Episode 5

1084 Words
"kamu ada urusan apa sih, ganggu ganggu aku!kalau kamu mau istirahat ya..sana kekantin bukan disini!" kataku kesal, "jutek aamat!!" "lagian aku lagi sibuk nih!" aku yang masih tidak menghiraukan kehadirannya membuat ia kesal dan dengan sengaja mengabil buku yang sedang aku tulis. "eeehh sini!bukuku!!" teriak aku berusaha mengambilnya, "belum selesai nih, jangan main-main dong..aku lagi buru-buru nih!" kataku merengek, "please..." Raut wajahku yang memelas ternyata membuat dia merasa kasihan, entah setan apa yang merasuki dirinya sehingga ia melunak denganku padahal dia terkenal anak yang sangat bengis dan bandel. Seluruh guru dan siswa disekolah ini hampir mengenal dia karena kenakalannya yang luar biasa. Selain dia tukang bolos sekolah diapun sering mengerjain guru-guru yang dianggap remeh dan murid sekolah yang tidak disukainya. "sinih!panya ku.."  Aku segera merebut buku dari tangannya dan dia melepas dengan mudah, tanpa sepatah kata dia pergi begitu saja hanya senyum manis yang ditinggalkannya. Aku menatap heran akan tingkahnya hari ini seorang Mikel tersenyum padaku. "siapa Nin cowok barusan!" tanya Siska yang sempat berpapasan "itu bukannya Mikel" kata Riana heran, "ngapain masuk kelas kita?" "oh itu yang namanya Mikel?" tanya Askia penasaran, "kamu gak apa-apakan Nin?" tanya Siska mendekat, "apa yang dilakukan padamu?" "gak apa-apa aku baik-baik saja! ini kurang sedikit lagi selesai..bentar yah!" Aku segera bergegas menyelesaikannya dengan cepat, sebelum bell masuk untuk segera dikumpulkan. Hari ini aku sungguh sial, selepas aku menyadari hatiku malah mendapat hukuman dari sang guru namun aneh juga jika Mikel tiba-tiba datang mendekatiku hanya untuk menggodaku. "aduh!"  Sebuah bola bakset mengenai kepalaku hingga serasa sakit kepala dan leherku. "iihhh!sakit tau..!!sial banget sih hari ini!" Saat kulihat ternyata wajah Mikel berada dihadapanku, "Mikel!!!hiih kamu!!awas kamu yah!!" dengan kesal dan geramnya aku melototi Mikel yang menertawakanku, "tunggu pembalasanku Mikel!aku masih ada urusan!!awas macam-macam kamu!!" Aku segera menuju ruang guru karena tugas yang harus segera aku kumpulkan tepat waktu walau harus dengan mengerutu akan ulah Mikel barusan. Dan akhirnya sedikit waktuku untuk melepas lelah, lapar dan dahaga aku memakan sesuatu untuk cancing-cacinng diperutku. Duduk sendiri tak peduli dengan orang disekitar makan dan minum dengan sesuka hatiku walau terlihat beberapa orang yang mungkin tidak menyukaiku nampak mencibirkan mulutnya. Namun sapa peduli aku ya aku bukan kamu he he.. "kamu tidak apa apa.." Sontak aku terkejut saat seseorang mengelus dahiku yang ternyata Mikel telah duduk disampingku. "apaan sih Kel, pegang pegang lagi!" aku menepis tangannya, "inikan gara-gara kamu!" "ih jutek lagi!" "tau aku jutek, masih aja kamu disini..sanaahhh!" kataku mendorong tubuhnya. "ah kamu..ngikuti aku yah! ngefans??jangan sampai loh..kamu jadi pengagumku ha ha ha..." candaku, "kalau iya kenapah!" katanya yang membuat aku terdiam sejenak, "serius???ha ha ha..." tawaku mengelitik,  "gak lucu tau..lagian siapa yang suka sama kamu jelek!!" seru Mikel yang terlihat malu dengan menarik rambutku. "auw...yeh malu marah lagi ha ha ha.."  "sudah yah, dah.." kataku beranjak pergi, "Nin!!kemana?"  "masuk kelas!" #### "hemz..." Anggara melemparkan tubuhnya diatas sofa, melepas dasi, sepatu dengan tidak bersemangat nampak lelah wajahnya rasa malas dan bosan ia tuangkan dalam air minum yang diteguknya. Selang setengah jam kemudian Anggara keluar dari kamar untuk makan siang yang sudah disiapkannya. Sedang kakeknya sudah menunggu diruang tengah sambil membaca koran. "Anggara.." "iyah kek!" "bagaimana sekolahmu yang sekarang?" kata kakek dengan menutup koran, "baik!" "baguslah.." kakek menepuk bahunya dan mengajak kemeja makan, "dan bagaimana dengan Nindi, apa kalian sudah dekat?" Anggara