Bab 04

1249 Words
Di ruang Rektor Universitas Amsterdam.. "Haduh kemana lagi pak Tito ini, lama sekarang memanggil bapak mayor Afgan Syah Reza nya." Keluh pak Hans yang menunggu pak Tito memanggil Afgan. Di depan ruang Rektor Universitas Amsterdam.. "Wait a minute Mr. Afgan Syah Reza." Kata pak Tito yang meminta Afgan untuk menunggu. "Okay Mr. Tito." Kata Afgan yang menuruti perintah dari pak Tito. "Excuse me Mr. Hans." Kata pak Tito yang meminta izin pada pak Hans masuk kedalam ruangannya. Di ruang Rektor Universitas Amsterdam lagi.. "Don't be Mr. Tito and Mr. Major Afgan Syah Reza, please enter." Kata pak Hans yang memberikan izin pada pak Tito untuk masuk kedalam ruangannya. Di depan ruang Rektor Universitas Amsterdam lagi.. "Okay Mr. Hans, and you, Mr. Afgan Syah Reza Wait for a while here, okay." Kata pak Tito yang masih meminta Afgan untuk menunggu di depan ruangan pak Hans. "Okay Mr. Tito." Kata Afgan yang masih menuruti perintah dari pak Tito. Di ruang Rektor Universitas Amsterdam lagi.. "Excuse me Mr. Hans." "Yes Mr. Tito, why are you alone, where is Mr. Major Afgan Syah Reza, have my blessing, I mean where Mr. Afgan Syah Reza, why not come into the room with you, Mr. Tito ?" "He is in front of Mr. Hans, wait a minute so I call for you." "Okay please, I'm waiting." "Okay Mr. Hans." Di depan ruangan Rektor Universitas Amsterdam lagi.. "Mr. Afgan Syah Reza, let's come with me into the room Mr. Hans and Mr. Hans have been waiting for you, Mr. Afgan Syah Reza." "Okay Mr. Tito." Di ruang Rektor Universitas Amsterdam lagi.. "Sorry, Mr. Hans, this is Mr. Afgan Syah Reza, I excuse me to teach." "Okay thank you Mr. Tito." "You are welcome Mr. Hans." "What's Up Mr. Hans called me, did I make a mistake or can I help you, Mr. Hans ?" "Help me to answer questions from me Mr. Major Afgan Syah Reza, can you ?" "Okay, of course Mr. Hans." "Do you lose ?" "Yes I lost." "And you get a punishment from your winning friend, right so Mr. Major Afgan Syah Reza ?" "Yes I get a punishment from my winning friend, Mr. Hans." "Okay, you may tell me what you get from your friend who won the Mr. Major Afgan Syah Reza ?" "Of course Mr. Hans, I will tell you, so it's like this story Mr. Hans." Flashback On Belanda - Amsterdam Universitas Amsterdam Di kantin kampus lagi.. "Nah karena Afgan, atau si paman kita sudah datang, saya ingin menantang kamu untuk adu panco dengan saya, yang kalah mendapatkan hukuman, betul semua ?" Tanya Rama yang menantang Afgan adu panco. "Ya betul, yang kalah harus di hukum." "Oke, Oke, baiklah, saya terima tantangan darimu Rama Adhi Saputra." Jawab Afgan juga yang menerima tantangan adu panco dari Rama. "Okay Adhi ready ?" "Yes of course i'm ready." "Okay Afgan ready ?" "Yes, i'm ready." "Okay in a count to three, three, two, one, start." "Ayo Adhi.." Sorak Ayu dan Tasya memberi semangat Rama. "Ayo Afgan, semangat.." Sorak Reza dan Reihan memberi semangat Afgan. Tak beberapa lama kemudian.. Masih di kantin kampus.. "Yah kalah.." Keluh Reza dan Reihan, karena Afgan kalah adu panco dengan Rama. "Yes Adhi menang." Sorak Ayu yang senang Rama menang adu panco dengan Afgan. "Oke sesuai perjanjian tadi, yang kalah mendapatkan hukuman, siap paman Afgan ?" "Yes of course the uncle is ready for my nephew Rama Adhi Saputra." "Haaaa what did you say ?" "No, I just said okay I was ready and what the sentence was." "Oh.." "Okay come with us to get penalties from us, uncle." "Okay I come with you." Di depan Universitas Amsterdam.. "Sekarang duduk." Kata Rama yang menyuruh Afgan untuk duduk. "Duduk, untuk apa ?" "Sudah duduk saja." "Oke.." "Sekarang dengarkan baik-baik ya Afgan Syah Reza, kamu lihat gerbang itu, itu adalah akses untuk keluar dan masuk ke kampus ini kan ?" Tanya Ayu yang dipotong perkataannya oleh Afgan. "Iya lalu ?" Tanya Afgan yang memotong perkataan dari Ayu. "Dengarkan dulu Afgan Syah Reza, saya belum selesai ngomong." Jawab Ayu yang mengeluh perkataannya di potong oleh Afgan. "Oke, Oke, sekarang silahkan lanjutkan." "Kamu duduk disini dan kamu juga harus menunggu orang yang terakhir masuk ke kampus, habis itu kamu nyanyikan sebuah lagu untuk orang tersebut, bagaimana paham Afgan Syah Reza ?" "Oke saya paham sekarang." "Oke baik kalau begitu kami tinggal ya." "Oke.." Tak beberapa lama kemudian.. Masih di depan Universitas Amsterdam.. "Wow.., cantik..!!" Kata Afgan yang melihat Titah. "Ayo bernyanyilah Afgan Syah Reza, ayo bernyanyilah." Kata Rama penuh harap agar Afgan menyanyi di depan Titah. Flashback Of Masih di ruang Rektor Universitas Amsterdam.. "Then the beautiful lady asked me to stop singing, but I still sang, so it's like this story." Kata Afgan menceritakannya pada pak Hans. Flashback On Belanda - Amsterdam Universitas Amsterdam Masih di depan Universitas Amsterdam.. "Ya, ya, ya.., saya sudah tau jawabannya, ternyata kamu yang bernyanyi, baik sekarang saya katakan padamu, It's enough and stop singing." Kata Titah yang menghentikan langkahnya dan berbalik lalu berjalan ke arah Afgan yang menghentikan Afgan untuk bernyanyi. "I said finished the song." Kata Titah yang masih meminta Afgan untuk berhenti menyanyi dan kemudian Titah meninggalkan Afgan yang sudah selesai bernyanyi. Flashback Of Masih di ruang Rektor Universitas Amsterdam.. "Okay, well, may I know what song do you sing for him, Mr. Afgan Syah Reza ?" "Oh yes of course you can Mr. Hans." "Okay if so what's the title of the song ?" "The title of the song is.." Jawab Afgan lagi yang terpotong karena Titah masuk kedalam ruangan pak Hans. "Excuse me Mr. Hans." Kata Titah yang memotong jawaban dari Afgan, karena Titah masuk kedalam ruangan pak Hans. "Yes, please enter." Kata pak Hans yang mengijinkan Titah untuk masuk kedalam ruangannya. Titah masuk kedalam ruang Rektor atau ke ruangan pak Hans, lalu Afgan menyanyikan sebuah lagu dengan judul yang sama yaitu "Panah Asmara". Masih di ruang Rektor Universitas Amsterdam.. .... Afgan - Panah Asmara (Reff) Sudah katakan cinta Sudah kubilang sayang Namun kau hanya Diam tersenyum kepadaku Kau buat aku bimbang Kau buat aku gelisah Ingin rasanya kau jadi milikku .... "What are you, hem ..., excuse me, Mr. Hans." Kata Titah yang mengeluh saat melihat Afgan dan saat Afgan bernyanyi didepan Titah. "Have a Mr. Major Afgan Syah Reza." Keluh pak Hans. "Look at that Mr. Hans, he teases me with a romance arrow song." Keluh Titah lagi. "Okay, Miss Titah Kesumawardani, I'm taking care of it, Mr. Afgan Syah Reza." "Yes what is Mr. Hans ?" "Miss Titah Kesumawardani is the youngest lecturer here and there is something you need to know Mr. Major Afgan Syah Reza." "What about Mr. Hans ?" Tanya Afgan yang berbisik pada pak Hans. "All you have to know is a cousin of Miss Titah Kesumawardani is a general and also his cousin is your boss in the office, in Indonesia I mean." Jawab pak Hans yang berbisik pada Afgan. "Oh yes, beautiful, young, and make me ..." Kata Afgan yang memandang Titah. "Than you are old, big in class, and really embarrassing, hem ..., excuse me Mr. Hans, I want to get out of your room." Kata Titah yang memandang Afgan dan pergi dari ruangan pak Hans. "Yes please miss Titah Kesumawardani." "Really beautiful he ya Mr. Hans, teasing." "Has returned to your class Mr. Major Afgan Syah Reza." "Okay Mr. Hans, excuse me, Mr. Hans." Kata Afgan lagi yang meninggalkan pak Hans di ruangannya. "Okay Mr. Major Afgan Syah Reza."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD