Jors tidak tahu apa yang terjadi antara Sharoon dan Katie karena wanita tersebut tak biasa bersikap begini. Jors tidak ingin menambah beban pikiran Sharoon! Dia akan menunggu sampai wanita tersebut bercerita langsung dengan dirinya. Entah kepan! Kita lihat saja nanti,
“Aku akan kembali ke bawah, kita tak bisa kembali ke sini seperti saat ini jika bukan hal yang penting,”
Sharoon mengangguk! “Aku minta maaf dengan kejadian ini,”
“Sharoon,” panggil Jors, tapi sayang wanita itu tak menoleh sama sekali! Sepertinya dia sangat marah dan tidak ingin bicara pada dirinya.
Eon Goroses dan Katie sudah masuk ke dalam mobil! Dia terlalu fokus hingga tk melihat ada orang lain yang memperhatikan dirinya.
“Apa yang kau rasakan sekarang Katie,?”
“Pusing Mas, lebih baik kita kembali ke perusahaan saja! Tega sekali kak Sharoon berkata kasar seperti itu padaku, rasanya sendih sekali,” Katie sok meratap dan itu sungguh membuat seseorang tersebut tertawa dari jauh.
Sudah tiga hari seseorang itu memperhatikan Katie. Dia sangat tahu pandangan itu! Wajah itu dan gelagat itu! Katie sama seperti dirinya dan sangat tidak cocok bersama Eon Goroses anak kesayangan seseorang yang terus menatap dari jauh.
“Jika menjadi rekan kau oke Katie.. tapi jika mau jadi menantuku jangan mimpi sayang,”
Mobil itu berlalu pergi! Dan dia bersiap untuk mengikuti lagi. “Eon Goroses, Mami akan datang sebentar lagi,”
sesampainya di perusahaan Eon Goroses langsung membantu Katie untuk duduk di kursinya.
"Mas, aku bisa mengerjakannya sendiri," ucap wanita tersebut saat Eon Goroses membuka sepatu dan melonggarkan kerahnya.
"Tidak masalah Katie. Mas sangat senang melakukan ini, lagipula kau adalah wanita Mas,"
Tidak lama Eon Goroses berdiri saat melihat seseorang berada di ambang pintu.
"Romeo silakan masuk! ada apa sampai datang kemari?"
Mendengar hal itu Katie yang semula pura-pura sakit pun langsung berdiri.
"Romeo,"
Pria itu mengangguk dan langsung masuk ke dalam ruangan. Duduk di atas sofa dengan menyilangkan kakinya seolah dialah bos di sini.
"Bagaimana keadaanmu di sini Katie? apa Eon Goroses membantumu dengan benar?"
Eon Goroses sendiri menatap kearah Romeo yang bertingkah selayaknya Bos. Padahal di sini dia lah pemimpinnya.
"Bisa turunkan kakimu? aku sangat tak nyaman melihatnya,"
"Kenapa? bukan karena ini adalah perusahaan orang tuaku? aku berhak melakukan apa saja disini! bahkan membuatmu tak menjadi pimpinan lagi, benar, bukan. Eon Goroses, lebih tua dariku belum tentu lebih baik, bukan? aku tahu jika Om Adit memiliki saham yang besar di perusahaan ini. Tapi kau harus ingat siapa pemiliknya,"
Romeo berdiri dan pergi begitu saja setelah mengatakan hal yang menyakitkan bagi Eon Goroses.
"Cih, apa dia sedang menghinaku? apakah Sharoon mengadu padanya dengan semua yang terjadi? haduh wanita itu benar-benar kurang ajar! aku akan memberinya pelajaran setelah ini."
"Mas, sabar,"
Dia tersenyum sinis! "Awalnya aku pikir ini akan mudah! tapi bukan kemudahannya aku dapat! permainan ini akan sangat menyenangkan kedepannya. Apa kau percaya,?"
Katie menutup mulutnya rapat-rapat tak ingin berbicara lebih! dia tidak pernah melihat Eon Goroses semarah ini.
"Jangan begitu Mas, mungkin ini karena Sharoon mengadu pada Romeo, aku yakin! karena Romeo bukanlah pria yang seperti itu."
Eon Goroses berbalik menatap Katie. "Aku juga yakin seperti itu karena saat pertama kali dia datang sudah tak suka padaku. pastilah Sharoon yang mengadu yang tidak-tidak sehingga semuanya jadi berantakan seperti ini."
Katie menepuk bahu Eon Goroses pelan. "Kita akan membalas mereka! terutama Sharoon yang sudah berusaha mengadu domba dirimu dan Romeo."
"Bisa saja yang menginginkan Romeo mengambil alih perusahaan ini dariku. wanita itu benar-benar jahanam." umpatnya dengan nada kesal.
"Dia sudah terbiasa main fitnah dan melakukan hal kecil seperti itu. Sharoon sikap iri yang luar biasa Mas. Aku saja menjadi korbannya. Dia sering memfitnah aku pada Mami dan papi," Sharoon mengatakan semua hal itu dengan sendu.
"Apa kita beri saja dia pelajaran sekarang? aku ingin melihatnya menangis Karena rasa takut! kita akan menculik wanita itu dan mendekapnya dalam gudang selama beberapa hari tanpa makanan dan minuman. bagaimana menurutmu?"
"Aku tidak bisa berpikir jahat itu karena dia adalah saudara kandungku,"
"Hatimu sangat lembut Katie berbeda sekali dengan wanita tersebut,"