menghentikan langkahnya dan menatap kakeknya yang sudah tua dan keriput, "iya kek!" katanya menunduk, "jangan kecewakan kakek!" "sengaja kamu kembali disini untuk masa depanmu." "kakek tidak ingin kamu mengalami masa depan yang tidak jelas!acak-acakan!awur-awuran! semaunya sendiri.. " "kita itu mempunyai tradisi keluarga, sebagai keturunan ningrat!" "jadi..tidak bisa sembarangan, kamu menentukan dengan siapa kamu akan menikah!karena itu penting!kakek harap kamu mengerti!sebagai penerus kakek," Ucapnya yang membuat Anggara tidak bisa berkata-kata bahkan ingin melawannyapun ia tidak bisa. Haruskah aku menikah dengan gadis seperti dia! gadis yang dengan mudah bersama laki-laki lain! (Anggara melihat Nindi dengan Mikel saat dikantin) Gadis yang tidak punya aturan, kasar dan bandel! Aku tidak ingin gadis seperti dia aku tidak bisa!menerima gadis itu!dia bukan tipeku sama sekali. Anggara terdiam memikirkan Nindi yang dimatanya adalah bukan gadis impian yang diharapkannya, Nindi bukanlah gadis special yang harus dikenalnya dengan sosok Nindi yang sederhana dan terlihat biasa itu tidak menggerakan hati seorang Anggara. ### "Nin, tugas..tugas..!apa sudah selesai" bisik siska yang duduk dibangku belakang Nindi, "heee..santai..beres pokoknya hari ini otakku sedang on!" jawabnya nyengir "haalah on?apa o on" tepis Riana santai, Plakkk!! "sembarangan," Hah! he he he he...  Siska dan Askia tertawa melihat Riana yang terkejut oleh Nindi yang menepuk bahunya dengan buku, "berisik kalian" kata Nindi cemberut namun mereka tetap menertawakannya Hek kek kek kek.. "makanya Nin PR dikerjakan jangan ditidurin hek kek kek kek kek..."  Suara berisik canda mereka membuat Anggara terganggu dan merasa muak meliat kelakuan Nindi dan kawan-kawannya. "husttt pak Yogi datang!" kata salah seorang siswa yang membuat siswa lain bergegas duduk dibangku masing-masing. Pelajaranpun dimulai dengan mata pelajaran matematika yang diampu oleh seorang bapak guru yang bernama Yogi mulyono, dia adalah guru yang cakap dan tegas dalam mengajar sehingga dalam mengajar tidak ada siswa yang bergurau. Seisi kelas cukup serius memperhatikan penjelasan dari sang guru yang menerangkan dan menuliskan panjang lebar didepan papan tulis, "sekarang apa kalian sudah mengerti?dapat dipahami?jelas kalian!!" seru pak Yogi, "jelas...!!!" "kalau sudah jelas!!sekarang saya minta salah satu dari kalian maju kedepan kerjakan soal ini" kata pak Yogi dengan menulis dipapan tulis, "saya ingin ada yang angkat tangan!!" Semua siswa terdiam terdiam seolah-olah tidak mendengarkannya, "saya pak!" Semua mata menatap ke sumber suara, dengan percaya dirinya Anggara maju kedepan untuk menjawab soal yang berada dipapan tulis, dengan gesitnya Anggara menulis menjabarkan jawaban soal yang dipapan tulis. Semua siswi terpana akan Anggara yang tidak hanya tampan dan kaya ternyata dia adalah seorang yang jenius yang membuat decak kagum para kaum hawa.Nindi yang sempat terperanga namun karena ego Nindi malah membullinya bahkan dia berlagak sombong dan acuh. Satu persatu soal itu dipecahkan oleh Anggara dengan teliti, pak Yogi hanya manggut-manggut memperhatikannya.  "keren baangett" kata Mila lebay "biasa ajah kali" celoteh Nindi "ih Nindi kaya kamu bisa ajah"  Nindipun seolah-olah tidak peduli dan acuh, "ya siapa lagi yang berani maju" ucapnya kembali, pak Yogi menawarkan sebuah sepidol dan matanya tertuju pada Nindi yang nampak berisik. "kamu!" tunjuk pak Yogi Semua mata menyorot Nindi yang terceguk menelan ludah, lah, kok jadi aku sih!waduh mana aku gak ngerti lagi! "saya pak" kataku menunjuk diri sendiri "iya!coba kamu kerjakan!!" Nampak Anggara menoleh melihatku yang tampak bodoh ini seolah menertawakanku. Aku berlahan maju kedepan, dengan tajam kami saling menatap sesaat lalu ia memberikan sepidolnya padaku yang memasang wajah jutek. L
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD