Bab 7

1065 Words
Pagi ini di kamar Sharoon sangat sibuk dan berantakan karena perempuan tersebut mengacak-ngacak semua barang yang ia bawa. Perasaan cemas muncul di hati wanita tersebut Karena jarang sekali dia melakukan kesalahan seperti ini. "Kemana flash disk itu! Aku meletakkan dalam koper! Laptop ini juga kenapa tidak bisa digunakan! Bencana besar!" Sharoon bergumam pada diri sendiri. Tok tok, "Apa yang terjadi? semua orang sudah berkumpul di ruang rapat hotel ini! Aku nungguin di bawah, cepat!" "Ya," Jawab Sharoon pada Eon Goroses yang sejak tadi sudah bolak-balik mengetuk pintu kamarnya. "Oh Tuhan," Wanita tersebut merutuki dirinya sendiri karena lalai meletakkann berkasnya sembarangan. Ini adalah pertama kalinya bagi Sharoon melakukan kesalahan. Biasanya wanita tersebut selalu teliti melakukan apapun. Dengan lengkah barat Sharoon pun menuju ruang rapat di hotel ini. Dia membuka pintu tersebut dengan menelan saliva berkali-kali. Mata Eon Goroses langsung menangkap Sharoon yang baru saja datang. Dia senyum tipis melihat wajah pucat wanita tersebut. Sharoon yang terus meremat jarinya karena rasa takut pun berusaha menenangkan diri dan bersikap seolah dia orang yang sangat kuat. "Selamat pagi semuanya." Sapa Sharoon, Sambil membungkuk. "Saya minta maaf! Karena saya sudah melakukan kesalahan. Semua bahan rapat kita pagi ini berada dalam flashdisk dan laptop saya. Saya mo-" "Anda menyia-nyiakan kami. Apa Anda begitu menganggap kami sangat enteng? Saya tahu anda melakukan ini karena anda anak Tuan Emos Barones. Apa Anda pikir, semua yang anda lakukan akan kami terima begitu saja? Mohon hargai kami yang datang dari jauh," Ucap sebagian dari mereka yang berdiri dari tempat duduk dan diikuti yang lainnya. Sharoon terdiam sejenak! Lalu dia berkata. "Pihak perusahaan akan mengganti rugi segala akomodasi yang anda keluarkan. Bapak/Mami saya mohon untuk tetap tenang. Kami tidak mungkin menyia-nyiakan anda! Perusahaan kami selalu mementingkan mitra." "Maaf Sharoon, semua kesalahanmu jangan kau limpahkan pada perusahaan. Semua ini tak bisa kau lakukan dengan semudah itu. Jika kau berkata dengan sangat enteng maka harga diri mereka semakin mudah kau buat." Paramitra tersebut saling berbisik mendengar ucapan dari mulut Eon Goroses. Semua yang dikatakan pria itu memang benar! tapi kenapa dia semakin mempersulit keadaan. "Lebih baik anda tidak menggunakan pekerja seperti ini walaupun dia anak Tuan Emos Barones sendiri." Rapat tersebut bubar begitu saja, Eon Goroses langsung mengangkat ponselnya menelepon ke perusahaan. "Tolong buat surat pemberhentian untuk Nona Sharoon. Dia melakukan kesalahan yang fatal dan tidak ada dapat ditoleransi. Selain itu dia merugikan perusahaan," Sharoon yang ada di sana tersentak dengan kalimat pria tersebut. "Apa harus mengucapkan begitu saja kalimat pemacetan diriku? aku bukan ingin membantah! tapi sebaiknya bicarakan dulu pada pimpinan yang lain." "Aku yang memegang kendali untuk perusahaan ini! Perusahaan ini sudah berikan padaku secara utuh untuk di pimpin. Jangan mementingkan perasaanmu saja, dan dari mana asal-usulmu. Semua orang yang merugikan perusahaan berhak untuk di pecat." Sharoon terduduk di kursinya! "Selamat siang Mas," Sapa Katie yang masuk begitu saja ke ruang rapat yang hanya ada Sharoon dan Eon Goroses di sana." "Katie, Kamu nyusul aku beneran,?" "Iya dong, Aku juga membawa orang dari perusahaan yang bisa membenarkan laptop Sharoon." "Cih, kalian memuakkan, Sandiwara apa lagi yang saat ini kalian mainkan, hmmm? Aku cukup paham siapa kalian sebenarnya! Jika kalian ingin memecatku tak seperti ini." "Mas mecat Sharoon?" "Panggil aku kakak," "Duh jaman sekarang, kita juga cuma beda dua tahunan," Eon Goroses memicingkan matanya. "Kamu minta di hargai terus," Sharoon menggigit bibirnya sendiri karena terlalu kesal melihat Eon Goroses dan Katie. "Baik, aku akan pergi jika itu yang kalian inginkan!" Wanita tersebut pergi dari tempat itu dan masuk ke dalam kamar, membereskan semua pakaian dan bersiap untuk pulang ke Jakarta. "Duh, kamu di pecat,? Gimana kalau Kak Romeo tahu, pasti malu banget," Sharoon berbalik dan tersenyum! "Sayang sekali Romeo selalu membanggakan aku! Sharoon yang pintar, Sharoon yang cantik, Hahhaaaa, Katie, Katie, Aku dan Romeo itu kembar! Apapun yang terjadi kau tidak akan mendapatkan perhatian dia lebih dari aku." Ucapan itu terlontar juga akhirnya dari mulut Sharoon setelah sekian tahun ia menghadapi adiknya itu. Katie mengepalkan tinju! Dia menatap sinis ke arah Sharoon. "Cih," Wanita tersebut meludahi wajah kakaknya. "Kau itu iblis yang merebut milik orang lain, Aku tak pernah ingin menjadi seperti Mami, Aku tak ingin wajah seperti ini. Aku ingin mata coklat itu, aku ingin dagu lancip dan lengsung pipi itu, Aku ingin seperti Emos Katinggan, bukan Nyonya Emanuela si udik," teriaknya histeris. "Apa itu salahku,? Katakan! Apa itu salahku? Apa aku yang menentukan wajah kita seperti apa? Sharoon mendorong Katie yang sudah seperti orang kesetanan. "Selama ini aku diam, aku tak ingin Mami terluka karena kau, Tapi lama-lama melunjak sekali ya, Kau tak menghargai keluargamu sendiri," Geram sekali wajah Sharoon pada adiknya. "Wajah ini? Perlu di hargai? Apa kau tahu aku harus pergi perawatan dan menjaga pola makanku karena mengikuti gan wanita udik? Hahhaaaa, Kalau kau iya! SENANG, Mau ngapain aja kau tetap cantik, kan?" "Diakui! Kau mengakui kecantikanku! Kau mengakuinya Katie, Wah aku merasa melayang dan tersanjung sekali! Pantas Romeo selalu membawa aku pergi kemanapun. Aku rasa dia bukan malu karena wajahmu! Romeo malu karena sikapmu tak mencerminkan keluarga Emos Katinggan." Di tempat lain Tuan Emos Barones yang mendapatkan laporan tentang anaknya hanya bisa menggelengkan kepala! "Dia licik seperti Barones! aku harus bagaimana lagi? bisa kau jelaskan padaku? ini keadaan yang tak biasa dan aku tak bisa memikirkan seorang diri. Baik Sharoon ataupun Katie adalah anakku yang paling aku sayangi di dunia ini," "Anda sudah cukup baik sebagai orangtua, begitu juga Nyonya Nyonya Emanuela. Tapi anda sendiri tahu jika keadaan ini tak sembarangan datang. Saya melayani anda sejak anda masuk ke dalam perusahaan! saat anda memiliki Nyonya dan anak-anak anda! dengan mata kepala saya sendiri semua orang membandingkan Sharoon dan Katie. Mereka berdua sangat jauh berbeda! tapi Nona Katie memiliki kecantikan yang lembut dan ke Mamian seperti Nyonya Nyonya Emanuela! seharusnya di sangat bahagia dengan mendapatkan hal tersebut." "Kau benar sekali! mereka semua yang dari awal suka membedakan Katie dan Sharoon. Mereka memandang fisik anak-anakku! dan mengenai Romeo semua itu terjadi karena Katie merasa Sharoon mengambuil Romeo darinya. Padahal Romeo ada di pihak mereka berdua." "Saya merasa keputusan anda sangat tepat denga membawa Tuan Romeo jauh dari Nona Katie. Ini sangat ganjil untuk tak di perhatikan, Tuan." "Aku tahu, tapi aku tak bisa mengendalikan sendiri! Aku merasa melihat Katie seperti melihat Papiku dulu. Senyumnya sangat mengerikan dan dia bisa membuat orang-orang yang tak mengenalnya sebagai benteng. Wajah yang Nyonya Emanuela turunkan di jadikan sebagai tameng." "Nona Katie bisa di katakan memiliki wajah tak berdosa,"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD