Tidak seperti pertarungan sebelumnya yang terjadi di atas langit, kini mereka akan bertarung di tempat manusia dan dekat dengan alam. Tidak terbayangkan apa yang akan terjadi pada tempat ini akibat pertarungan kekuatan dari dimensi lain itu.
“Apa kalian yakin akan bertarung di tempat ini?” Jeremy mencoba menghentikan mereka karena khawatir akan anomali yang akan terjadi pada alam sekitar.
“Aku tahu apa yang kau khawatirkan anak muda. Kau tidak perlu takut akan akibat yang terjadi.” Mura tersenyum kepada Jeremy.
“Apakah kalian benar - benar tidak berbuat apa - apa?” Mura melihat ke arah kedua Medallion lain yang belum bertindak sejak tadi.
“Aku mengerti apa yang kau maksud Mura.” Dua orang menggunakan jubah berwarna putih dan coklat tersebut mengangkat tangannya.
Tempat itupun tiba - tiba berubah dan dipenuhi oleh asap putih. Suasana tersebut sama seperti saat Jeremy berada di depan Gerbang Mistis yang dijaga oleh Hur.
“Perasaan ini! Apa yang kalian lakukan terhadap tempat ini?” Jeremy terkejut saat merasakan suasananya berubah drastis. Di dalam hatinya Jeremy semakin kagum dengan kemampuan yang dimiliki oleh para Medallion sekalipun dia belum mengerti apa yang terjadi.
“Oh kau pasti pernah berhadapan dengan Gerbang Mistis bukan. Dan kebetulan Gerbang tersebut adalah tanggung jawab dari Hur. Pantas saja dia memilih dirimu untuk menjadi penjaga disini. Yang dilakukan oleh kedua orang itu adalah sinkronisasi ruang dan waktu sementara. Bisa dibilang kita sekarang sedang berada di dimensi ke empat.”
“Dimensi keempat? Aku tidak mengerti apa yang kau maksud.” Jeremy semakin penasaran dengan hal yang baru didengarnya.
“Dimensi keempat adalah tempat dimana kekuatan yang dapat mengubah dunia tercipta. Banyak orang ingin mencapai dimensi ini untuk banyak tujuan. Kekuatan yang kami miliki dan tongkat yang kau pegang itu tercipta di dunia ini.” Mura menjelaskan sambil menatap kepada pertarungan antara Ben dan kedua Dokoon.
“Apakah kekuatan orang - orang jahat itu juga tercipta disini?”
“Kau benar - benar anak muda yang cermat. Dugaanmu tidak sepenuh benar, tapi juga tidak bisa disalahkan. Intinya kekuatan yang dimiliki oleh para Dokoon itu tidak seperti kami. Mereka berasal dari dimensi buangan yang berada diantara dimensi keempat dan dunia nyata. Hal itu membuat kekuatan mereka terkesan sangat berbahaya karena untuk menggunakannya dibutuhkan pengorbanan kehidupan dari penggunanya.” Mura memegang dagunya.
“Apakah ada orang yang rela mengorbankan dirinya untuk hanya menggunakan kekuatan seperti itu?”
“Hahaha, kau masih terlalu naif anak muda. Asal kau tahu kalau di dunia ini sangat banyak manusia serakah yang menginginkan kekuatan yang kita miliki saat ini untuk mencapai keinginannya.”
Jeremy yang hanya tinggal lahir di tempat terpisah dari dunia luar terkejut mendengar penjelasan dari Mura akan betapa jahatnya dunia ini.
“Anak muda, terlalu banyak yang belum kau lihat di dunia yang luas ini. Kami sudah melewati banyak pertarungan dan pertaruhan yang tidak terbayangkan sampai saat ini. Mungkin tidak akan percaya bahkan kalau aku menjelaskannya saat ini. Benar dan salah itu relatif, begitu juga dengan baik dan jahat. Dalam keadaan apapun kau hanya bisa mempercayai apa yang ada di dalam hatimu.”
“Kini kau sudah semakin mirip dengan pak tua itu,” jawab Jeremy.
“Hahaha, benarkah? Tapi kami yang ada disini tidak akan sebanding dengan pahlawan sepertinya. Oya sepertinya pertarungan yang sebenarnya akan dimulai.”
Dari tadi pertarungan hanya sebatas saling mengintimidasi lawan dengan mengeluarkan pancaran kekuatan masing - masing. Berbeda dengan kedua Dokoon tersebut yang sudah mulai terengah - engah setelah mengeluarkan beberapa kekuatannya, Ben masih tersenyum tipis menatap musuhnya dengan kecewa.
“Padahal aku berharap kalian benar - benar membuktikan kesombongan tadi. Tapi kalian seperti hanya boneka murah buat para Dokoon kelas atas itu. Jadi apakah aku harus mengakhiri perjalanan hidup kalian sampai disini saja?” Ben mengangkat tangannya sampai pinggang dengan mengacungkan telunjuk kepada musuhnya.
“Apakah dengan kekuatan kecil itu kau dapat mengalahkan kami?” Ox mencoba menguatkan kaki untuk berdiri.
“Ox, walau aku tidak menyukainya, sebaiknya kita bekerjasama untuk mengalahkannya.” Ortan menarik tangan temannya.
“Menjijikkan sekali. Tapi sepertinya kita sudah kehabisan waktu karena sudah membuat orang itu menunggu.”
“Nah, ini yang aku inginkan. Kalian hanya membuang - buang waktu kalau menggunakan mainan anak - anak seperti tadi. Sekarang akan menjadi semakin menarik.”
Ox dan Ortan mendekatkan bola kristalnya masing - masing sehingga perlahan menjadi satu dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.
“Ternyata kekuatan ini lebih besar daripada yang duga.” Ortan semakin percaya diri dengan kekuatan yang mereka miliki sekarang.
“Kau benar Ortan, kini aku yakin kita dapat menghabisi semua Medallion sombong itu.” Ox mengangkat kristal dengan ukuran dua kali lipat tersebut.
“Tunggulah ajalmu disitu Medallion tidak tahu diri. Jangankan dirimu, bahkan kalian semua maju pun kami tidak akan takut saat ini.”
Ox dan Ortan pun menyalurkan kehendaknya pada bola kristal tersebut. Suatu senjata tombak bermata tiga pun muncul di udara dengan ukuran yang sangat besar. Senjata tersebut adalah perwujudan dari kekuatan kedua bola kristal yang bersatu itu. Ox dan Ortan berhasil memberikan perintah yang biasanya sangat sulit dilakukan oleh Dokoon pemula. Mungkin keinginan untuk mengalahkan musuh membuat perasaan mereka kebetulan berada pada tingkat yang sama.
“Kekuatan apa ini? Seakan - akan membuat udara disini menjadi semakin padat. Walau aku menyaksikannya masih tetap sulit untuk dipercaya. Apakah kalian yakin dapat menghadapi mereka?”
“Kau benar anak muda. Untuk seorang pemula sepertinya mereka cukup kuat dapat mencapai titik ini. Padahal seharusnya teknik seperti ini hanya bisa dilakukan oleh para Dokoon tingkat tinggi. Atau aku lebih setuju kalau mereka sedang beruntung saja. Memerlukan pengalaman yang banyak dengan orang yang sama untuk menyamakan kehendak pada kekuatan besar seperti itu.” Tatapan mata Mura semakin serius sementara tangannya sudah dalam keadaan bersiap untuk menyerang apabila terjadi sesuatu diluar dugaan.
“Mura, bawa anak - anak ini sedikit menjauh dari sini. Aku akan berusaha memperkecil jangkauan dari kekuatan mereka.” Ben mempersiapkan busurnya dengan sebuah anak panah yang ujungnya memiliki api.
“Anak - anak ayo ikuti aku menjauh dari sini. Kekuatan kalian belum cukup untuk menerima serangan besar seperti ini. Sepertinya temanku akan sedikit kewalahan kali ini.”
“Apakah kau bermaksud mengatakan kalau kami telah menjadi beban bagi kalian disini?” Jeremy menolak untuk pergi karena ingin melihat pertarungan hebat ini dari dekat.
“Ya kau benar anak muda. Kalian akan menjadi beban dan membuat temanku kesulitan karena harus melindungi kalian juga.” Perkataan Mura mengejutkan Jeremy yang merasa kalau dirinya cukup kuat berada disitu.
“Ayolah anak muda, aku tahu kau ingin berada disini. Tapi bayangkan apa yang terjadi pada kedua temanmu apabila kalian tetap ada disini.” Mura memegang pundak Jeremy untuk meyakinkannya.
Sementara itu Ben masih menunggu Mura membawa mereka sambil menahan kekuatannya sebelum menghadapi para Dokoon tersebut.