Armand menghampiri Qenna, dengan langkah perlahan wajah Qenna semakin jelas. Hingga akhirnya langkah pria itu terhenti tatkala, Qenna kini menoleh padanya. Dunia seakan berhenti, dedaunan juga berhenti bergerak. Manik mata mereka saling bersilang pandang. Degup jantung mereka juga ikut berirama. Diikuti darah yang berdesir hebat. Suasana tegang seketika dalam waktu yang cukup lama. Sedetik kemudian, Qenna tersentak saat ia menyadari manik matanya melihat seorang pria yang telah membuka kan pintu hatinya lagi. Mereka saling gelagapan, tidak tahu harus mulai dari mana untuk berbicara. "Hai ... Apa kabar?" Armand tersenyum hangat pada Qenna. Dengan bola mata berbinar-binar."Sudah lama kita tidak bertemu." Qenna tersenyum getir."I-iya ... Baik, Alhamdulillah baik." "Ternyata Qiara anak

