Kegiatan belajar sedang dimulai, ditempat yang tadinya hampir dirobohkan Ariba, kini malah terdengar tawa renyah dari anak-anak. Rumah singgah itu sendiri terdiri dari dua ruangan. Satu sekat dibuat untuk 'ruang tunggu' karenanya, tempat itu ramai diisi alas tidur dan lebih banyak dikediami beberapa keluarga pasien UGD dan ICU. Mereka yang memilih 'stay' bisa tidur di sini ketimbang mesti pulang pergi. Sebenarnya disetiap lantai kamar rawat pun ada ruangan untuk keluarga pasien. Tapi tidak sebesar di sini. Dan sekat kedua dirombak menjadi kelas. Seperti suasana kelas pada umumnya, tempat itu juga dihiasi beberapa gambar demi mendukung proses belajar mengajar. Tapi itu juga yang membuat Ariba tidak setuju. Dia sangat ingin menghancurkan bangunan tua bekas gedung UGD lama--sebelum akh

