Bertemu Bernard

1028 Words
Tania terdiam sejenak, mengikuti alur dari bibir Xavier yang bergerak, hingga dirinya terkesiap bahwa apa yang sedang terjadi sekarang ini, sangatlah lembut. "Tung-tunggu!" Tania mundur dengan cepat, membulatkan mata secara tidak percaya atas apa yang terjadi barusan. Diriku menikmati cumbuannya! Astaga, jangan sampai pria gila ini semakin mendekapku. "Janda yang satu ini, lebih menarik dari mantanku," bisik Xavier. Tania merasa kesal, ia tidak ingin dibandingkan dengan Valerie yang notabennya w************n. "Kau! Ini terakhir kali dirimu menyiumku, Xavier, dan lain kali ... aku harus waspada dan berhati-hati, karena pria di depanku amatlah berbahaya, juga buas," ujar Tania, kemudian meninggalkan pria tersebut. Namun, ia berhenti kemudian, dan perlahan berbalik lalu menatap Xavier yang tersenyum-senyum. "Cepatlah bergerak, kenapa lama sekali?" "Bergerak ke mana?" "Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Tuan Xavier, tolong ... cepatlah!" "Baik, baiklah, kenapa kau m***m sekali? Tolong bersabar sedikit, kita akan melakukannya nanti, jadi harap tenang." Xavier pun menyusul Tania dan melewati gadis tersebut yang menunjukkan wajah kesal setengah mati. ♤♡◇♧ Di kediaman Sean, Valerie tengah berada di kamar dan sedang diikat di sana, kedua tangannya bentangkan di atas kepalanya, kemudian diikat. "Xa-xavier, tolong aku," gumam Valerie, dia tahu bahwa Xavier takkan pergi ke sini karena dirinya telah memutuskan pria tersebut dengan tega, dan ia pun menyesal, jika dirinya tahu akan seperti ini, niatan untuk menghancurkan rumah tangga Tania, takkan pernah ada. Tangannya yang semakin lama diikat, tentu mengakibatkan rasa sakit yang semakin pedih, bukan hanya tangannya, kakinya pun juga mengalami hal yang sama. Tak lama kemudian, Sean membuka pintu dan menghampiri Valerie, saat mulutnya terbuka, perkataan yang dilontarkan oleh Sean membuatnya tidak percaya. "Sebelumnya telah kukatakan bukan? Bahwa jangan pernah memberitahukan hal ini kepada Taniaku. Namun kau melanggar janji, kau pun sangat berharap tinggi padahal kau pun telah tahu, jika kita melakukannya sebatas sama-sama mau, tak ada cinta yang melandasi, karena aku sangat mencintai mantan istriku, yaitu Tania. Karena kau tidak menepati janji, maka terimalah hukumanmu ini, aku akan membuatmu menderita selama Tania belum berada di sisiku," pungkas Sean, kemudian keluar kembali dari kamar tersebut, sementara Valerie menitikkan air mata, ia tidak sanggup memanggil pria itu lagi, karena takut rasa sakit yang diterima, akan lebih parah. "Tania, maafkan aku, sekarang ... diriku benar-benar menyesal." Sean, pria yang berumur 30 tahun, sedang dalam kondisi yang tidak baik, hubungannya dengan Valerie hanya sebatas senang-senang saja, tak ada beban ataupun paksaan saat ingin melakukan hal tersebut, mereka tentunya sepakat agar bermain di balik layar, tetapi untuk sekali saja. Namun, Sean salah, karena hubungan hitam inilah yang mengakibatkan kehancuran rumah tangganya dengan Tania, wanita yang amat sabar serta menerima seluruh kekurangannya, bahkan sang mantan istri selalu tersenyum menyemangati Sean ketika tahu bahwa dia pria yang mandul. Mengorbankan berlian hanya untuk tembaga, inilah yang terjadi padanya sekarang ini. Ia mencoba menghubungi Tania, tetapi tidak ada jawaban sama sekali, dia pun mencoba berkali-kali. Namun, dengan hasil yang sama, membuat Sean menghela napas kecewa. "Tania, tolonglah, kembali kepadaku, aku takkan mengulangi kesalahan yang sama, jika memang tidak bisa ... akan kupaksakan sebisa mungkin, tunggulah, sayang." Malam hari, Sean menuju suatu tempat yang dapat membuatnya tenang, juga dapat melampiaskan segala kemarahannya atas kesalahan yang begitu besar telah dilakukan. "Hei, dude, kebetulan sekali kau ada di sini, dan kenapa dengan raut wajahmu? Tidak seperti kemarin-kemarin, apakah kau butuh pelampiasan malam ini?" Bernard, seorang bar waiter yang selalu menyambut tamu dengan ramah dan sopan, sekaligus teman dekat Sean. "Yah, masalahku kali ini sangatlah besar, dan kau tepat sekali, karena diriku membutuhkan pelampiasan, tapi bukan dalam hal itu," jawab Sean. Bernard mengerutkan keningnya, kemudian bertanya, "Terus, dalam hal apa?" "Ekspresi wajahmu, mengundangku untuk memberimu bogeman di pipi kanan, maukah kau menjadi bahan pelampiasanku malam ini?" Bernard menggeleng, Sean agak gila malam ini, jika seperti ini ... pria itu tidak berbohong dengan masalah yang menimpanya sekarang. "Maaf Sean, kalau kau tidak keberatan, tunggulah aku untuk bekerja sebentar, karena tidak lama lagi, temanku akan datang untuk berganti shift, nanti kita manfaatkan waktu istirahatku untuk mencari solusi dari masalahmu," balas Bernard. "Hm, bekerjalah, maaf jika aku mengganggu pekerjaanmu, Nard." "Tentu kau menggangguku, tetapi melihatmu yang amat kacau malam ini, membuatku iba dan memaafkanmu," balas Bernard yang membuat Sean terkekeh, pria itu pun melakukan pekerjaannya hingga temannya yang satu akhirnya datang. "Pekerjaanku telah selesai, Sean. Kali ini, beritahu, apa masalah yang mengganggumu sampai mengacaukan harimu pula." "Sial, sial, dan sial, si Valerie itu mengatakan hubungan gelap kami kepada Tania, dan kau tahu apa yang terjadi? Semuanya hancur, Nard. Rasa-rasanya, aku ingin memusnahkan Valerie. Namun, tidak secepat itu, karena dia harus merasakan penderitaan pula," ujar Sean. Bernard yang mendengarnya, sangat terkejut, lantaran Tania adalah satu dari seribu wanita yang begitu langka untuk didapatkan. "Aku simpulkan bahwa kau sangat bodoh, jika aku menjadi dirimu, sepercik niat pun untuk selingkuh, tidak ada Sean, Tania adalah mutiara yang harus dijaga, dia menjadi sinar dalam kehidupanmu, dan kau mengabaikan hal itu?! Sangat disayangkan, aku hanya dapat memberi saran, bahwa: bersabarlah, dan kejar Tania secara perlahan, jika memang tidak bisa, kau harus mendapatkan maaf darinya, agar keganjalan dari rasa bersalah itu, tidak menghantuimu." Penjelasan Bernard membawa perubahan, akan tetapi, itu belum cukup untuk menyadarkan Sean sepenuhnya, karena tujuan pria tersebut sekarang ini adalah: mendapatkan Tania kembali. "Aku mengakui bahwa diriku salah Bernard dan Tania takkan semudah itu untuk memaafkanku tapi aku akan berusaha dan membuktikan kalau diriku menyesali semuanya." "Bukankah itu konyol? Perselingkuhan adalah hal yang tidak bisa dimaafkan, Sean," ucap Bernard. "Hei, aku tau itu. Seharusnya kau memberiku dukungan agar aku semangat kembali," balas Sean. "Haish, terserah kau saja Sean. Aku akan mendukungmu untuk meminta maaf pada Tania. Namun aku pesankan kau harus menerima kenyataan apabila Tania tak menerima maafmu," ujar Bernard memperingati Sean. "Ck, tentu Tania akan memaafkanku." "Jangan bodoh, apabila kau yang diselingkuhi bagaimana perasaanmu? Kau akan menjadi orang gila dengan emosi yang tak karuan, Sean. Pahami itu, jadi pikirkan cara yang terbaik agar Tania ingin berbicara padamu, jangan pikirkan maaf terlebih dahulu, tapi pikirkan bagaimana cara kalian bertemu dengan baik." Bernard takkan lelah memberitahu Sean, karena Sean adalah pria yang emosional dan terkadang melakukan sesuatu tanpa pertimbangan yang panjang, sama halnya dengan kasus perselingkuhannya, Bernard sangat menganggap bodoh si Sean ini yang pikirannya tidak bisa membayangkan masa depan yang hancur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD