19

1748 Words

“Aku melepaskannya Roi, aku tidak mau jadi egois,  mempertahankan Andre dan membiarkan bayi itu tumbuh tanpa papa, aku sudah merasakan bagaimana hampanya hidup tanpa kasih sayang orang tua bertahun-tahun," ujar Zee pada suatu sore di apartemen Roi. Roi menatap Zee dengan tatapan iba, ia tahu Zee terluka. "Baguslah,  akan lebih baik seperti itu mak," sahut Roi sambil mengaangguk-angguk. "Berhentilah memanggil aku emak, Roi, aku tidak pantas jadi emakmu," ujar Zee dengan wajah jengkel. "Menurutmukan, lihat di kaca, wajahmu kurus terlihat tua, kalo kadung ngomong nggak brenti-brenti, ubahlah nampilanmu, buat segar,  jangan seolah-olah karena Andre kamu jadi hancur, mau aku makeover hmmm dan aku akan berhenti memanggilmu emak," Roi mengangkat alisnya memberi penawaran pada Zee. Roi meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD