Bab 19

1308 Words

Bab 19 Ika mencoba untuk bangkit sendiri. Dia sadar tidak ada yang bisa untuk membuatnya maju selain dia sendiri. Oleh karena itu bangkit dari keterpurukan adalah tujuan utama. Di telinga Ika, selalu terngiang-ngiang ucapan Bu Melia dan Arsyad selama ini yang selalu menganggapnya tidak bisa apa-apa seorang diri. "Aku berjanji akan membuktikan bahwa aku bisa bangkit tanpa mereka. Meski tanpa orang tua dan tanpa saudara." Ika meraih ponselnya dari dalam tas. Menelpon seseorang. "Halo selamat siang bapak pengacara Edwar Galih," "Ya selamat siang," "Seperti kata saya kemarin, saya minta tolong sama bapak untuk mengurus perceraian saya dan Arsyad. Satu lagi, saya juga minta di bantu untuk mengurus over kredit rumah kami. kedua masalah itu saya serahkan kepada bapak secara utuh. Mohon k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD