CEMBURU LAGI

1604 Words

"A-apa yang kamu lakukan di sini?" Rei terkaget kaget. Enji belum pernah datang ke apartemennya. Ia juga tidak pernah mengundangnya ke sini. Aku bahkan tidak tahu kalau Enji tahu alamat tempat tinggalku. "Kamu reject teleponku. Bahkan tidak membalasnya lagi setelah itu. Aku... Khawatir Rei. Tidak biasanya kamu seperti itu," Enji tersenyum. "Jadi.. Maafkan aku datang tiba tiba ke sini." "Aku bertanya pada mbak Gita alamat apartemenmu," Enji menjelaskan. Rei menggigit bibirnya karena bingung bersikap. Aku tidak mungkin membiarkan dia masuk ke apartemenku. "Mmm.. Aku mengantuk terus menerus, jadi mungkin tanpa sadar me reject teleponmu. Banyak sekali pesan dan telepon masuk, secara reflek aku mengabaikannya. Maaf," Rei mengatupkan bibirnya. Enji mengangguk, "Tidak masalah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD