Tatapan mata Romeo tak bisa berbohong! Saat ini dia sedang mengagumi lekuk tubuh wanita itu. “Aku ingin segala yang kau bisa! Dan aku mohon berhati-hatilah! Kau akan tahu segalanya ketika tiba di sana,”
“Ya sudah, atur saja! Toh aku tak bisa melakukan apapun!” jawabnya yang kini berdiri dan segera menuju lemari.
“Kau malah akan banyak memiliki kesempatan untuk kabur! Makanya aku menambah beberapa orang di sekitar kita. Tapi Lauren, percuma kau kabur! Memangnya di luar sana kau mau jadi apa? Mereka akan menjual dirimu lagi pada pengusaha tua. Lebih baik kau fokus dengan ku dan mendapatkan perusahaan yang kau inginkan itu,” Romeo berbisik pada Lauren sambil meremat buah dadanya dari belakang.
“Ah, jangan lakukan ini ketika kita berada di rumah keluargamu! Aku tidak ingin membuat masalah! Aku bisa mati malu dan tak bisa keluar dari kamar,”
“Tenang saja! Kamarku kedap suara, selain itu hari ini kita akan menikah secara agama dan pemerintah! Hanya saja pesta tidak bisa di lakukan sekarang.”
Lauren langsung berdiri dari duduknya. “Aku tidak mau! Semua harus sesuai dengan rencana awal. Aku tidak bisa! Lebih baik aku mati saja jika kau terus memaksakan kehendak gilamu padaku..” tatapan matanya berbeda! Romeo juga mengatakan hal tadi hanya asal saja! Dia tidak bermaksud memajukan pernikahan karena kedua orangtuanya akan berangkat ke Berlin.
Romeo mengangkat kedua tangan. “Baiklah kau menang kali ini! Aku tidak akan mengatakan permasalahan kita lagi. Kita akan kembali ke rencana awal.”
Lauren tidak menggubris lagi apa yang Romeo katakan karena dirinya sudah sangat paham.
Di tempat lain, ada Sharoon yang masih sibuk dengan perusahaan barunya yang bergerak di bidang ekspor-impor. Perusahaan yang baru di resmikan pagi tadi tersebut masih terlihat sangat sepi. Hanya pegawai yang terus lulu-lalang.
“Apa kau yakin,?”
“Aku tidak pernah seyakin ini Sharoon, apalagi ada kau di sampingku. Aku tidak berharap lebih dari apapun!”
Sharoon meletakkan jari pada bibir Jors! “Ssst, jangan bicara seperti itu karena aku menginginkan sesuatu yang lebih! Hal yang lebih gila dan sangat bersemangat. Inovasi! Kau dan aku akan melakukan semuanya dengan benar, bukan,?”
“Jangan bertanya padaku! Bertanya pada dirimu sendiri,”
Sedang asyik bicara tiba-tiba suara Eon Goroses terdengar sangat jelas hingga mood wanita tersebut berubah drastis. “Selamat ya Sharoon, semoga kecerobohan dirimu tak membuat perusahaan ini hancur!” ucapnya sangat tidak enak dan itu membuat Katie sangat senang.
“Aku tidak ingin bersikap bodoh dengan bertengkar! Kalian berdua datang untuk mengucapkan selamat, bukan? Sekarang kalian boleh pergi karena aku sudah tak peduli dengan apa yang akan kalian lakukan.”
“Sharoon, lihat aku! Jangan terpancing,” Jors meraih wajah Sharoon dan merapikan rambutnya.
Wanita yang tengah marah itu tersentak! Dia melirik ke arah Katie dan benar saja kini wanita itu tersenyum jahat menatap ke arah dirinya dan Jors.
“Permisi,” jawab Sharoon menarik tangan Jors.
Dia tidak ingin semua hancur berantakan! Karena kecerobohan dirinya kini Katie akan menargetkan Jors dalam kamusnya.
