4. IKD

1934 Words
Setelah kejadian yang menyakitkan itu Gista tak tahu kemana dia akan melangkah. Sampai Gista terlihat begitu frustasi dan dia mengambil langkah untuk memasuki tempat yang sudah sangat dilarang oleh agama maupun orang tuanya yaitu club. Bagi Gista ini pertama kalinya dia memasuki tempat ini. Kejadian yang dia lihat barusan adalah salah satu hal yang menyakitkan baginya untuk pertama kalinya. Karena selama ini semua lingkungan Gista baik keluarga maupun sahabatnya tak pernah melukai hatinya. Dia selalu mendapatkan kebahagian dari mereka, namun sekarang dia merasakan sakit hati yang begitu dalam. Gista mengingat pertama kalinya sang papah mengajak Akbar tnggal dirumah. Flashback on Sembilan tahun yang lalu Gista selalu malas jika sudah waktunya dia pulang sekolah, karena dia pasti akan selalu merasa kesepian. Orang tuanya terlalu sibuk dengan pekerjaan, dan dirumah hanya ada dirinya dan para asisten rumah tangga. Namun tak menyangka bahwa hari ini saat dia pulang orang tuanya sudah ada dirumah dan ada seorang anak lelaki yang disamping orang tuanya. “ Assallamualaikum, mamah papah.” Salam Gista yang berlari masuk ke dalam rumah dirinya melihat mobil orang tuanya sudah terparkir di halaman. “ Wa’alaikumsalam.” Balas mamah dan papah Gista. Namun langkah Gista langsung terhenti saat dirinya melihat seorang anak lelaki yang berada disamping orang tuanya. “ Ma siapa dia.” Tanya Gista dan papah Gista langsung mendekati Gista kemudian berjongkok dihadapan putrinya itu. “ Gista pernah bilangkan ke mamah sama papah kalau Gista pingin punya saudara karena Gista selalu kesepian dirumah sendiri saat papah dan mamah sibuk kerja, dan hari ini kita bawakan kakak untuk Gista.”Gista hanya mematung sambil menatap anak laki-laki yang juga menatapnya. “ Akbar sini nak kenalan sama adik kamu.” Anak laki-laki yang bernama Akbar pun mendekat. “ Akbar kenalin ini Gista adik kamu, seperti yang tadi papah ceritain ke kamu.” “ AKBAR.” Dia mengulurkan tangan ke Gista walau dengan wajah datarnya. “ GISTA.” Balas Gista sambil menguas senyum bahagia, dan tanpa semua duga Gista langsung memeluk Akbar membuat Akbar terkejut. “ Alhamdulillah Gista seneng banget akhirnya Gista punya kakak.” Akbar terkejut mendapat pelukan dari adik barunya ini, dan karena dia belum terbiasa dia tak membalas pelukan tersebut. “ Hmmm” itulah balasan dari Akbar. “ Papah seneng banget liat Akbar sama Gista langsung deket seperti ini.” Ucap papah Gista. Setelah mendapatkan kakak laki-laki hari-hari Gista lebih ceria dari biasanya. Sedikit demi sedikit Gista tahu kalau Akbar itu lebih banyak diam dan akan bicara seperlunya, namun semua itu tak membuat Gista jengah. Dia yang lebih aktif untuk mengajak Akbar mengobrol ataupun bercerita. Apapun yang hal Akbar lakukan selalu diikuti oleh Gista, apalagi mereka selalu bersekolah ditempat yang sama. Hari-hari yang Gista jalani sampai dia menginjak kelas 1 SMA dan Akbar kelas 3 SMA. Gista pun mengikuti dimana Akbar bersekolah. Perasaansayang yang Gista miliki dari seorang adik pada kakaknya lama-lama tumbuh menjadi perasaan yang berbeda yaitu rasa sayang antar perempuan dan laki-laki. Dan Akbar menyadari bahwa sikap Gista sebagai adik terlalu berlebihan, dibuktikan dengan banyaknya teman wanita Akbar yang tak berani mendekatinya karena Gista dan teman-temannya selalu menjauhkan mereka dari Akbar. Akhirnya setelah Akbar lulus SMA Gista mengakuinya pada Akbar akan perasaannya. Setelah hari kelulusan malamnya Gista mengajak Akbar untuk makan malam dalam rangka merayakan hasil kelulusannya yang sangat memuaskan karena mendapat peringkat pertama. Dan malam itu juga Gista sudah menyiapkan tempat yang istimewa untuk makan malam, karena malam ini dia akan mengungkapkan perasaannya pada Akbar. “ Gis kok sepi banget sih, tutup kali nih kafe.” Tanya Akbar yang tahu bahwa tempat itu sudah Gista sewa makannya taka da pengunjung satu pun. “ Ihhhh kak Akbar Gista tuh sengaja booking kafe buat makan malam kita berdua.” Jawabnya. “ Ya Allah Gis mubazir banget sih kamu, buang-buang uang Cuma buat makan malam, emagnya kenapa sih kalau ada pengunjung lainnya.” Tanya Akbar yang beum paham dengan niatan Gista. “ Ya ngga papa kak, Gista cuma ngga mau aja diganggu, tenang aja Gista pakai uang tabungan Gista kok.” Balasnya, Dan Akbar pun pasrah dia langsung duduk ke tempat dimana sudah disediakan. “ Kamu pilih tempatnya kenapa beginian sih Gis.” Ungkap Akbar sambil melihat-lihat sekitar yang penuh dengan nuansa romantics, Gista tau kakaknya ini tidak terlalu suka dengan hal romantis. “ Ihhh kakak banyak tanya banget deh,” Jawab Gista namun dia kembali melototkan matanya saat melihat Akbar sudah mau memakan makanan yang di meja. “ Kak Akbar makannya nanti dulu dong jangan sekarang.” “ Nungguin apalagi sih kakak udah laper banget tau.” Jawabnya dengan cuek dan kembali makan. “ Kan Gista mau ngomong sesuatu yang penting.” Jawabnya lemas. “ Tinggal ngomong aja apa susahnya sih Gis, kamu ngomong kakak makan.” Balasnya “ Ok deh ok Gista langsung ngomong aja,. Kak pertama-tama Gista mau ngucapin selamat buat kak Akbar yang lulus dengan nilai terbaik, Gista bangga banget sama kakak. Terus yang kedua ini yang paling penting yang mau Gista omongin ke kakak, Gista mau bilang kalau Gista sayang sama kak Akbar.” Akbar langsung menghentikan makannya dan menatap Gista, tak lama kemudian dia langsung tertawa. “ Kok kak Akbar malah ketawa sih. “ Ya abisnya kamu lucu masa Cuma mau bilang sayang booking tempat beginian, ngga kamu perlu beginian kakak juga udah tahu Gis kalau kamu tuh sayang sama kakak.” Balas Akbar. “ Maksud Gista tuh bukan sayang antara kakak dan adik tapi lebih dari itu kak, Gista sayang sama kak Akbar sebagai laki-laki.” Akbar langsung menghamburkan minuman yang baru saja dia minum kearah Gista. “ Ihhh kak Akbar jorok deh.” “ Sorry…. sorry ngga sengaja malam-malam jangan bicara aneh gitu dong Gis bikin merinding tahu ngga.” Jawabnya. “ Gista ngga bercanda kak, Gista serius bilang ini ke kakak Gista awalnya ragu tapi lama-kelamaan perasaan ini tuh ngga terkontrol setiap ngliat kakak deket atau jalan sama cewek lain. Gista akui kalau Gista salah tapi Gista beneran serius kak, Gista sayang sama kak Akbar.” Ungkapnya membuat Akbar bungkam, namun dia pun harus menjawab ungkapan adik angkatnya ini. “ Kakak bener-bener terkejut kamu bilang begini sama kakak Gis, kakak ngga nyangka kamu memiliki perasaan seperti ini pada kakak. Berkat keluarga kamu kakak pun bisa sampai seperti ini, kalian benar-benar baik dan berjasa sama kakak. Tapi maaf