“Astaga, apa yang baru saja kumimpikan?” Seorang gadis berambut pirang madu bergelombang terduduk di ranjang dengan wajah sedikit pucat dan berkeringat dingin. Gadis itu menoleh kanan-kiri, mengamati kamarnya yang feminin seperti biasa. Wewangian vanila dari lilin aromaterapi membuktikan bahwa gadis itu telah kembali ke dunia nyata. Suara burung berkicau di luar dan sinar mentari yang menyelusup masuk melalui jendela juga kian memerkuat bahwa ini bukanlah dunia mimpi lagi. “Aish, aku pasti sudah gila.” Sedikit pegal, gadis itu bergerak turun dari tempat tidur, mengenakan sandal kamar. Dia melirik jam weker di nakas, menemukan bahwa dia terbangun lebih awal dari biasanya. Mengembuskan napas berat, gadis itu membawa dirinya keluar dari kamar menuju dapur di lantai satu. Segelas s**u ma