Sharoon menggigit jari tangannya. Dia takut sekali! Wanita itu takut sesuatu yang buruk terjadi pada Jors seperti semua pria yang dekat dengannya dahulu.
Dia melihat mata Katie yang memandang dirinya dengan mengerikan! Itu sama seperti dulu saat dirinya mendapatkan hal yang baik dari orang lain.
“Sharoon, apa yang kau pikirkan! Sharoon,”
Dia menggeleng! “Tidak apa! Aku hanya merasa tidak enak badan saja! Ayo kita kembali ke atas, aku ingin istirahat.”
Jors mengangguk dan mereka naik ke lantai paling atas gedung tersebut. Deg, jantung Sharoon berdetak tidak enak saat melihat Katie dan Eon Goroses di ambang pintu.
Darimana mereka tahu bahwa Sharoon saat ini tinggal bersama Jors.
“Kami mendengar kabar bahwa kalian suami istri dan tinggal di tempat yang sama! Makanya kami kemari dan ya, semua benar kalian tinggal bersama,”
Sharoon tidak peduli sama sekali pada Eon Goroses! Dia hanya terus menatap ke arah Jors. “Kak, apa kau tak bilang aku adikmu? Kenapa kak Jors bersikap sangat dingin.
Jors menatap Sharoon. “Aku pikir kau hanya berdua dengan Romeo,” ucapan itu membuat Katie sangat kesal.
“Apa boleh kami masuk,? aku hanya ingin tahu keadaan kakakku!”
Jors tersenyum! “Jadi kau benar adik Sharoon, tapi kalian tak mirip sama sekali! Sharoon agak kebuSharoonan,”
Deg deg, jantung Katie berdebar hebat! Dia mendengar kembali suara mereka yang membandingkan dirinya,
“Jors,” Sharoon menggeleng memohon agar pria itu menutup mulutnya.
Wanita tersebut tak bisa menahan dirinya lagi karena Katie pasti sudah memasukkan Jors pada target gilanya.
“Mas, apa Mas teman kak Sharoon masa kuliah,?”
Jors mengangguk! “Iya, aku teman Sharoon,”
“Tapi Mas bukan orang Indo ya,?”
Jors kembali mengangguk! Eon Goroses yang berada di sana merasa jijik sekali! Dia tidak suka Katie banyak bertanya pada pria lain seolah sangat dekat seperti ini.
“Apa tidak salah jika kalian menamai penthouse? Ini lebih mirip apartemen kumuh yang ada di pinggiran kota.” ucapnya membuat semua orang memandang ke arah pria tersebut.
“Maaf ini memang belum jadi! Tapi aku menyerahkan semua pada Sharoon. Dia akan menyiapkan semua dengan benar! Aku sangat yakin atas kemampuannya.”
“Hebat sekali kak Sharoon bisa mendapat izin untuk tinggal bersama pria seperti ini! Apa mami dan papi sudah tak bisa melarang dirimu, kak? Padahal rumah kita beberapa kali lipat dari ini,”
“Katie, jangan berbicara seperti itu! Tidak baik. Aku senang berada di sini, lagipula papi sendiri yang mengizinkan aku, jadi jangan banyak bicara seolah kau mengetahui semuanya,”
Wajah Katie berubah sedih. “Kakak marah? Aku hanya bertanya saja. Hiks, kenapa harus mengasari aku seperti ini, rasanya sedih sekali, padahal aku datang kemari dengan maksud baik,”
Eon Goroses dan Jors merasa tak enak sekali melihat Katie seperti itu. “Sharoon kau sangat keterlaluan sekali, tak beradab,” Eon Goroses menarik tubuh Katie yang lemas karena air mata yang terus mengalir.
“Maafkan kami,” ucap Jors.
Sharoon menahan tangan pria tersebut saat dirinya ingin menyusul Eon Goroses dan Katie. “Jangan, biarkan saja mereka,” ucapnya dingin.