“Untuk ke depannya, kau akan membantuku dalam menata arsip, dokumen penandatanganan, dan berkas-berkas lainnya yang harus diurus oleh Dewan Siswa. Secara garis besar, sekretaris bertanggungjawab penuh atas segala administrasi di dalam dewan, jadi kau perlu memprioritaskan diri ke sana. Sisanya efisien.” Lizzy mengangguk paham. “Baik.” Sena tersenyum lalu mengarahkan telapak tangan ke meja rapat di tengah-tengah ruangan. “Akan kuperkenalkan. Wakil ketua, Devon Westlake, kelas 2 – A. Dia cukup dingin sebagai rekan maupun kawan, jadi kuharap kau memakluminya. Meski begitu, dia sangat perhatian dan dapat diandalkan.” Devon yang duduk di meja rapat pun mengangkat tangan untuk menunjukkan eksistensinya kepada Lizzy. Pemuda berkacamata itu memasang raut dan sorot mata yang sangat datar seol

