Selly sudah masuk ke kamar dan tiduran di kasur. Dia memiringkan tubuh mencoba mencari kantuk. Tapi malah bayangan di hotel terus terbesit di pelupuk matanya. Saat di hotel, flashback On... . "Aku fikir, kamu tau apa yang aku inginkan!" Selly mengelus pipi Ibas dengan pria itu menatapnya intens. "Be gentle for me..." Tatapan Ibas sedikit melunak, nampak teduh. Pelukannya pun lebih hangat. Mengandung bahasa cinta penuh ketulusan, dia merebahkan kepalanya di d**a Selly. Lemas, tapi yah... mau gimana lagi. "Baiklah, aku tidak akan lebih jauh... ." Ibas mengangkat kepala tiba-tiba. Membuat Selly kaget. Matanya menerjap pelan. "Aku bilang tidak akan melakukannya sekarang, bukan berarti tidak sama sekali,ya. Kamu harus waspada!" Ibas mengacungkan telunjuk. Alih-alih takut dengan a