saat ini perasaan kakak ke kamu hanya sebatas kakak dan adik Gis ngga lebih.” Jawaban Akbar membuat mata Gista mulai berkaca-kaca. Dan Akbar angsung menghapus air mata yang sudah keluar. “ Kakak ngga suka ngliat kamu nangis.Tapi kita ngga tau apa yang akan terjadi esok kan. Dan kakak janji sama kamu ngga akan ada wanita lain yang akan mengisi hati ini selain kamu.” Jawaban Akbar membuat senyum Gista kembali merekah. “ Kakak beneran.” Tanya Gista yang masih sesegukan. “ Iya janji, untuk sementara kita jalani seperti hari-hari biasa aja, kalau memang Allah menakdirkan Anindya Gista Saputri menjadi wanita Muhammad Akbar Alfarizi pasti akan terjadi ngga aka nada yang bisa menentang takdir Allah itu.” Ucapan Akbar lagi-lagi membuat Gista tersipu dan langsung memeluk Akbar. “ Udah ah jangan nangis nanti dikira kakak menganiyaya kamu lagi.” “ Gista janji Gista ngga nangis lagi, Gista akan pegang janji kakak kalau kelak hanya akan ada Gista seorang disini.” Balasya sambil telapak tangannya diletakkan didada Akbar. Setelah hari-hari itu taka da waktu yang Gista sia-siakan untuk berjauhan dari Akbar selalu saja mengikutinya. Bahkan minatnya yang awalnya akan bersekolah dihukum berbelok menjadi kedokteran karena juga laki-laki ini. Flashback off. “ AAAAAHHHHHHH.” Teriak Gista membuat perhatian para pengunjung di club mengarah padanya. “ GISTA.” Panggil seorang lelaki yang mengenali sosok Gista dan lelaki tersebut adalah Farhan teman seangkatan Gista waktu kuliah dulu, tapi mereka tak sama jurusan karena Farhan mengambil jurusan Manajemen. Tapi saat dikampus memang Gista adalah mahasiswa terkenal. Dia salah satu mahasisiwi yang sangat sulit untuk didekati para lelaki termasuk Farhan, dia salah satu laki-laki yang mencintai Gista, kerap kali Farhan mengungkapkan perasaannya pada Gista namun selalu ditolak bahkan yang terakhir kali sangat memalukan karena Gista menolak Farhan lewat bagian informasi. Gista mengumumkan secara lantang bahwa dia sampai kapanpun akan menolak cintanya Farhan. Hal itu benar-benar membuat Farhan kesal dan marah pada Gista karena sudah dipermalukan di kampus. “ FARHAN.” Jawab Gista yang menyipitkan matanya agar tak salah menebak. “ Wow…. Seorang Gista masuk ketempat seperti ini. Benar-benar hal gila yang pernah aku lihat.” Sindir Farhan. “ Berisik kamu.” Balas Gista dengan sinis. “ Sorry…. sorry Gis, mau aku temenin.” Tawar Farhan namun tak dipedulikan oleh Gista dia kembali menegak alcohol. Farhan yang masih duduk disampingnya pun memikirkan sebuah rencana untuk membalas sakit hatinya dulu yang masih sangat membekas sampai kapanpun. Saat keadaan Gista sudah benar-benar mabuk, akhirnya dia pun menyudahinya dan akan pulang. Gista hampir saja jatuh kalau saja taka da Farhan yang menolong memeganginya. “ Hati-hati Gis.” “ Awas kamu , aku mau pulang kamu jangan gangguin aku.” Jawabnya dengan lemah karena dalam keadaan mabuk. “ Gis aku anterin aja ya, kamu tuh mabuk aku ngga tega ngliat kamu mabuk begini pulang sendiri. Nanti kalau ada apa-apa kan bahaya.” Ajaknya “ Ngga perlu sok baik deh kamu han.” Balas Gista sambil mendorong tubuh Farhan namun tak kuat lagi malah dia yang hampir terjatuh. “ Udah deh Gis ayo aku anterin.” Farhan langsung menarik tangan Gista, Gista yang sudah dalam keadaan mabuk pun tak kuasa lagi melawan. *** Rencana busuk Farhan pada Gista pun akan dia lakukan malam ini. Dia membawa Gista ke sebuah hotel dan disana dia menjebak Gista dengan menfoto Gista yang sedang tidur dengan laki-laki lain. Dalam perjalanan menuju hotel tadi Farhan menelfon seseorang dia menyewa seorang laki-laki untuk tidur bersama Gista, Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Gista karena seennaknya menyakiti hatinnya dulu. Gista yang sudah tak sadarkan diri pun tak tahu bahwa dirinya dijebak seperti ini. Seorang wanita yang Farhan sewa melepaskan pakaian Gista. Sedangkan laki-laki itu pun membuka baju, baru setelah itu Farhan menfoto berbagai pose seperti sedang melakukan hubungan ranjang, padahal tak seperti itu. Kemudian Farhan akan mengirimkan foto-foto ini pada calon suami Gista yaitu Akbar. Rasa sakit pada Gista pun sedikit terbalaskan. Farhan tak peduli setelah ini apa yang akan terjadi pada Gista dia hanya merasa puas telah berhasil mengerjai Gista. Setelah itu Farhan pun meninggalkan Gista seorang diri didalam hotel. *** Dilain tempat semua orang dikediaman orang tua Gista sedang cemas dan khawatir, karena sampai malam putrinya belum pulang dan tak ada kabar. Akbar pun yang tadinya harus sift malam langsung pulang setelah mendapat kabar bahwa Gista belum pulang. Akbar terlihat khawatir, dia dan orang tua Gista menelfon para sahabat Gista. Namun nihil tak ada yang tahu keberadaan Gista. “ Padahal tadi dia bilang mau kerumah sakit ngambil sesuatu yang ketinggalan bar.” Ucap sang mama yang masih terus menangis. “ Tapi Akbar ngga tahu kalau Gista kerumah sakit ma, ini semua salah Akbar yang lupa kalau hari ini ada fitting baju, pasti dia seperti ini karena marah sama Akbar ma.” Sesal Akbar. “ Akbar kembali lagi aja kerumah sakit ya mah, pah, siapa tahu aja ada petunjuk dimana keberadaan Gista. Akbar langsung melajukan mobilnya untuk kembali kerumah sakit, dalam perjalanan dia merutuki dirinya sendiri karena perbuatannya itu. Sampai di rumah sakit tempat yang pertama kali dia datangi adalah bagian cctv, karena siapa tahu saja ada petunjuk akan keberadaan Gista. Fina pun ikut menemani Akbar karena dia pun merasa bersalah karena tadi membiarkan Gista sendiri. “ Maafin Fina ya dok, Fina ngga sama Gista tadi, padahal Gista keadaannya bener-bener lagi kacau, tapi aku pun ngga tau ada apa sama Gista dia Cuma terus-terusan nangis dan ngga mau cerita ke saya.” Sesal Fina. “ Ngga papa Fin, tapi apa ya penyebab dia seperti itu.” Tanya Akbar pada dirinya sendiri. Namun betapa terkejutnya Akbar saat melihat Gista keluar dari ruangan Kinan setelah dirinya keluar dalam keadaan menangis. “ Jangan-jangan Gista ada didalam sana saat aku dan Kinan sedang mengobrol, pasti Gista salah paham.” Batin Akbar dalam hati. Tubuh Akbar langsung melemas dan hampir saja terjatuh. Dia langsung menjambak rambutnya sendiri dan berkali-kali mengusap wajahnya. Fina pun yang melihat itu langsung paham dengan keadaan Gista yang tadi terus-terusan menangis, jadi karena dia melihat Akbar dengan Kinan, rasanya saat ini Fina ingin memarahi Akbar, namun dia urungkan karena melihat kondisii Akbar yang juga terlihat frustasi dan menyesal. Karena dia penyebab hilangnya Gista malam ini. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD