Part 7

1353 Words
Grizelle menghempaskan tubuhnya ke tempat tidurnya. Rumah benar-benar sepi karena ayah dan ibunya pergi ke luar negeri. Grizelle pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai bersiap-siap, Grizelle kembali berbaring di tempat tidurnya yang empuk itu. Dering handphone Grizelle berbunyi tanda ada panggilan masuk. Grizelle mengangkat panggilan tersebut saat melihat nama Shella tertera dipanggilan masuk itu. “Halo” “Ay, besok kau ada kelas gak?” “Siang sih ada” “Aku dan Bintang siang juga” “Jadi?” “Ayo ke karaoke, hehe” “Pagi?” “Iya” “Oke” “Ada yang ingin ku kenalkan juga padamu” “Ha? Siapa?” “Pacarku, hihi” “Serius?” “Iya, Ay” “Baiklah, kalau begitu sampai besok pagi” “Oke” Shella mematikan panggilan itu terlebih dahulu. Grizelle yang sudah merasa lelah, mulai menutup matanya secara perlahan. ****** Pagi kembali tiba, Grizelle yang sudah selesai bersiap-siap, segera pergi untuk menemui Shella. Setelah sampai, Grizelle melihat Shella, Bintang dan seorang laki-laki. “Shell” panggil Grizelle “Kau sudah datang?” tanya Shella Grizelle mengangguk. “Kenalkan ini pacarku” ucap Shella sambil menunjuk laki-laki tersebut “Halo” sapa laki-laki itu “Ah iya, halo juga” balas Grizelle “Namanya Riko” ucap Shella Grizelle hanya ber-oh ria. “Ayo masuk!” ajak Shella Mereka segera masuk ke tempat karaoke. ***** Setelah berpisah dari Shella dan Bintang karena beda kelas, Grizelle segera menuju kelasnya. Setelah beberapa jam kemudian, materi selesai. “Ay” panggil Shella “Kalian belum pulang?” tanya Grizelle “Belum, aku masih ada kelas” jawab Bintang “Sama” jawab Shella “Kau bagaimana?” tanya Bintang “Udah selesai” jawab Grizelle “Kalau begitu, ayo ke kantin! Traktir kami” ucap Shella Grizelle hanya mengangguk dan mereka segera bergegas ke kantin. Saat di kantin, mereka memesan beberapa makanan dan minuman. Dering handphone Grizelle kembali berbunyi. “Ada panggilan masuk” ujar Grizelle “Dari siapa?” tanya Shella “Gak tahu nih, nomornya gak kenal” jawab Grizelle “Ya udah, angkat aja. Siapa tahu penting” ucap Bintang Grizelle mengangguk dan mengangkat panggilan itu. “Halo” “Halo, ini dengan Grizelle Aileen?” “Iya, ini siapa ya?” “Ini pengacara pak Romi, saya ingin menyampaikan sesuatu” “Sekarang?” “Ya, bagaimana kalau bertemu di rumah Anda?” “Oke” “Baiklah” Grizelle segera bergegas pergi untuk pulang dan menemui pengacara ayahnya. “Siapa?” tanya Shella “Pengacara ayahku” jawab Grizelle “Ada apa?” tanya Shella “Gak tahu” jawab Grizelle “Kau mau pulang?” tanya Bintang Grizelle mengangguk dan segera bergegas pergi. Entah mengapa perasaannya seperti tidak enak. ***** Sesampai di rumah, terlihat seorang laki-laki yang memakai jas hitam sedang menunggu Grizelle. “Ada apa ya pak?” tanya Grizelle Pengacara itu menghembus nafas kasar. Perasaan Grizelle menjadi semakin tak karuan. “Pak Romi beserta bu Natasya kena tipu dengan adiknya sendiri” jelas pengacara itu “Maksudnya paman saya menipu ayah saya?” tanya Grizelle Pengacara mengangguk. “Tadi malam pak Romi berbicara dengan saya, beliau bilang begitu. Karena kena tipu, perusahaan pak Romi mengalami kerugian besar sehingga menjadi bangkrut. Rumah ini dan segala isinya akan disita oleh pihak Bank. Harap Anda segera membereskan barang-barang Anda segera” jelas pengacara itu “Lalu paman dan bibi saya ke mana?” tanya Grizelle “Pihak perusahaan maupun polisi tidak berhasil menemukan mereka” jawab pengacara itu ‘Apaan’ batin Grizelle kesal “Terus papa dan mama di mana sekarang?” tanya Grizelle “Sebelumnya saya minta maaf” jawab pengacara itu “Kenapa minta maaf?” tanya Grizelle “Pak Romi dan istrinya mengalami kecelakaan pesawat saat ingin kembali ke Indonesia” jawab pengacara itu Jantung Grizelle terasa sudah berhenti berdetak. Dadanya sesak. Matanya mulai berkaca-kaca. “Bapak gak bohong?” tanya Grizelle “Maaf” jawab pengacara itu “Saya hanya ingin mengatakan itu, jenazah kedua orangtua anda sudah ditemukan dan akan sampai besok” ujar pengacara itu Pengacara itu pergi meninggalkan Grizelle yang masih mematung. Dunianya yang tadi begitu terasa sempurna mendadak hancur dalam satu hari. Kakinya terasa lemas membuat Grizelle terduduk di teras rumahnya. Grizelle menangis, benar-benar menangis. ***** Keesokan paginya, Grizelle menghadiri upacara pemakaman kedua orangtuanya. Wajahnya pucat karena tidak tidur dan terus menangis. ‘Pa, ma, aku harus gimana sekarang?’ batin Grizelle Dadanya kembali terasa berat dan sesak. Setelah pemakaman selesai, Grizelle kembali pulang ke rumahnya dan mengambil koper yang sudah berisi barang-barangnya. Grizelle meninggalkan rumah itu dengan langkah berat. Grizelle terus berjalan tak tentu arah. Dia tidak tahu harus ke mana. Dia hanya memiliki tabungan tak seberapa dan harus menyewa tempat Ia akan tinggal. “Apa aku cari kos-kosan kecil aja ya?” tanya Grizelle pada dirinya sendiri Grizelle menemukan sebuah kos-kosan yang bisa Ia sewa. Grizelle masuk, dan melihat ruang kosong yang hanya berisi sebuah lemari dan satu tempat tidur kecil. Grizelle menghembus nafas berat. “Semua akan baik-baik aja” ujar Grizelle “Semua akan-“ Grizelle berhenti bicara saat dadanya kembali terasa sesak Matanya berkaca-kaca dan Grizelle mulai menangis saat mengingat kedua orangtuanya yang tidak akan ada di sisinya lagi. ***** Grizelle tiba di kampusnya, kali ini dia ada kelas pagi lagi. Saat berjalan di lorong, semua mata melihat Grizelle. Orang-orang itu berbisik-bisik. “Ay” panggil Shella “Berita itu benar?” tanya Shella “Berita apa?” tanya Grizelle “Orangtua mu bangkrut dan meninggal” jawab Shella Grizelle mengangguk. “Sabar ya” ujar Shella “Semangat, Ay” ucap Bintang Grizelle mengangguk. Grizelle melanjutkan langkahnya menuju kelasnya. “Duh gak ada lagi dong yang traktir kita” ucap Shella Bintang mengangguk tanda mengiyakan. ***** Seminggu hidup pas-pasan, uang tabungan Grizelle sudah habis sekarang. Banyaknya keperluan untuk tugas-tugas kuliahnya, membuat uang tabungan Grizelle benar-benar sudah habis. Grizelle berjalan lemas ke arah kelasnya. Dia belum makan. Teman-temannya juga sudah menjauhi dia. Flashback On “Ay, ayo ke karaoke” ajak Shella “Siapa yang bayar?” tanya Grizelle “Kaulah, mana mungkin kami” jawab Shella “Aku sudah tidak ada uang lagi untuk bersenang-senang” ujar Grizelle Shella memutar bola matanya malas. “Bagaimana kalau kau yang traktir?” tanya Grizelle “Siapa? Aku?” tanya Bintang Grizelle mengangguk. “Dih enggak, aku tidak ada uang” tolak Bintang “Ah gak seru!” ucap Shella “Sudahlah, ayo Bin bermain dengan Ula” ajak Shella Bintang mengangguk. “Sejak kapan kalian bermain dengannya?” tanya Grizelle “Sejak kau tidak bisa membuat kami senang lagi, Ula itu kaya, dia bisa mentraktir dan membawa kami pergi berbelanja” jawab Shella “Maksudmu kau tidak mau bermain denganku lagi?” tanya Grizelle “Iya, kau membosankan sih” jawab Shella “Apa itu artinya teman?” tanya Grizelle “Teman? Kami tidak pernah menganggapmu teman, kami hanya mau uangmu. Kau kasar dan sombong, kau pikir kami mau mempunyai teman seperti itu?” tanya Shella “Sudahlah! Ayo Bin!” ajak Shella Bintang mengiyakan. Grizelle masih diam mematung. ‘Kehilangan lagi, bodohnya aku’ batin Grizelle Flashback Off “Aw!” Grizelle meringis saat tidak sengaja menabrak seorang laki-laki dan ternyata laki-laki itu adalah Gerald “Kau bilang mau menghubungiku” ujar Gerald “Maaf, aku banyak pikiran” ucap Grizelle “Itu bukan urusanku, tenggat waktunya seminggu lagi” ucap Gerald “Hei, aku sudah mengajakmu dari awal tapi kau terus mengatakan nanti” ujar Grizelle kesal Gerald diam dan pergi meninggalkan Grizelle. Grizelle menuju toilet dan saat masuk dia mendengar tiga orang perempuan sedang membicarakan dirinya. “Grizelle tak membuli lagi?” “Ya iyalah! Dia itu udah bangkrut, orangtuanya pun meninggal, kalau dia masih membuli, apa dia masih manusia?” “Siapa tahu kan” “Parah sih, dia bahkan ditinggalkan juga oleh teman-temannya” “Ya iyalah! Teman-temannya itu kan hanya mau uangnya saja. Sekarang Grizelle tidak ada uang, jadi mereka pergi deh” Grizelle tidak bisa mendengar lebih lanjut. Dia segera pergi meninggalkan toilet itu. ‘Aku tak akan pernah ke toilet itu lagi’ batin Grizelle
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD