40

1628 Words

Zee bahagia melihat perkembangan hubungam papa dengan mamanya. Ada kesempatan bagi keduanya untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik. Sementara kandungan Zee sudah memasuki bulan ke tiga, Zee mulai bingung beberapa celananya sudah tidak bisa dipaksakan. "Kamu kenapa resah sih?" tanya Roi pada Zee yang terlihat mendesah berkali-kali di depan lemarinya, sementara ada sebagian baju serta celana yang bertumpuk tak karuan. "Hmmm nggak seksi lagi ntar kalo sudah hamil," guman Zee perlahan. "Laaah malah kebalik sayang,  aku malah suka badanmu yang sekarang,  alah dulu kayak papan setrikaan luruuus aja,  kalo sekarang aduhai deh semuanya membesar dan padat kayak ini niiiih," Roi seketika mencium d**a Zee dan Zee menjerit-jerit sampai mama mengetuk pintu kamar Zee meski terbuka sedikit.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD