Bab 21

1297 Words

Bab 21 "Maksudnya?" Naura sedikit kaget. "Sebenarnya, kamu mengenaliku Naura." "Emangnya mbak siapa?" Naura heran. "Ini aku, Naura," wanita empunya butik membuka maskernya, dan ... "Mbak Ika ...? Kamu ... Kamu ...?" Naura dan Arsyad terkaget-kaget. Kedua mata mereka melotot. Tidak percaya dengan siapa yang dilihat. "Maksudnya yang punya butik ini Mbak Ika, begitu?" Tanya Naura. "Ya tepat sekali." Jawab Ika. "Tidak mungkin. Mbak pasti bohong. Mbak mengaku-ngaku demikian, karena tidak ingin kalah saing dengan bukan? Dengan pura-pura punya butik." Naura menggeleng-gelengkan kepala. "Ya sudah kalau kamu tidak percaya, tidak apa-apa. Lagipula, meski kau percaya atau tidak, itu tidak akan mempengaruhi butik ini." Balas Ika dengan nada lumrah biasa-biasa saja. Namun, jawaban itu tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD