BAB 8

822 Words
Pagi-pagi sekali, Aisyah sudah bangun. setelah melakukan sholat shubuh, ia lansung keluar dari kamar untuk membereskan segala sesuatu dirumah itu. Baru saja Aisyah sampai di lantai bawah, tiba-tiba Aisyah di kagetkan oleh Alex yang sudah duduk di ruang tamu. “ Kemari kamu," ucap Alex memanggil Aisyah. Mau tidak mau Aisyah terpaksa menghampirinya. Sebenarnya ia masih takut, kalau Alex kembali berbuat seperti semalam. “ A... Ada apa, Tuan ? " Tanya Aisyah gelagapan. “ Aku sudah mempertimbangkan permintaan mu semalam. " Ucapnya. “ Permintaan saya yang mana Tuan.?" Aisyah bingung, permintaan yang mana yang Alex maksud. Karena semalam, permintaannya cukup banyak. “ Permintaan mu yang mana lagi, bukankah semalam kamu memintaku agar menikahimu, kan? " Ujarnya berteriak dengan nada mulai tinggi. Aisyah kaget, tubuhnya mulai gemetar lagi karena takut akibat bentakan keras Alex. “ I... Iya Tuan, saya ingat. A... Apa Tuan ingin mengabulkan permintaan saya.? " Tanya Aisyah gelagapan. Alex terdiam sejenak. “ Ya, tapi sebelum aku mengabulkan nya, kamu harus berjanji dulu padaku. " “ Apa itu, Tuan? " ucap Aisyah bertanya. “ Setelah aku menikahimu, jangan berani-berani kamu menolakku lagi. Aku sangat benci dengan penolakan, kamu paham? Jika kamu masih melakukan hal kayak semalam, aku akan menyeretmu keluar tanpa ampun dan menyerahkan mu kembali pada Gery. " Ancam Alex. “ Iya Tuan, saya janji. " Ucap Aisyah patuh. “ Dan, satu hal lagi. Jika ada orang yang tidak kamu kenal datang kesini, jangan pernah kamu mengaku bahwa kamu itu adalah Istri simpananku, tapi kamu katakan kalau kamu pembantu dirumah ini. Mengerti ? " “ Baik Tuan.? " Ujarnya mengangguk. “ Ya sudah, nanti aku akan coba mencari penghulu, kamu bereskanlah kerjaan mu sekarang. " Jelas Alex. Aisyah menganguk. Antara senang bercampur sedih, entah apa yang di rasakan Aisyah saat itu. Yang pastinya ia hanya bisa berdo'a, semoga hari-hari nya kedepan bisa berjalan lebih baik setelah ini. Sementara Aisyah sibuk menyelesaikan pekerjaannya, Alex juga sibuk mencari penghulu yang menyediakan layanan Nikah Siri melalui media sosial. Hingga akhirnya, ia pun menemukan salah satu akun f*******: yang menawarkan jasa Nikah Siri. Alex mencoba menghubungi nomor ponsel yang tertera di bagian info akun f*******: tersebut. Saat di telpon, ternyata benar. Pemilik nomor itu adakah seorang Penghulu yang melayani pasangan yang ingin melaksanakan Pernikahan secara siri. Alex kemudian menyampaikan semua maksud dan tujuannya kepada Penghulu tersebut. Ia pun akhir nya bersedia memberikan jasanya pada Alex. Lelaki paruh baya itu pun kemudian menyebutkan persyaratan apa saja yang harus di lengkapi terlebih dahulu, setelah itu baru menentukan hari pernikahan. Alex menyanggupi semua persyaratan yang di mintanya. Hingga akhirnya, mereka sepakat akan melangsungkan pernikahan Aisyah dan Alex pada esok harinya. Setelah memutus sambungan telepon dengan Penghulu tersebut, Alex lansung menghubungi pak Yusuf untuk membantunya mempersiapkan semua persyaratan pernikahannya dengan Aisyah. Pak Yusuf dengan segera langsung melaksanakan perintah Tuan muda nya tersebut. Dalam waktu kurang lebih dari 2 jam, pak Yusuf telah selesai menyiapkan semua persyaratan yang di perlukan. Mulai dari foto copy ktp, pas poto kedua pasangan, dan juga mahar. Ia kemudian menyerahkan semuanya kepada Alex. Alex juga meminta pak Yusuf dan Istrinya menjadi saksi di pernikahan nya dengan Aisyah pada esok hari, ia juga meminta agar pak Yusuf merahasiakan pernikahan nya itu dari ibunya Maria. Pak Yusuf mengangguk patuh, dalam hatinya pak Yusuf sangat senang, akhirnya Alex mau menikahi perempuan yang telah di rusaknya itu. Ia tidak menyangka dengan watak Alex yang keras bisa melunak oleh Aisyah. Ia yakin Aisyah adalah anak yang baik, suatu saat Aisyah pasti bisa membuat Alex meninggalkan kebiasaan buruknya yang lama. “ Malam ini aku tidak menginap disini, bi Surti istrinya pak Yusuf akan menemani mu disini nanti malam. Besok pagi kamu bersiaplah, kita akan ke tempat Penghulu. " ulUcap Alex berbicara pada Aisyah. “ Baik Tuan. " ucap Aisyah Setelah itu, pak Yusuf pergi bersama Alex menuju kantornya. Sepeninggalnya Alex dan pak Yusuf, ada seorang wanita kira-kira berusia 45 tahun datang kerumah itu. Ia adalah Surti istrinya pak Yusuf. “ Siang Nyonya, saya bi Surti istrinya pak Yusuf. Tuan Alex meminta saya untuk menemani Nyonya muda malam ini. " “ Oh iya bi, panggil saya Aisyah saja, tidak usah panggil Nyonya. Lagi pula saya bukan Nyonya dirumah ini. " Ucap Aisyah dengan tersenyum sungkan. “ Oh ya sudah, kalau begitu saya panggil Non Aisyah saja. " balas bi Surti. “ Terserah bi Surti aja deh kalau begitu. " Ucap Aisyah kemudian. Aisyah lalu mengajak Bi Surti untuk mengobrol di ruang tamu. Lama mereka mengobrol, hingga mereka merasa lebih akrab. Bi Surti sangat menyukai tutur bahasa Aisyah yang sopan dan sangat menghargai orang yang lebih tua darinya, ia yakin Aisyah adalah anak yang baik, Alex tidak akan salah pilih lagi kali ini. Hingga malam pun tiba. Setelah makan malam, mereka kembali mengobrol. Karena Alex memerintahkan Surti untuk menemani Aisyah, maka malam itu ia terpaksa menginap di sana. Kebetulan bi Surti dan pak Yusuf belum di karunia anak setelah 20 tahun mereka menikah, jadi tidak ada yang perlu di khawatir kannya dirumah. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD