5. Penjelasan Joycelline

1988 Words
Robert sengaja untuk pulang terlambat hari ini. Meskipun David sudah mengatakan untuk dirinya segera berbicara dengan baik-baik pada Joycelline, tapi mengingat adik yang di sayanginya itu juga terlibat dalam persembunyian Jeslyn, membuat Robert tidak mudah memaafkannya begitu saja. Itu sebabnya Robert sengaja untuk pulang terlambat hari ini, demi bisa menghindari Joycelline. Setelah cukup puas menghabiskan malam di kelab malam miliknya, Robert baru memutuskan untuk pulang saat tengah malam. David yang terus menemani Robert bahkan tak mengeluarkan sepatah kata pun atau mungkin David juga tengah marah padanya. Karena sejak David kembali dari menjemput Joycelline, orang kepercayaan Robert itu kembali bersikap formal seperti biasanya. Robert terkejut mendapati Joycelline yang masih asyik menonton tv di ruang keluarga. Robert yang sedang dalam mood yang tidak bagus, memilih untuk melewati Joycelline begitu saja. ‘’Kakak!’’ panggil Joycelline tapi panggilan Joycelline tak berhasil menghentikan langkah kaki Robert. ‘’Kita harus bicara,’’ ucap Joycelline yang kini sudah berdiri di belakang Robert. ‘’Aku lelah, besok saja,’’ jawab Robert dengan dingin. Robert bahkan enggan hanya untuk membalikkan tubuhnya untuk menatap Joycelline. ‘’David sudah mengatakan semuanya. Dengarkan penjelasanku dulu, aku tidak mau Kakak terus bersikap seperti ini padaku,’’ ucap Joycelline dengan memberanikan diri mencekal tangan Robert yang akan melangkah pergi. ‘’Aku bilang besok, Joycelline!’’ ucap Robert dengan tegas. Joycelline yang keras kepala tetap pada pendiriannya untuk berbicara dengan Robert, dia ingin meluruskan kesalah pahaman itu saat ini juga. Joycelline bahkan dengan berani masih tetap mencekal tangan Robert, meskipun dirinya tau jika Robert tengah menahan emosi padanya saat ini. Dengan emosi Robert menyentak cekalan tangan Joycelline lalu memilih pergi menuju kamarnya, mengabaikan Joycelline yang akan segera menangis karena penolakan Robert padanya. ‘’Robert butuh waktu, jangan memaksanya,’’ ucap David yang menatap Joycelline dengan iba. ‘’Bagaimana jika Kak Robert marah padaku dan membenciku. Hubungan kakak sudah buruk pada Mommy dan Daddy, aku takut kakak juga akan memutus hubungan denganku,’’ ucap Joycelline dengan matanya yang berkaca-kaca. Hanya menungu tetesan air mata itu membasahi pipinya. Joycelline berusaha dengan keras untuk menahan air matanya karena masih ada David di sana. ‘’Robert hanya kecewa, aku harap kamu juga bisa memahaminya. Kamu jelas tau bagaimana kondisi Robert setelah kehilangan Nyonya Jeslyn, maka seharusnya kamu bisa memperkiraan bagaimana kecewanya Robert saat ini padamu,’’ jelas David sembari menepuk bahu Joycelline pelan. Memberikan pengertian pada Joycelline jika saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk memaksa Robert. ‘’Padahal aku tidak bermaksud untuk menutupi ini semua dari Kak Robert. Aku juga terpaksa melakukanya. Aku tidak sengaja dan ini juga bukan kehendakku untuk memutuskanya.’’ Joycelline mununduk untuk menutupi air matanya yang kini mulai mengalir. Dirinya tidak mau jika David melihatnya tengah menangis, itu menjatuhkan harga dirinya. ‘’Kamu bisa jelaskan hal itu padanya besok. Aku tidak memiliki hak untuk ikut campur urusan kalian,’’ ucap David yang membuat air mata Joycelline semakin deras mengalir. ‘’Bagimana jika Kak Robert tidak mau mengerti?’’ jawab Joycelline dengan susah payah menaha isakannya. ‘’Kamu jelas paham bagaimana karakter kakakmu, maka jelaskan semuanya saat hatinya kembali dingin. Sekarang bukanlah waktu yang tepat. Memaksanya pun tak ada gunanya, dia tidak akan mendengarkanmu,’’ ucap David lalu melangkah pergi meninggalkan Joycelline menuju kamarnya. Karena sejak kepergian Jeslyn, kini David menempati salah satu kamar di bangunan utama. -o0o- Keesokan harinya Joycelline tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil hati kakaknya. Karena hari ini akhir pekan, maka waktunya Robert untuk libur sehingga lebih banyak menghabiskan waktu di mansion. Joycelline sengaja membangunkan Robert, meskipun mendapatkan reaksi Robert yang acuh padanya tapi Joycelline tidak ingin mudah menyerah begitu saja. Setelah membangunkan Robert, Joycelline membantu Merry untuk menyiapkan sarapan. Beruntungnya Robert masih mau sarapan bersama di meja makan. Robert mengabaikan Joycelline yang terus mencuri pandang ke arahnya. ‘’Ikut aku!’’ ucap Robert setelah sarapan. Joycelline yang merasa senang lalu mengangguk antusias dan mengikuti langkah Robert di belakangnya untuk menuju ruang kerja Robert. Joycelline memposisikan duduknya di sofa yang berhadapan dengan Robert. ‘’Jelaskan,’’ ucap Robert dengan dingin. ‘’Aku mau minta maaf terlebih dahulu pada Kakak karena sudah menyembunyikan hal ini,’’ Joycelline menelan ludah susah payah karena di serang rasa gugup yang melanda secara tiba-tiba. ‘’Jangan bertele-tele dan membuang waktuku dengan percuma!’’ sentak Robert dengan tajam. Nyali Joycelline mendadak menciut melihat Robert yang menatap dirinya dengan menyeramkan. ‘’Hari itu, Abigail bertemu dengan Kak Jeslyn secara tidak sengaja di Fontana Pretoria. Abigail bilang jika dia sempat berbincang sebentar dengan Kak Jeslyn. Lalu dia yakin jika Kak Jeslyn bukan sedang liburan di sana, melainkan karena menetap di sana. Abigail tau apa yang terjadi dengan rumah tanggamu, sehingga dia bilang jika informasi itu mungkin sedikit membantu. Daddy lalu bertindak cepat dengan mengerahkan anggota untuk mencari lokasi Kak Jeslyn. Bahkan Daddy memantau sendiri cctv di area sekitar Fontana Pretoria selama satu minggu. Semangat Daddy membara karena Abigail mengatakan jika Kak Jeslyn memiliki putra berusia 3 tahun.’’ ‘’3 tahun?’’ tanya Robert dengan kening berkerut. ‘’Ya, kami belum lama mengetahui jika Kak Jeslyn bersembunyi di Sisilia. Kami tau berkat informasi yang Abigail sampaikan,’’ jawab Joycelline. ‘’Lanjutkan.’’ Mendengar nada bicara Robert yang mulai merendah membuat Joycelline semakin bersemangat untuk bercerita. ‘’Singkat cerita, Daddy akhirnya tau di mana lokasi Kak Jeslyn dan Damien berasa. Dia tinggal di Palermo, bahkan hanya berjarak sekitar 30 menit dari mansion kita. Aku tidak tau apa yang membuat Kak Jeslyn begitu berani memilih untuk bersembunyi di Sisilia. Ternyata benar kata orang, tempat terbaik untuk bersembunyi adalah semakin dekat dengan musuh kita,’’ jelas Joycelline sembari tersenyum. ‘’Kalian menemuinya?’’ tanya Robert penasaran. ‘’Ya, kami semua menemuinya. Bahkan aku juga ikut ke sana. Itu pertama kalianya aku bertemu dengan keponakanku, Damien. Dia terlihat begitu mirip denganmu ketika masih kecil,’’ celetuk Joycelline lalu tersenyum lucu. ‘’Tetapi pertemuan itu tidak berjalan dengan lancar karena Kak Jeslyn tidak menerima kami saat itu, dia mengusir kami,’’ tambah Joycelline. ‘’Jangan membuatku semakin penasaran, Joycelline!’’ Robert mulai kembali kesal ketika melihat Joycelline yang terdengar berbelit-belit saat bercerita. ‘’Daddy meminta maaf pada Kak Jeslyn, Mommy juga memohon untuk di berikan pengampunan. Karena bukan hanya Kakak, kami juga bersalah pada Kak Jeslyn. Terlebih Daddy, dia sampai berlutut di hadapan Kak Jeslyn, karena Daddy menyadari dosanya selama ini. Terlebih setelah Daddy memperlakukan Kak Jeslyn dengan buruk setelah kejadian yang menimpa Kak Agatha. Akhirnya, Kak Jeslyn mau menerima kami meskipun dengan terpaksa. Di sana Mommy memohon untuk bisa bertemu dengan cucunya, hingga Kak Jeslyn akhirnya memberikan izinnya.’’ d**a Robert terasa diremas dengan kuat ketika mengetahui jika sosok Jeslyn adalah wanita yang sebaik itu, dia masih mau menerima keluarganya yang jelas-jelas pernah memperlakukannya dengan buruk. Penyesalan Robert semakin terasa besar ketika menyadari betapa bodohnya dirinya dulu karena menyia-nyiakan wanita sebaik Jeslyn. ‘’Kamu bertemu dengan pria bernama Dojima?’’ tanya Robert dengan serius. ‘’Ya, Kak Jeslyn tinggal bersamanya,’’ jawan Joycelline. Melihat ekspresi Robert yang berubah, membuat Joyceline menyadari jika dia telah salah bicara. ‘’Jangan berpikiran buruk, Kak Dojima tinggal bersama untuk menjaga Kak Jeslyn dan Damien. Bersembunyi di wilayah musuh juga butuh penjagaan ekstra, Kak,’’ tambah Joycelline yang mendapati tatapan Robert yang tajam ke arahnya. ‘’Bagaimana mereka bisa memiliki tempat di sana?’’ tanya Robert kembali serius. ‘’Kakak lupa jika keluarga Yukihira merupakan keluarga Yakuza? Mereka juga mengenal Cosa Nostra, sehingga Kak Dojima juga memiliki wilyah teritori di sana meskipun masih sangat kecil,’’ jelas Joycelline. Melihat Robert yang melemaskan bahunya membuat Joycelline sedikit merasa lega. ‘’Kak Jeslyn adalah orang yang baik, karena setelah apa yang Kak Robert lakukan padanya dia masih mau menerima keluarga kita. Membiarkan kami semua boleh untuk menemui Damien dan bermain bersamanya. Aku bisa melihat jika Daddy dan Mommy begitu bersyukur dengan kehadiran Damien, mereka sangat menyayangi cucu pertamanya.’’ ‘’Mengapa tidak ada yang mengatakan apa pun padaku. Terlebih kamu Joycelline! Kamu yang lebih tau bagaimana keadaan Kakak setelah Jeslyn menghilang!’’ Tanpa sadar Robert baru saja membentak Joycelline dengan keras secara tiba-tiba. ‘’Kak Jeslyn melarang kami. Jika kami memberi tahukan pada Kak Robert, maka dia akan kembali menghilang. Lalu kami tidak bisa lagi bertemu dengan Damien,’’ jawab Joycelline dengan terbata. ‘’Tidakkah kalian terlalu egois? Apakah kamu pikir hanya kalian yang ingin bertemu dengan Damien. Aku bahkan hampir gila karena tidak tau selama ini anakku berjenis kelamin apa dan bagaimana rupanya!’’ teriak Robert frustrasi. ‘’Apa Kakak pikir kami setega itu? Kami jelas akan melanggarnya, kami juga memikirkan perasaan Kak Robert. Daddy berusaha untuk menemui Kak Robert untuk memberi tahukan informasi ini, tapi apa yang Kakak lakukan? Kakak membatasi semua yang berhubungan dengan Mommy dan Daddy. Mereka datang kemari untuk bertemu dengan Kak Robert, tetapi Kakak mengusir Daddy tanpa mau melihatnya. Daddy mencoba menghubungi Kak Robert, tetapi kakak menutup segala akses penghubung dengan Daddy dan Mommy. Hingga Daddy sampai pada batas kesabarannya, Daddy membuatku berjanji untuk tidak mengatakan apa pun padamu. Karena kamu juga akan tau saat waktunya nanti.’’ Joycelline sampai meneteskan air matanya setelah menjelaskan itu semua. Robert hanya terdiam sembari menatap Joycelline dengan sendu. ‘’Kakak yang egois. Aku tau jika Daddy telah bersalah di masa lalu, tapi haruskah Kakak memperlakukan Daddy sampai seperti itu? Aku juga merasa marah kala itu ketika Kak Robert mengusir Daddy bahkan tanpa mau menemuinya, makanya aku melakukan apa yang Daddy katakan untuk tidak mengatakan perihal Kak Jeslyn dan Damien pada Kakak.’’ ‘’Kami semua memikirkan Kakak, kami sayang Kak Robert. Tetapi kemarahan Kakak sudah menutup seluruh pintu untuk Mommy dan Daddy. Aku tau jika Daddy sangat bersalah pada Kak Robert dan Kak Jeslyn, tetapi apa salah Mommy? Wanita yang mengandung dan melahirkan Kakak dengan bertaruh nyawa, mengapa harus menerima amarah Kakak yang begitu besarnya.’’ Joycelline tak bisa lagi menahan laju air matanya. Dia bahkan berusaha untuk menahan isakannya yang membuat nafasnya tersengal. Robert lalu berdiri dari posisi duduknya dan memeluk tubuh Joycelline yang terisak hebat. ‘’Maafkan Kakak,’’ ucap Robert sembari mencium puncak kepala Joycelline dengan sayang. ‘’Daddy menyesal atas semua yang telah terjadi, aku mohon maafkan Daddy,’’ ucap Joycelline di tengah isakannya, tapi Robert hanya tetap terdiam sembari memeluk tubuh Joyceline. Setelah beberapa saat, Joycelline mulai bisa mengendalikan dirinya. ‘’Setelah pertemuan pertama itu, kami lebih sering datang berkunjung untuk menemui Damien. Sehingga Damien bisa lebih mengenal dekat Nonno dan Nonnanya. Meskipun Kak Jelsyn tidak pernah membolehkan kita membawa Damien keluar dari mansionnya, tapi hanya dengan bisa bermain bersama Damien sudah membuat kita lebih dari cukup. Damien anak yang cerdas sama sepertimu, Kak.’’ ‘’Aku tau, karena aku sudah bertemu dengannya,’’ jawab Robert sembari mengusap rambut Joycelline dengan lembut. ‘’Ketika Kak Jelsyn memutuskan untuk kembali ke New York, Daddy dan Mommy meras kecewa karena mereka tidak lagi bisa bermain bersama Damien seperti biasanya. Aku yakin jika Tuan Arthur tak akan dengan mudah mengizinkan Daddy dan Mommy untuk menemui Damien meskipun mereka datang.’’ ‘’Aku juga tidak tau kapan aku bisa bertemu lagi dengan Damien. Aku bisa berharap, namun tidak bisa memaksa lebih. Aku cukup beruntung karena Jeslyn masih mau mengizinkanku untuk bertemu dengan Damien.’’ ‘’Mommy bahkan sampai menangis ketika mengetahui nama lengkap Damien. Aku benar-benar tidak pernah menemukan wanita sebaik Kak Jelsyn,’’ ucap Joycelline sembari tersenyum haru. Air matanya bahkan kembali menetes, tapi bedanya jika ini adalah air mata bahagia. ‘’Aku juga sangat terkejut karena Hamilton masih ada di belakang nama putraku. Apakah aku masih pantas menyebut diriku sebagai seorang ayah, jika aku bahkan tidak ada saat tumbuh kembangnya apalagi saat dia pertama kali hadir di dunia.’’ Joycelline sontak melepaskan pelukan Robert lalu mengalihkan tatapannya ke arah mata Robert yang berkaca-kaca. ‘’Kakak pantas, karena semua ini terjadi karena Tuhan yang menentukan. Bukan ingin kakak untuk hidup berjauhan dengan Damien. Karena Damien ada berkat Kak Robert, maka sampai kapanpun mau seburuk apa pun kakak, Damien tetaplah putramu,’’ ucap Joycelline sembari mengusap pipi Robert yang baru saja dialiri air mata. ‘’Kakak sudah berubah dan menjadi seseorang yang lebih baik. Mungkin ini balasan dari Tuhan karena Kakak sudah mau berubah. Maka jadilah lebih baik, sehingga Tuhan bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk kakak,’’ ucap Joycelline lalu berhambur memeluk Robert dengan erat. joycelline tidak suka melihat Robert yang tengah marah, tapi Joycelline lebih benci ketika melihat Robert menderita.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD