Sampai di rumah, Katie yang pulang lebih awal bersama Eon Goroses karena orangtuanya akan berangkat ke Berlin itu pun terkejut karena ada wanita lain di sana.
“Katie sudah sampai, sini Nak, kenalkan ini Lauren calon istri kakakmu,” ucap Nyonya Emanuela dengan sangat ramah.
Tubuh Katie bergetar hebat, dia berusaha menghilangkan kegugupan yang ada saat ini. Dia tersenyum kiku sambil berjalan ke arah Lauren.
“Halo, aku Katie,”
“Aku Lauren, wah kamu cantik banget! Katie mirip banget sama Mami ya, wajahnya kecil, matanya kecil,” Lauren mengatakan hal yang sebenarnya tapi Katie tidak terima di dalam hati. “Beda banget sama Sharoon,”
Romeo yang sedang asyik bicara dengan Tuan Emos Barones pun langsung menatap ke arah Lauren dan Katie. Dalam hati pria itu berkata! ‘Belum apa-apa kau sudah mendapatkan masalah Lauren! Kita lihat seberapa hebat dirimu,’
“Hey, kenalkan aku Eon Goroses, yang di sana Mami aku!” dia menunjuk Nyonya Fransisca yang sedang menyusun makanan di meja makan.
“Oh iya Eon Goroses, aku Lauren!”
“Kamu cantik banget,” ucap pria itu yang langsung mendapat tatapan sinis dari Katie dan Romeo. “Aku dengar kemarin waktu Nyonya dan Mami aku cerita kamu kuliah bisnis di London ya, tapi peranakan Singapura dan inggris?”
Lauren senang karena semua isi keluarga ini sangat ramah kecuali Romeo. “Iya,” jawabnya,
“Pantas kamu cantik banget, enggak bisa di atasi cantiknya,”
Lagi! Katie dan Romeo menatap Eon Goroses dengan sinis dan pria itu tak merasa sama sekali. Dia masih mencoba bersikap ramah pada Lauren, benar-benar buaya gila.
“Apa yang kau harapkan,? sikapmu beda sekali,” pertanyaan Romeo terdengar sangat sinis dan kesal.
Eon Goroses sadar kalau Romeo tak suka dengan sikapnya.. “Maaf aku hanya bersikap ramah pada Lauren, tak bermaksud apapun!” ucapnya.
-Katie malas sekali, dia langsung pergi mengikuti anak tangga dan masuk ke dalam kamar. Eon Goroses yang melihat itu langsung menyusulnya dan semua itu tertangkap dengan semua mata yang ada di ruangan itu.
“Maaf ya Lauren, Katie mungkin sangat kelelahan,”
“Iya Nyonya, enggak masalah! Umur Katie sama duo kembat Romeo dan Sharoon enggak beda jauh ya Nyonya,?”
Nyonya Emanuela mengangguk! “Sekitar lima belas bulan,”
Lauren mengangkat alisnya!
“Di rumah ini pantang di isi langsung jadi!” ucap kocak Nyonya Fransisca yang langsung membuat semua orang terbahak-bahak.
Tuan Emos Barones mendekat! “Hanya saja ketika melahirkan Katie, ada masalah sama rahim Maminya Romeo. Perjuangan banget bisa lahirin Katie, Om pikir Maminya Katie enggak bakal selamat. Mana dianya pakai bicara ‘Selamatkan anak kita,’ haduh Lauren sudah seperti drama, kalau kamu ada di sana bakal tegang! Mana anak-anak masih kecil banget,”
“Aku enggak bisa lupakan itu,.” jawab Nyonya Fransisca yang mendekat. “Semoga Nyonya Emanuela sehat selalu ya,” Nyonya Fransisca mengusap rambut Nyonya Emanuela lembut.
“Semua perempuan tentu tidak ingin rahimnya diangkat, namun terdapat beberapa alasan medis yang membuat rahim seorang perempuan perlu diangkat. Tindakan pengangkatan rahim ini disebut dengan histerektomi.” ucap Nyonya Emanuela pada Lauren. Histerektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat uterus atau rahim seorang perempuan. Ada beberapa alasan yang kadang membuat dokter menyarankan tindakan tersebut. Tindakan ini dapat dilAditnakan melalui insisi di perut (Histerektomi Abdominal) atau melalui v****a (Histerektomi Vaginal).”
Wajah Lauren berubah, “Maaf ya Nyonya, jadi buat ingat masalalu begitu,” ucapnya lirih.
“Enggak masalah Lauren, karena kamu harus tahu ini untuk bekal kedepannya,” ucap pria itu melirik Tuan Emos Barones.
“Maksudnya, aku enggak mau begitu, ya Tuhan mulutmu Romeo,”
“Hahaa, kalian cocok sekali! Aku suka, mereka harus cepat menikah,” ucap Nyonya Fransisca pada Nyonya Emanuela.
Lauren menatap Romeo yang berusaha menahan senyum. Dalam hati dia mengumpat! ‘Sial, apa dia sengaja mempermainkan aku? Tega sekali! Padahal saat ini adalah pertemuan pertama yang akan menjadi kesan selamanya! Apa dia sengaja melakukan ini! Lihatlah senyum tampannya, sangat memuakkan,’ Lauren menutup mulutnya, ‘Ups, aku bicara apa tadi? Tampan? Yang benar saja,’
“Kau melamun Grec, apa kau sedang memujiku,”
‘Wah wah pria itu seperti penyihir,’
Nyonya Emanuela meraih tangan Lauren, “Maafkan kalau Nyonya enggak bisa nemani kamu. Romeo anaknya baik banget! Kamu bilang saja ke dia apa yang kamu butuhkan! Selain itu anak laki-laki Nyonya ini sangat bertanggungjawab. Nyonya jamin dia enggak akan sia-siakan kamu,”
‘Cih, dia kemarin saja menjamahku habis-habisan,’ umpat Lauren dalam hatinya. “Iya Nyonya, makanya aku mau menikah dengan Romeo,” ingin muntah rasanya saat dia mengatakan hal itu.
“Sudah waktunya kami pergi! Sampaikan sama Katie dan Eon Goroses ya,” Tuan Emos Barones meraih tangan Nyonya Emanuela. “Ayo Nyonya, kita akan bersenang-senang,”
Lauren menahan bibir dengan tangan karena mereka sangat romantis baginya. Cup! Pipi wanita itu basah. “Kau mencuri kesempatan! Kau keterlaluan, apa yang kau lakukan hah,”
“Sst, nanti mereka mendengar kita,” Romeo senang sekali karena Nyonya Emanuela menyukai Lauren.
“Jangan menatap seperti itu! Aku takut melihat wajah nakalmu,”
Mereka berdua saling bersungut! Tapi tidak bagi Katie yang memandang dari lantai atas. Dia tak bisa menerima kemesraan yang Romeo dan Lauren lakukan, karena biasanya dialah yang berada di posisi itu. Tertawa dan saling menggoda! Bahkan hampir setiap hari memanjakan dirinya.
"Katie..." panggil Eon Goroses.
Wanita itu membuang wajahnya dan pergi lagi berlalu meninggalkan Eon Goroses. “Kau menggoda semua wanita ternyata Mas,”
“Tidak begitu! Aku hanya berusaha bersikap ramah karena dia calon kakak iparmu,”
Hah, “Terserahlah Mas, aku sedang malas berdebat karena hari ini sangat melelahkan.”
Eon Goroses tak bisa membiarkan Katie bersikap seperti ini padanya. "Katie..." Eon Goroses menarik tangan pria itu dan mengurungnya di atas kepala. Dengan pAdit Eon Goroses mencium wanita yang tengah kesal kepadanya.
Tangan Katie tiba-tiba mendorong tubuh Eon Goroses dengan kuat. “Lauren, Romeo,”
Eon Goroses pun langsung merapikan dirinya. “Ah, kalian mau ke kamar, silahkan,” ucapnya.
Romeo dan Lauren tidak berkata apapun mereka melewati sepasang kekasih yang tengah bercinta itu dengan santai. Sampai di kamar,
“Adikmu memanggil kita dengan nama saja,?”
Romeo mengangguk! “Itu karena umur kami dekat! Dan Katie sendiri tak ingin memanggil dengan embel-embel seperti itu,”
Lauren hanya mengangguk! “Sebaiknya aku lebih banyak tahu tentang keluargamu,”
"Kau akan mengetahuinya sebentar lagi, aku harap berhati-hati dan tak terkejut."
Wajah Lauren terlihat bingung! "Apa aku harus waspada di setiap gerak? aku calon istrimu bukan penyusup!"
Rasanya gemas sekali melihat Lauren seperti ini tapi Romeo tetap berusaha untuk stay cool.
Dia berjalan mendekat, Lauren melangkah mundur. "Segitu takutnya kau padaku,"
"Ya, aku memang takut padamu, sangat takut karena kau gila," ucap Gracia sedikit berbisik geram.
"Jangan marah terus Bebeh, kau bisa sakit," Romeo mengatakan itu tepat di ujung telinga Lauren.