Chapter 24 - RUMAH SAKIT

1230 Words

“Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhan.” Sujiwo Tejo ••••• "Kita bawa ke rumah sakit," perintah Pak Dharmadji sambil menggendong Diana. "Aku ingin iku mama papa," lirihnya. Diana masih bisa berkata setelah begitu banyak darah keluar dari tubuhnya. Ada sebuah pisau buah tergeletak di samping Diana. Sudah bisa dipastikan bahwa dia berusaha bunuh diri. "Bibi ikut ke rumah sakit." Pak Dharmadji memberi perintah kepada bibi. Dengan kecepatan tinggi, mobil yang membawa mereka membelah jalanan kota Jakarta. Macet, tentu saja, tapi sopir andalan keluarga Dharmadji ini tau jalan tercepat untuk sampai di rumah sakit. Terbukti, hanya tiga puluh menit mereka sudah sampai di Rumah sakit. Padahal bila keadaan normal bisa memakan waktu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD