Demi bunda

1110 Words

"Seriusan, Om? Tapi, aku gantinya nanti kalau udah kerja. Om janji dulu jangan kasih tagihannya sama Ayah atau Bunda." Tegar tertawa. Pertama, ia senang melihat kondisi Bayu sedikit lebih baik karena tak lagi harus mengenakan masker oksigen. Kedua, anak itu tampak sangat bersemangat. "Emang Om kelihatan kayak penagih utang, hah?" semprotnya sembari mengusak rambut Bayu. Sebenarnya, tak ada satu pun yang berniat menjadikan itu sebagai utang, tetapi mereka tahu betul Bayu seperti apa. Jadi, mereka hanya mengangguk saja tatkala Bayu menganggap itu pinjaman. Bayu tersenyum canggung. "Tapi, kalau aku mati duluan gimana, ya, Om? Siapa nanti yang bayar utangku? Ayah kasihan. Bunda? Masa semua hadiah buat Bunda jadi utang. Satu-satunya barang berharga yang aku punya juga cuma jam tangan dari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD