PART 1
Matahari bersinar terang menembus kaca jendela kamar Grizelle Aileen. Grizelle membuka perlahan matanya. Berguling-guling di tempat tidurnya lalu segera duduk sejenak. Kemudian, dia bangkit sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.
Ting!
Sebuah tanda pesan masuk terdengar dari handphone miliknya. Grizelle segera mengambil handphone miliknya itu dan membuka pesan tersebut dan segera membalasnya.
Kiara Diana : Jangan telat lagi woi!
Grizelle Aileen : Y
Grizelle melempar handphonenya sembarang di atas kasur.
‘Sok dekat banget’ batin Grizelle
Grizelle segera menuju ke kamar mandi dan bersiap-siap setelah menyadari dia ada kelas hari ini.
Grizelle Aileen, seorang wanita cantik dan putri dari seorang pemilik perusahaan besar dan terkenal. Grizelle Aileen biasa dipanggil dengan sebutan Ay atau Ai ini mengambil jurusan seni dan sudah sampai semester lima di Universitasnya sekarang. Dia sangat ahli dalam menggambar ataupun melukis.
Setelah selesai, Grizelle segera keluar dari kamarnya dan menemukan kedua orangtuanya di meja makan. Ibunya sedang mengoleskan selai ke atas roti yang dibuatkan untuk ayahnya yang terlihat sedang meminum segelas air putih.
“Pagi ma” sapa Grizelle
“Pagi sayang” sapa keduanya
“Kamu sarapan ya? Biar mama buatin rotinya” ujar Natasya, mama Grizelle
Grizelle menggeleng.
“Ay mau langsung ke kampus aja” tolak Grizelle
“Tapi-“
“Dahhh” potong Grizelle sambil melangkah pergi dan melambaikan tangannya
Kedua orangtuanya menggelengkan kepala maklum.
“Anak itu emang gak pernah berubah” ucap Romi, papa Grizelle
“Hush! Jangan ngomong gitu kamu” ucap Natasha
“Tadi malam aku nemuin surat peringatan dari kampus di kamarnya” ujar Romi
“Lagi? Ya ampun Ay, bisa-bisa nanti di drop out dari kampusnya” ujar Natasha
“Dinasehatin pun gak ada gunanya. Gak pernah didengar” ujar Romi
Natasha diam.
“Aku berangkat dulu” pamit Romi
Natasha mengangguk dan mengantar suaminya itu kedepan rumah.
******
“Kau gak paham apa gimana? Kan aku udah bilang diberi saos diatasnya” ucap Grizelle
Grizelle dan teman-temannya sekarang berada dibelakang aula kampus jurusannya.
“T-tapi kak, kemarin kakak bilang tidak suka diberi saos ke sosisnya” ucap seorang perempuan yang merupakan junior semester satu di Universitasnya.
“Ah sudahlah, itukan kemarin! Apa kau tidak bisa membedakan hari ini dan kemarin?” tanya Grizelle
“Anu kak-“
“Ah sudah sana! Pergi belikan lagi!” ucap Grizelle
“Uang aku udah habis kak” ucap perempuan itu
Grizelle mendengus.
“Kau ini! Memang orangtua mu tidak memberikan uang?!” tanya Shella, teman Grizelle
“Alasan macam apa itu?!” tanya Bintang, teman Grizelle juga
“Aku gak bohong kok kak, beneran gak ada lagi. Udah habis” ucap perempuan itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Grizelle menjambak rambut belakang perempuan itu.
“Hei kau” ucap Grizelle
“APA MENURUTMU AKU AKAN MENERIMA ALASAN BODOH ITU?!” bentak Grizelle sambil mendorong kepala perempuan itu
Perempuan itu menangis.
“Menangis pun kau tidak ada gunanya” sambung Grizelle
Perempuan itu masih terus menangis.
“Ah sial” umpat Grizelle kesal
“Sudah dibilang jangan menangis!” seru Shella sambil menendang pelan lutut perempuan itu
Perempuan itu masih menangis.
“Kau benar-benar tidak mendengarkan ya!” seru Bintang
“Sudahlah! Ayo pergi” ucap Grizelle
“Lalu perempuan ini bagaimana, Ay?” tanya Shella
“Biarkan saja, dia pasti masih ingin menangis sekarang” jawab Grizelle dengan nada mengejek
Shella dan Bintang tertawa.
“Kalau begitu, Ayo! Traktir kami makan di kantin, bagaimana?” tanya Shella
Grizelle mengangguk.
Mereka segera menuju kantin kampus dan meninggalkan perempuan itu yang masih terus menangis.
Sesampainya di kantin, mereka duduk dibangku dekat jendela.
“Ay” panggil Shella
Grizelle menoleh.
“Lihat tuh! Ada si gigi” ucap Shella
Grizelle melihat ke arah Shella melihat. Lalu dia tersenyum.
“Hei, Gigi!” teriak Grizelle memanggil Gigi, juniornya juga
Perempuan itu menoleh dan menemukan Grizelle memanggilnya.
“Kemari!” seru Grizelle
Perempuan itu mendatangi Grizelle.
“Aku akan mentraktirmu makan, kau mau?” tanya Grizelle
Gigi mengangguk senang.
“Pfttt!” Grizelle menahan tawanya
“Kau pasti belum makan lagi ya? Owhh kasihan” ucap Grizelle sambil tertawa
Shella dan Bintang juga ikut tertawa.
Gigi menundukkan kepalanya malu.
“Hei, aku tidak bohong kok. Aku benar-benar akan mentraktirmu” ucap Grizelle
Grizelle memberikan sejumlah uang pada Gigi.
“Belikan kami makanan seperti biasa sana! Sisa uangnya untukmu” ucap Grizelle
Gigi mengangguk dan segera pergi.
Orang-orang sekitar yang melihat merasa sudah terbiasa dengan hal itu.
“Dia melakukannya lagi” ucap seorang perempuan
“Apa dia tidak bosan?”
“Dia sangat sombong. Dia tidak tahu teman-temannya itu hanya memanfaatkannya” ucap yang lain
Grizelle tidak menggubris perkataan itu walaupun dia mendengarnya.
Gigi kembali dan membawa beberapa makanan ringan dan minuman. Saat meletakkannya di meja, Gigi tidak sengaja menumpahkan minuman ke celana Grizelle.
Brakk!
Grizelle memukul meja dengan keras.
“KAU SENGAJA YA?!” bentak Grizelle
Semua orang yang berada di kantin itu langsung melihat kearah sumber teriakan.
“Maaf kak, aku tidak sengaja” ucap Gigi
“AH SIAL! CELANA KU BASAH” seru Grizelle kesal
Grizelle menampar Gigi.
“Kau benar-benar kurang ajar ya! Padahal aku sudah membelikanmu makanan” ucap Grizelle
Perempuan itu menangis.
Grizelle segera pergi menuju toilet dan tidak sengaja menabrak seorang laki-laki yang sedang bersama teman-temannya.
“Jalan pakai mata!” ucap Grizelle dan langsung melangkah pergi
Laki-laki itu menyerngitkan dahinya.
“Bukannya dia yang menabrakmu ya?” tanya Gio, teman laki-laki itu
Laki-laki itu diam saja.
Mereka segera mengambil tempat duduk.
Seorang perempuan tertawa. Mereka menoleh ke arah sumber tawaan itu yang di mana adalah Shella dan Bintang.
“Sepertinya setelah ini hidupmu tidak akan tenang” ucap Bintang
Shella mengiyakan. Perempuan itu pergi sambil menangis. Shella dan Bintang kembali tertawa.
Laki-laki itu menghembuskan nafas sambil mencoba memaklumi suasana itu.
“Mereka itu memang tidak ada habisnya ya” ucap Gio
“Padahal udah ditegur berkali-kali” ucap Vino
“Ger, kau kok diam aja?” tanya Vino
“Kayak pernah aja kau lihat dia peduli soal ginian” jawab Gio
“Padahal Gerald yang jauh lebih kaya dari dia. Kenapa perempuan itu jauh lebih sombong?” tanya Kiki kesal membicarakan Grizelle
Ya. Kiki benar. Gerald Kyler, laki-laki dingin dan tampan yang merupakan anak dari seorang konglomerat. Ayahnya mempunyai perusahaan besar dan memiliki banyak anak perusahaan. Gerald mengambil jurusan seni karena dia ingin menghindari untuk menjadi penerus ayahnya. Dan dia sudah sampai disemester lima sekarang, dan sudah mulai menyukai jurusan seni.
“Berhenti membicarakan perempuan itu” ucap Gerald
“Iya benar, gak ada gunanya” ucap Gio
“Perasaan daritadi kau terus yang mengomentari Grizelle. Kenapa sekarang kau jadi sok suci?” tanya Kiki
“Ah diamlah. Aku ini sudah bertobat sekarang” jawab Gio
“Bertobat kakimu!” ucap Kiki
Gerald tidak menggubris pertengkaran temannya itu.
“Permisi kak” ucap seseorang
“Kakak yang mana nih?” tanya Gio sambil mengedipkan sebelah matanya
Perempuan itu tertawa.
“Kak Gerald” jawab perempuan itu
Gio terdiam karena malu. Kiki dan Vino tertawa.
Merasa namanya disebut, Gerald menoleh ke arah perempuan itu.
“Kenapa?” tanya Gerald
“Ini” ucap perempuan itu sambil memberikan sebuah minuman soda
“Untuk kakak” sambung perempuan itu
“Aku tidak meminum soda” tolak Gerald
Perempuan itu terkejut.
“Ha? Sejak kapan?” tanya Gio polos
Vino memukul kepala Gio dari belakang.
“Itu secara tidak langsung sebuah penolakan, bodoh!” bisik Vino
Gio ber-oh dan memukul pelan kepalanya.
“Ah iya, mulai tadi malam Gerald sudah memutuskan untuk tidak meminum soda lagi” ucap Gio
“Oh begitu ya” ucap perempuan itu sedih
“Aku tidak selera makan, aku pergi duluan” pamit Gerald dan segera pergi menjauh dari mereka
“Kalau gitu aku pergi juga ya, kak” pamit perempuan itu
Mereka mengangguk.
“Cantik loh padahal, gila si Gerald! Kiara ditolak dong sama dia!” seru Gio yang tidak paham dengan pemikiran Gerald
Kiara Diana adalah seorang perempuan cantik dan bisa dibilang paling cantik di jurusan seni. Kiara juga berteman dengan Grizelle sejak kelas satu SMA. Namun sayangnya, Grizelle tidak menganggap demikian. Dan, Ya. Kiara menyukai Gerald.