Hari-hari berlalu tidak terasa dua minggu sudah Armand berada di kota Malang. Jauh dari jadwal awalnya yang mengatakan akan menyelesaikan pekerjaannya di sana kurang dari satu minggu. Hans juga memperkirakan hal yang sama. Tetapi entah apa yang membuat Armand seakan mengingkari janji atau dia yang lelet dalam pekerjaan. Hans mulai menggerutui hal itu. Armand memiliki alasan yang membuatnya enggan untuk balik ke Jakarta. Ia ingin berlama-lama di kota Malang ini. Ia rela melupakan tugasnya yang sedang di kendalikan oleh Hans di di sana. Hanya demi seorang perempuan beranak satu. Bagaimana lagi, ada perasaan yang masih tertahan di dalam sana. Ingin segera ia katakan, namun Armand belum siap untuk menyatakan. Terlebih Qenna masih dalam fase pemulihan perasaan. Semua butuh waktu bagi perempua

