Di depan Universitas Amsterdam..
"Sekarang duduk." Kata Rama yang menyuruh Afgan untuk duduk.
"Duduk, untuk apa ?" Tanya Afgan heran.
"Sudah duduk saja."
"Oke.."
"Sekarang dengarkan baik-baik ya Afgan Syah Reza, kamu lihat gerbang itu, itu adalah akses untuk keluar dan masuk ke kampus ini kan ?" Tanya Ayu yang dipotong perkataannya oleh Afgan.
"Iya lalu ?" Tanya Afgan yang memotong perkataan dari Ayu.
"Dengarkan dulu Afgan Syah Reza, saya belum selesai ngomong." Jawab Ayu yang mengeluh perkataannya di potong oleh Afgan.
"Oke, Oke, sekarang silahkan lanjutkan."
"Kamu duduk disini dan kamu juga harus menunggu orang yang terakhir masuk ke kampus, habis itu kamu nyanyikan sebuah lagu untuk orang tersebut, bagaimana paham Afgan Syah Reza ?"
"Oke saya paham sekarang."
"Oke baik kalau begitu kami tinggal ya."
"Oke.."
Tak beberapa lama kemudian..
Masih di depan Universitas Amsterdam..
"Wow.., cantik..!!" Kata Afgan yang melihat Titah.
"Ayo bernyanyilah Afgan Syah Reza, ayo bernyanyilah." Kata Rama penuh harap agar Afgan menyanyi di depan Titah.
"Tunggu dulu itu kan.." Kata Reza yang terpotong perkataannya oleh Tasya.
"Kenapa za ?" Tanya Tasya yang memotong perkataan dari Reza.
"It was Miss Titah Kesumawardani a new lecturer at the University of Amsterdam, he taught in the Department of Accountancy and Control, which means he taught in our class, take a deep time." Jawab Reza yang dipotong perkataannya oleh Tasya.
"What ... !!" Sorak Rama, Ayu, Reihan, dan Tasya mendengar jawaban dari Reza.
"Oh yes there is additional information again, Miss Titah Kesumawardani is the youngest lecturer and she is from our beloved country, Indonesia."
"What ... !!" Sorak Rama, Ayu, Reihan, dan Tasya lagi saat mendengar perkataan dari Reza.
"Mati kita, kita harus menghentikan Afgan untuk bernyanyi."
"Setuju ... !!" Sorak Tasya.
"Ya sudah yuk."
"Yuk.."
"Eh tunggu dulu, Afgan pingsan." Kata Reza saat melihat jatuh ketika Titah melewati Afgan.
"Huh.., syukurlah." Kata Ayu yang menghela nafasnya.
"Kalau begitu kita bawa Afgan ke ruang UKS ketika Miss Titah Kesumawardani sudah masuk ke ruang rektor."
"Eh tunggu, Afgan terbangun." Kata Reza yang melihat Afgan bangkit.
"What ... !!" Sorak Rama, Ayu, Reihan, dan Tasya lagi yang mendengar perkataan dari Reza.
"Haduh.." Keluh Rama.
"Gawat.."
"Mati.."
"I'm asking for Afgan Syah Reza don't, don't sing." Kata Ayu yang meminta agar Afgan tidak bernyanyi.
"We are late.", Kata Rama yang gagal menghentikan Afgan untuk bernyanyi.
....
Afgan - Panah Asmara (Reff).
Sudah katakan cinta
Sudah kubilang sayang
Namun kau hanya
Diam tersenyum kepadaku
....
Masih di depan Universitas Amsterdam..
"Emm.." Kata Titah yang menghentikan langkahnya dan berbalik lalu berjalan ke arah Afgan.
"Haaaa." Kata Rama, Ayu, Reihan, Reza dan Tasya yang tidak berkedip saat Afgan menyanyikan sebuah lagu untuk Titah.
"Em Sorry, sorry, I seem to hear you sing a song when I pass or is it just my feelings who hear you sing ?" Tanya Titah yang berhenti di hadapan Afgan.
"Haduh gawat ini."
"Mati.."
"Sekarang jawab pertanyaan saya, apakah anda bernyanyi atau hanya perasaan ku saja ?" Tanya Titah lagi.
"Oh my god, I'm asking for help." Keluh Ayu.
"Kenapa anda menutupi mulut anda, jawab atau.., hem baiklah aku saja yang pergi." Kata Titah yang ingin meninggalkan Afgan.
....
Afgan - Panah Asmara (Reff)
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
....
Masih di depan Universitas Amsterdam..
"Ya, ya, ya.., saya sudah tau jawabannya, ternyata kamu yang bernyanyi, baik sekarang saya katakan padamu, It's enough and stop singing." Kata Titah yang menghentikan langkahnya dan berbalik lalu berjalan ke arah Afgan yang menghentikan Afgan untuk bernyanyi.
....
Afgan - Panah Asmara (Reff)
Sudah katakan cinta
Sudah kubilang sayang
Namun kau hanya
Diam tersenyum kepadaku
Kau buat aku bimbang
Kau buat aku gelisah
Ingin rasanya kau jadi milikku
....
Masih di depan Universitas Amsterdam..
"I said finished the song." Kata Titah yang masih meminta Afgan untuk berhenti menyanyi dan kemudian Titah meninggalkan Afgan yang sudah selesai bernyanyi.
"Akhirnya."
"Finished."
Di ruang Rektor Universitas Amsterdam..
"Excuse me Mr. Hans." Kata Titah yang meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan pak Hans.
"Yes, Oh Miss Titah Kesumawardani, please enter." Pak Hans memberikan izin pada Titah untuk masuk ke dalam ruangannya.
"What's Miss Titah Kesumawardani, can I help you ?"
"Oh yes of course there is Mr. Hans, I want to deliver my complaint, which is about a student named Afgan Syah Reza, Mr. Hans."
"What is Afgan Syah Reza, Miss Titah Kesumawardani ?"
"Yes it's true, it's true and his complaint is he sang a song entitled Asmara's arrow before me or when I was there, in front of Amsterdam University and when I passed him, Afgan Syah Reza sang the song, can I ask you to rebuke him, sir Hans ?"
"Rebuke him, Okay Miss Titah Kesumawardani, I will immediately rebuke him."
"Okay, then I excuse me, I want to teach."
"Okay Miss Titah Kesumawardani."
Di ruang Rektor Universitas Amsterdam..
"Haduh saya kira hanya mahasiswa atau mahasiswi saja yang bisa membuat masalah, mayor juga bisa membuat masalah, haduh, berat, berat, saya harus panggil pak Tito keruangan saya untuk memberitahu pak mayor Afgan Syah Reza alias Afgan untuk menghadap saya di ruangan saya, maafkan saya, pak mayor Afgan Syah Reza." Keluh pak Hans.
Tiga Puluh Menit Kemudian..
Masih di ruang Rektor Universitas Amsterdam..
"Excuse me Mr. Hans." Kata pak Tito yang meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan pak Hans.
"Yes, please enter Mr. Tito."Pak Hans memberikan izin pada pak Tito untuk masuk ke dalam ruangannya.
"Sorry, what is Mr. Hans called me the room, Mr. Hans, can I help you Mr. Hans ?"
"Oh yeah right Mr. Tito, I call you my room, because I want to ask for help you Mr. Tito, can you help me, Mr. Tito ?"
"Yes, of course, you can host Hans, I am happy to be able to help you, what can I help you for you, Mr. Hans ?"
"I ask you for you to bring or call Mr. Afgan Syah Reza to my room right now."
"Okay I will bring Mr. Afgan Syah Reza to your room immediately, excuse me Mr. Hans." Kata pak Tito meninggalkan ruangan pak Hans.
Di ruang 305..
"Sttsss diam pak Tito." Kata Reihan yang memberitahu temannya kalau pak Tito akan segera memasuki kelas.
"Oke.." Sorak Rama, Ari, Eka, Ayu, Tasya, dan Reza.
"All morning children." Kata pak Tito yang memberikan salam pada semua mahasiswa di kelas.
"Morning too Mr. Tito." Kata semua mahasiswa yang menjawab salam dari pak Tito di kelas.
"Mr. Afgan Syah Reza." Pak Tito memanggil Afgan.
"Yes sir.." Jawab Afgan.
"You follow me now." Kata pak Tito yang meminta Afgan untuk ikut dengannya.
"Okay Mr. Tito." Kata Afgan yang mengikuti pak Tito.