"Bu, aku boleh tinggal di sini?" Viona yang dalam keadaan setengah mengantuk langsung tersadar penuh mendengar suara itu sesaat setelah membuka pintu. Kelopak matanya melebar sempurna melihat Bayu berdiri di teras rumah dengan hoodie kebesaran yang tampak basah. Anak itu juga membawa sebuah ransel di punggungnya. "Ya Allah, Nak. Ayo masuk." Fahmi langsung terjaga mendengar ribut-ribut di luar kamar. Lelaki itu keluar dengan kondisi tak jauh beda. "Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok--" kalimatnya menggantung, berganti keterkejutan melihat kondisi Bayu sekarang. "Bayu, kenapa malam-malam ke sini sendiri, Nak? Kehujanan lagi. Ini apa? Kamu diusir sama mereka?" Bayu menggeleng, kemudian menyunggingkan seulas senyum. "Enggak kok, Yah. Aku cuma mau tinggal di sini aja. Ayah sama Ibu enggak k

