adeeva. Ghafi yakin bahwa Adeeva sengaja belum keluar dari sekolah karena dirinya. Mungkin Adeeva fikir Ghafi akan mudah menyerah untuk menunggunya. Tapi Ghafi akan buktikan pada Adeeva dia tak akan mudah menyerah. Tak selang beberapa lama Fahri menepuk pundak Ghafi dan berkata.“ Ghaf itu bukannya Adeeva.” Ghafi pun langsung menengok kearah yang ditunjukan Fahri. Lalu dia langsung keluar dari mobil dan menghampiri Adeeva. Adeeva yang sedang berjalan dengan Cayra terkejut tiba-tiba tangannya ada yang memegang. “ Astagfirullah” “ Jangan kamu fikir kamu bisa kabur lagi dari aku Adeeva.” Kata Ghafi yang wajahnya mendekat ke telinga Adeeva. Dan Adeeva mencoba melepaskan genggaman tangannya dari Ghafi tapi percuma tenaga Ghafi lebih besar dari Adeeva “ Lepaskan tangan anda dari teman saya tuan Ghafi yang terhormat.” Balas Cayra dengan penuh amarah dan membantu Adeeva melepaskan tangannya dari Ghafi “ Diam anda saya sedang berbicara dengan Adeeva saya tidak ada urusan dengan anda.” Balas Ghafi dengan keras “ Jelas ada urusannya dengan saya karena anda menganggu sahabat saya.” Jawab Cayra dengan keras dan dengan nada yang menantang. Ghafi yang tidak bisa menahan emosi geram dengan jawaban Cayra dan hampir menampar Cayra kalau Fahri tidak cepat datang dan menahan tangan Ghafi. Adeeva dan Cayra yang melihat tangan Ghafi hamper menampar Cayra mereka hanya memejamkan mata. “ Ghaf kamu gila ya, ini tempat umum jaga dong emosi kamu.” Kata Fahri yang kemudian menghempaskan tangan Ghafi. “ Belum puas kamu nyakitin aku, kamu mau nyakitin juga temen aku mas kamu memang ngga pernah bisa berubah.” Kata Adeeva yang begitu kesal dengan tingkah Ghafi Ghafi pun langsung menjawab “ Aku sudah bilang padamu aku menunggumu, apa kamu sengaja di dalam sekolah ini karena menghindariku. Sekarang ikut aku.” Ghafi kembali menarik tangan Adeeva Adeeva pun langsung menghempaskan tanganya dari Ghafi “ aku sudah bilang ke kamu mas aku ngga mau.” Fahri pun melerai pertengkaran mereka karena ia tahu ini semua tidak akan selesai kalau tidak ada yang mengalah dan sama-sama tersulut emosi. “ Udah dong Ghaf, Deev ngga enak diliat banyak orang. Sekarang gini deh Deev kamu ikut sama kita aku janji Ghafi ngga akan bisa macam-macam.” “ Maaf mas Fahri untuk saat ini Adeeva ngga bisa bicara, Adeeva butuh waktu.” Jawab Adeeva. Ghafi yang geram dengan jawaban Adeeva mau menjawab tapi di tahan oleh Fahri, akhirnya fahri bicara lagi “ Please deev cuma sebentar kok, aku janji ngga akan lama dan kamu juga bisa ajak teman kamu biar teman kamu juga ngga khawatir sama kamu. Ini tetang keadaan mama Farah.” Adeeva yang mendengar nama mertuanya disebut langsung berfikir. Dia pun sangat merindukan mama mertuanya itu. Adeeva pun ingin tahu kabar mamanya jadi Adeeva terpaksa mengiyakan permintaan Ghafi. “ Ok Adeeva ikut kalian tapi Adeeva ngga mau lama-lama.” Fahri pun langsung mengangguk setuju. Sedangkan Ghafi langsung masuk ke dalam mobil setelah mendengar jawaban Adeeva. Dan Cayra pun ikut bersama sahabatnya ia tak mungkin meninggalkan Adeeva bertemu dengan  para lelaki ini sendiri. Dalam perjalanan hanya keheningan taka ada yang berani membuka suara, karena suasananya pun masih menegangkan. Sesekali mata Adeeva dan Ghafi bertemu tapi Adeeva langsung menundukan pandangannya. Walaupun tidak berdosa memandang suaminya sendiri tapi hatinya berdebar begitu kencang. Ghafi pun langsung memandang kea rah lain. Sedangkan Fahri dan Cayra yang melihat tingkah para sahabatnya itu hanya tersenyum sendiri. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD