Bab 20

1100 Words
Di meja makan, hanya ada empat orang anak manusia yang berada dalam diam. Nyonya Fransisca yang pergi setelah menyiapkan makan malam pun membuat mereka semakin kikuk. Tidak ada yang saling bicara, mereka terdiam seribu bahasa. “Aku selesai,” ucap Katie yang berdiri dan hendak meninggalkan mereka semua. “Katie, mau kemana? Ayo kita main dulu, apa yang biasa kamu mainkan?” tanya wanita itu sok akrab! Romeo yang mendengar ajakan Lauren pun menyunggikan senyum. ‘Kau akan memulai permainanmu Grec, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi padamu,.’ Romeo terkekeh di dalam hatinya. Mereka akhirnya selesai makan! Lauren mengajak Katie bermain carut. Semua terlihat baik! Seperti biasa, Lauren terus mengoceh sedangkan Katie tak menanggapi. “Ah, kau hebat sekali Katie,” “Silahkan di minum, kau terlihat lelah karena terlalu serius Grec,” Lauren terkekeh! “Ayolah panggil aku kakak! Jangan seperti itu,” “Maaf, aku sudah terbiasa! Hal seperti ini akan sulit untuk di ubah,” jawabnya santai dan itu sungguh membuat Lauren terkejut. Wajah Katie yang lembut sangat berbeda jauh dengan tingkahnya yang agak kasar. “Wah, kau pandai sekali membuat jus! Aku suka ini,” ucapnya sambil tersenyum. Romeo tak henti memandang Lauren! Dia sangat ingin melihat apa yang terjadi sebentar lagi. “Ayo kita mulai lagi, sekarang giliranku dan Lauren,” ucap Eon Goroses yang membuat Katie sangat jengah. Romeo berdiri dari tempat duduk dan menatap ke arah Eon Goroses dengan sinis! “Ayo! Kau lawanku,” “Sstt,” suara berdecis membuat Romeo menatap ke arah Lauren. “Perutku sakit sekali,” ucapnya, “Aku harus ke toilet,.” wanita itu kembali berkata dengan buru-buru. Katie tersenyum dan itu terlihat oleh Romeo. Pria itu pun berdiri, “Ayo sayang,. mana yang sakit, katakan padaku,” “Cih, b******k kau,” bisik Lauren. Romeo tersenyum senang! “Lebih baik begini saja! Kita akan lebih cepat,” ucapnya yang tiba-tiba mengangkat tubuh Lauren. Wanita itu malu sekali, hingga menyembunyikan wajah di balik d**a Romeo. “Kau luar biasa, Tuan,’ “Terimakasih atas pujianmu, Nona,” Katie kesal dan sakit hati! Kali ini dia hanya bermain-main saja! Tapi tidak untuk lain kali. "Turunkan aku,. kau tahu aku pura-pura tapi masih saja mencuri kesempatan. Hah, bisa-bisanya dia ingin meracuniku dengan obat sakit perut, aku rasa ada sesuatu yang terjadi pada Katie, yah ini hanya analisa saja kau tak perlu marah dengan ucapanku ini." Romeo tersenyum dan kembali mengangkat tubuh Lauren menuju kamarnya. "Jangan banyak bicara kau sedang sakit bebeh, apa kau tak lihat ada seseorang yang perhatikan kita," bisik Romeo pelan. Lauren sedikit mengintip dan melihat dengan jelas wajah Katie yang berada di antara ambang pintu. "Tak usah khawatir sayang semua akan baik-baik saja, aku meminta kau memanggilkan dokter!" "Baiklah aku akan melakukan apapun yang kau mau! apalagi ini menyangkut kesehatan," Romeo mencuri kesempatan! dia mencium bibir Lauren perlahan, memanggut dengan pelan! hingga suara decapan terdengar dari dua bibir yang beradu tersebut. "Romeo, terima kasih karena kau selalu mencintaiku," ucap Lauren di sela-sela ciuman mereka. "Yeah Bebeh, aku akan sangat senang melakukannya untukmu, hanya kau Gracia, Aku akan segera menikahimu," Romeo kembali mengambil kesempatan nya dengan menciumi leher Gracia, wanita itu kini mengumpat di dalam hatinya! Dia sangat kesal dengan situasi yang tidak menguntungkan sama sekali.. Katie menggigit bibi sendiri! Dia pergi dari tempat