BAB 180 (Real)

2379 Words

“Aku tidak bisa percaya hal semacam inilah yang akan gadis bodoh itu lakukan padaku! Akibat ulahnya, reputasiku tercoreng karena semua orang menganggap akulah penyebab pertunangan itu berakhir!” Irina Battenberg menyesap teh rosela dengan tenang selagi mendengarkan keluhan demi keluhan yang dilontarkan oleh Charlotte. Di umurnya yang sudah tidak muda lagi, Irina bersikap sangat tenang di segala situasi. Salah satunya adalah menjadi tempat mengadu Charlotte selama bertahun-tahun. Menjadi tempat gadis itu menumpahkan emosi sudah bukan hal aneh lagi bagi Irina. Setelah beredar kabar berakhirnya pertunangan Ian dan Lizzy, Irina dapat menebak Charlotte akan mendatanginya dalam waktu dekat. Sebab, nama Charlotte terpampang sebagai dugaan penyebab perpisahan Ian dan Lizzy. Disebut sebagai pih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD