“Sayang, ada teman kamu nih datang” seru Natasya dari depan kamar Grizelle
“Siapa ma?” tanya Grizelle
“Kiara” jawab Natasya
Grizelle memutar bola mata malas.
“Bilang aku gak ada” ucap Grizelle
“Ay, gak boleh gitu. Ayo buruan temuin dia” bujuk Natasya
Grizelle mendengus kesal sambil melangkahkan kakinya keluar kamar.
“Di mana dia ma?” tanya Grizelle
“Itu diruang tamu” jawab Natasya
Grizelle segera menuju ruang tamu dan menemukan Kiara sedang duduk disana.
“Ay, akhirnya kau mau temuin aku” ujar Kiara
“Kita ngomong diluar aja” ucap Grizelle sambil berjalan melewati Kiara dan menuju keluar rumah
Kiara mengikuti Grizelle.
“Ada apa?” tanya Grizelle setelah berada diluar
“Seminggu lagi ulang tahunmu, jadi-“
“Ulang tahun ku seminggu lagi, jadi kenapa kau ke sini sekarang?” potong Grizelle
“Karena itu dengarkan aku dulu” ucap Kiara
“Hm cepatlah bicara. Aku muak melihat wajahmu” ucap Grizelle
“Kau mau hadiah apa?” tanya Kiara
“Apaan! Kau cuma ingin membicarakan itu?” tanya Grizelle balik
Kiara mengangguk.
Grizelle memutar bola matanya malas.
“Pergilah! Lagi pula aku gak butuh hadiah darimu” ujar Grizelle
“Baiklah, besok aku akan datang lagi” ucap Kiara
“Hei, sekarang saja aku mengusirmu. Menurutmu apa besok aku akan mempersilahkan mu masuk?” tanya Grizelle
“Mungkin” jawab Kiara
“Pergilah!” usir Grizelle
“Tapi Ay-“
Grizelle segera menutup pintu rumahnya. Melihat itu, Kiara juga segera pergi pulang.
******
Pagi hari tiba, dengan kebiasaan yang sama.
“Aku langsung berangkat, ma” pamit Grizelle
“Kamu gak sarapan lagi?” tanya Romi
“Aku sarapan di kampus aja, pa” jawab Grizelle
Romi dan Natasya menggeleng-gelengkan kepala maklum.
Setelah sampai di kampus, seseorang menabrak Grizelle.
“Ah sial” umpat Grizelle
“Kau lagi” ucap Grizelle kesal setelah melihat yang menabraknya adalah Gerald
“Maaf untuk yang ini” ujar Gerald
“Yang kemarin?” tanya Grizelle
“Itu kau yang menabrakku” jawab Gerald
“Jadi maksudmu aku yang minta maaf?” tanya Grizelle
Gerald mengangguk.
Melihat Gerald mengangguk, Grizelle tertawa.
“Gak, aku udah hampir telat. Jadi permisi” pamit Grizelle sambil berjalan melewati Gerald
“Aku benci perempuan itu” ucap Gerald
Grizelle masuk ke ruang kelas yang sudah diisi banyak orang.
‘Untung aja gak telat’ batin Grizelle
Grizelle mengingat kejadian tadi, dan dia kembali merasa kesal.
‘Enak aja aku minta maaf, emang dia siapa?’ batin Grizelle
Dosen masuk keruangan dan segera memulai pembahasan materi.
Beberapa jam kemudian, dosen keluar dari kelas dan mahasiswa sudah boleh keluar kelas.
“Ay” teriak seseorang dari pintu masuk
Grizelle tersenyum saat melihat Shella memanggilnya.
“Buruan” seru Shella
Grizelle mengangguk dan segera dating menghampiri mereka.
“Ke mana nih kita?” tanya Bintang yang ternyata juga datang bersama Shella
“Terserah aja sih” jawab Grizellle
Shella melihat seorang anak laki-laki berkacamata.
“Woi! Sini!” panggil Shella
Merasa dipanggil, laki-laki itu datang menghampiri mereka.
“Ada apa ya kak?” tanya laki-laki itu
“Traktir kita donk makan di kantin kampus” ucap Shella
“Apa kak?” tanya laki-laki itu terkejut
“Kau gak dengar? Apa perlu aku bicara dua kali?” tanya Shella sambil memelototi anak laki-laki itu
“I-iya kak, akan ku traktir” jawab laki-laki itu
“Shel, kau kenal dengan dia?” tanya Grizelle
Shella menggeleng.
“Jalan duluan sana!” ucap Shella
Laki-laki itu mengangguk dan berjalan lebih dulu.
Shella, Grizelle dan Bintang menyusul dibelakang laki-laki itu.
Setelah sampai di kantin, mereka kembali duduk didekat jendela.
“Pesankan apapun, makanan ringan ya dengan minumannya juga” ucap Shella
Laki-laki itu mengangguk dan segera pergi untuk membelikan mereka makanan.
“Setelah ini kalian masih ada kelas?” tanya Bintang
“Aku kosong” jawab Shella
“Aku masih ada satu kelas lagi” jawab Grizelle
“Kau bagaimana?” tanya Grizelle
“Aku juga kosong” jawab Bintang
“Ahh sayang sekali, seharusnya kita bisa pergi ke karaoke” ucap Shella
“Kalau begitu kau dan Bintang saja yang pergi” ujar Grizelle
“Oh ayolah! Kami ini tidak ada uang” ucap Bintang
Shella mengangguk.
“Maksud kami kan kalau kita ke karaoke kau yang bayar” ucap Shella
“I-Ini kak makanan sama minumannya” ucap laki-laki tadi sambil meletakkan beberapa makanan ringan dan minuman.
“Hati-hati! Ku buat kau menyesal kalau menumpahkan minuman itu kepada ku” ucap Grizelle
Laki-laki itu mengangguk.
“Gak ada perlu lagi kan kak?” tanya laki-laki itu
Mereka mengangguk.
“Pergi sana!” usir Bintang
Laki-laki itu pergi.
“Kau gak makan?” tanya Grizelle sambil membuka satu bungkusan makanan ringan itu
Shella menggeleng.
“Aku tidak lapar” ujar Shella
Grizelle tertawa.
“Lalu mengapa kau menyuruh laki-laki itu membeli ini?” tanya Grizelle
“Ya gak apa-apa sih” jawab Shella santai
Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendatangi mereka.
“Hei, kalian ya yang membuat adikku kehabisan uang?” tanya laki-laki itu
Mereka menoleh dan menemukan senior mereka.
“E-emang adik kakak yang mana?” tanya Shella
“Dia” ucap laki-laki itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang tadi mereka suruh
“Oh itu” ucap Shella dan Bintang bersamaan dan menatap Grizelle yang masih menatap anak laki-laki yang mereka suruh tadi
‘Dasar pengadu’ batin Grizelle
“Aku bertanya pada kalian, apa kalian yang-“
“Ya” potong Grizelle
“Apa?” tanya laki-laki itu
“Kubilang iya. Kami yang menyuruhnya membeli makanan ini tadi” jawab Grizelle
“Kau pikir kau siapa bisa menyuruh adikku seenaknya?” tanya laki-laki itu marah
“Jangan membuat keributan, kau tidak malu dilihatin orang?” tanya Grizelle balik
Laki-laki itu melihat ke arah sekitar. Grizelle benar, semua yang ada disana memperhatikan mereka.
“Bukankah seharusnya kau yang malu dengan sikapmu?” tanya laki-laki itu
Grizelle menghembuskan nafas kasar dan bangkit dari duduknya.
“Apa kau bilang? Malu? Pergilah sebelum aku memukulmu” ucap Grizelle
“Pukul kau bilang? Kau seharusnya minta maaf, b******k” ucap laki-laki itu
Bhukk!
Grizelle memukul wajah laki-laki itu.
Semua yang ada disana terkejut.
“Ah kau menyebalkan” ucap Grizelle
Laki-laki itu memegang wajahnya karena merasa nyeri. Pukulan perempuan ini sangat kuat.
Laki-laki itu segera melayangkan kepalan tangannya ke arah wajah Grizelle, tapi Grizelle segera menangkisnya dan menendang lutut laki-laki itu.
“Ah sial! Kalau tidak pandai berkelahi, lebih bagus pergi sana!” ucap Grizelle
Merasa malu, laki-laki itu segera pergi melarikan diri dan melewati Gerald. Gerald dan Grizelle saling berhadapan. Tatapan mereka bertemu.
“Apa? Kau menyukaiku?” tanya Grizelle
“Teruslah bermimpi” jawab Gerald
Gerald segera pergi meninggalkan kantin dan diikuti oleh seorang perempuan yaitu Kiara.
Grizelle menyerngitkan dahinya.
‘Sebenarnya perempuan itu punya rencana apa lagi sih?’ batin Grizelle
“Ay, orang-orang pada lihatin kita. Kita pergi aja yuk!” ucap Bintang
Grizelle mengangguk dan mereka segera pergi dari sana.
******
“Ger, tunggu!” ucap Kiara yang mengikuti Gerald dari tadi
“Berhenti mengikutiku!” ucap Gerald
“Aku ingin bertanya sesuatu” ujar Kiara
“Apa?” tanya Gerald
“Apa kau kenal dengan Grizelle?” tanya Kiara
Gerald mengangguk.
“Kenal dari mana?” tanya Kiara
“Siapa yang tidak kenal dengan si pembuli itu?” tanya Gerald balik
“Ah iya juga” jawab Kiara
“Apa kalian dekat?” tanya Gerald
“Dari ucapanku tadi, apa menurutmu kami dekat?” tanya Gerald balik
“T-tidak” jawab Kiara
“Lagipula untuk apa kau bertanya?” tanya Gerald
“Bukankah kau sudah tahu?” tanya Kiara balik
“Soal apa?” tanya Gerald balik
“Aku menyukaimu. Karena itu aku bertanya” jawab Kiara
Gerald memutar bola matanya malas.
“Sudahkan? Aku pergi. Jangan mengikutiku lagi!” ucap Gerald
Kiara mengangguk dan Gerald segera pergi.
‘Bagus!’ batin Kiara sambil tersenyum