tersebut karena terlalu sakit hati. “Apa dia sudah pergi?” Romeo menggeleng! “Belum,” dia mendekat pada Lauren . “Kita harus lebih panas lagi, mereka harus yakin kalau kita ini pasangan! Aku tidak mau ada yang curiga sama sekali,” bisiknya di ujung telinga Lauren, “Mulai malam ini aku akan memanggilmu ‘CIA’ apa kau suka? Anggap saja itu panggilan manja dariku,” “Stop! Jangan maju lagi, aku sangat muak denganmu, jangan menambah hal yang tidak penting demi kehidupan kita selama lima tahun ke depan.” Lauren menahan tubuh Romeo yang terus maju. Mata pria itu menyalang! “Satu kali lagi,” ucapnya yang kini meraup bibir Lauren hingga wanita tersebut mendesah kuat! Dia tak bisa menahan dirinya karena Romeo bermain dengan sangat brutal. “Stop aku bilang! Jangan menambah kemarahan ini, kau benar-benar,” teriaknya karena merasa sangat sakit karena kuluman Romeo sangat menyakitkan. “Apa kau lihat, ini berdarah,” Romeo tidak menjawab karena dia masih menikmati apa yang baru saja dirinya lakukan, “Kau seksi Lauren, bahkan bibir ini terasa sangat manis,” Romeo mengusap jempolnya pada bibir wanita tersebut. “Semua yang terjadi tidak semudah yang kau pikirkan!” Lauren mendengus, “Aku sudah melihatnya! Bahkan dia memberikanmu obat tidur di malam kita datang! Menaikimu dan melakukan seks oral. Aku melihat semuanya Romeo, tidak ada hal yang perlu kau sembunyikan. Hanya saja kita perlu bicara lebih lanjut karena aku pikir kita hanya akan menikah dan memiliki anak,” Pria itu menunduk! “Aku sudah berusaha untuk menghindarinya,” “Aku tahu! Tapi untuk pencuri akan selalu ada jalan, Romeo, pertanyaanku untukmu hanya satu! Apa dia memiliki kelainan,?” “Hah, Lauren, Lauren! Kau sangat cerdas, aku tidak salah menjadikan kamu istriku,” dia menarik tangan Lauren mendekat. “Kita akan memiliki banyak anak selama lima tahu,” ucapnya tepat di telinga Lauren, Romeo berusaha memancing gairah seksual wanita itu. Tentu saja Lauren bergetar! Yang ada di hadapannya saat ini Romeo, bintang kampus yang terkenal sangat dingin dan memiliki segalanya! Uang, latar belakang dan kemampuan otak. “Menjauh dariku,” “Apa kau berdebar, lihat ini,” “Ah, Romeo,” teriak Lauren saat pria itu menekan ujung buah dadanya! “Kau gila, lepaskan, kau pikir ini permainan,? lepas,” Tak lagi! Romeo berdebar dan adik kecilnya merespon teriakan Lauren. Dia menindih wanita itu di antara lemari! Bibirnya menyesap dengan nikmat leher jenjang itu, berulang kali Romeo memuji, “Kau seksi, kau seksi Lauren," Lauren hampir saja tenggelam dalam rayuan iblis! Sampai suara ketukan membuat Romeo dan Lauren kembali dalam kesadarannya. "Apa aku mengganggu kalian," Romeo menggertakan gigi! ada saja manusia pengganggu di dunia ini. "Tidak, apa yang perlu aku lakukan untukmu Eon Goroses?" Pria itu tersenyum senang! "Temani aku keluar, ada yang ingin aku lakukan, apa kau keberatan?" Ini kesempatan Lauren untuk pergi dari hadapan Romeo. "Tidak ada masalah sama sekali! aku akan ikut denganmu," "Lauren, aku masih bicara denganmu! Eon Goroses Aku harap kau keluar sekarang!" "Tunggulah di bawah Aku akan menyusulmu sebentar lagi." ucap Lauren tersenyum manis pada Eon Goroses. Setelah pria itu pergi dari ambang pintu, tangan Romeo mencengkram kuat! dengan buas dia mencium dan memanggut bibir Lauren. Dan tak lama dia menuruni ke leher wanita tersebut dan meninggalkan jejak kemerahan. "Romeo," Lauren meronta, Pria itu tersenyum jahat! "kau boleh pergi sekarang,"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD