Sarapan di Pagi Hari

1027 Words
Sejak saat kepergiannya, Xavier menuju dunia yang berbeda, di mana hanya dirinyalah yang memiliki kelebihan lain, seperti stamina di atas rata-rata, kemampuan berlari yang cepat, penciuman yang tajam, serta mampu menggunakan ilmu sihir selayaknya Margaretta. Dirinya pun bertemu dengan Valerie, wanita yang memancing perhatian Xavier. Xavier tentu tidak mengajaknya berkenalan terlebih dahulu, ia hanya terus memerhatikan sampai dia benar-benar yakin, bahwa takdir dari moongodnes, telah dilanggarnya. Dalam bangsanya, setiap serigala memiliki pasangan masing-masing, dan mereka akan sehidup semati. Namun, Xavier belum menemukannya, dan keluar dari dunia serigala, adalah pertanda, bahwa dirinya pun terbebas dari takdir tersebut. Ketika dirinya telah memastikan niat, ia pun mendekati Valerie dan pada akhirnya berhasil memiliki wanita tersebut, saat terjalinnya cinta di antara mereka, satu hal yang Valerie herankan terhadap Xavier, yaitu ... Xavier belum pernah menyentuhnya. Perlahan waktu, Valerie pun menjadi bosan dan ingin mengakhiri hubungan dengan Xavier, akan tetapi ... dirinya bingung, ingin mengakhiri melalui apa, hingga tidak disengaja, Valerie melihat Sean tengah mengantar Tania-rekan kerjanya-ke perusahaan. Pesona Sean membuat Valerie merona dalam batin, rasa tertariknya kian membesar dari waktu ke waktu, dan ... ia pun nekat mendekati pria tersebut ketika Sean menunggu Tania yang lembur di perusahaan. Titik permasalahan dalam rumah tangga Sean dan Tania, dimulai dari kejadian ini, di mana Valerie berhasil memancing gairah Sean untuk melakukan cinta satu malam, dengan syarat, Valerie tak memberitahukan hubungan gelap mereka kepada Tania, tetapi ... Valerie melanggar janji tersebut, dan ia terang-terangan menyium Sean ketika datang menjemput Tania di depan perusahaan. Semuanya kacau balau, Sean dan Tania berhasil berpisah, dan Valerie pun terlepas dari kekangan Xavier. Namun, yang didapatkan wanita tersebut, malah kesialan, kesialan karena terkurung dalam kegelapan Sean. Xavier, pria tampan tetapi malang, begitu kuat menghadapi segala cobaan hidup, dan pria itu pun menganggap ini sebagai hukuman dari perbuatannya, karena mengkhianati pack dan juga bangsanya, sehingga ia melanggar larangan dari moongodnes atau sering disebut dengan dewi bulan, yang lebih tepatnya, tuhan bagi makhluk fantasi. Yah ... Xavier hanya perlu menjalani, sampai ia dapat menebus semua dosanya, selain itu ... dia pun berharap bahwa Tania adalah wanita terakhir yang menjadi pendampingnya, tidak peduli kepada siapa mate (pasangan hidup) yang akan ia jumpai nanti, dan pada detik itu pulalah, ia akan me-reject-nya. Reject berarti: Penolakan atau memutus hubungan takdir yang telah ditentukan oleh moongodnes, yang artiannya, si serigala tidak akan mendapatkan pasangan lagi. Namun, itu hanya berlaku di dunia serigala, jika berada di dunia manusia dan si pihak menolak ataupun ditolak, bebas ingin berpasangan bersama siapa, karena tidak ada ikatan lagi. Selama berada di dunia manusia, bagaimana cara pria itu bertahan hidup? Dari mana dirinya bekerja? Pertama kali keluar dari dunia serigala, Xavier terus berburu di hutan, ia terus berusaha agar tidak ketahuan oleh penjaga hutan yang berkeliling, hingga akhirnya, ia beradaptasi dan memulai mencari pekerjaan. Namun, tentu ia harus belajar terlebih dahulu, dan yang mengajarinya adalah Valerie. Pada akhirnya, Xavier bekerja di bidang modelin dengan modal wajah yang tampan dan tubuh yang atletis, membuatnya laris manis, sehingga pria itu bermandikan uang. Bosan dengan pekerjaan tersebut, dirinya beralih ke dunia bisnis, bisnis aneka makanan dan minuman yang dimulai dari bawah hingga memiliki restoran ternama. Bertahun-tahun belajar dan terus beradaptasi hingga berumur 31, dirinya mendapatkan banyak pengalaman, karena pengalaman itulah, ia seperti manusia pada umumnya, tetapi dari segi kekuatan ia pun terus mengasah agar semakin kuat dan terus meningkat kekuatan dari segi pengendalian sihir. Xavier terlalu banyak melamun, tak sadar, Tania berada di belakangnya dan sedang memerhatikan tubuh kokoh pria tersebut. Tania pun berdehem, menyadarkan pria tinggi di depannya secara tiba-tiba. "Ekhem, sedaritadi dirimu berdiam diri di tempat ini, kau melamunkan apa, pria menyebalkan?" Xavier pun berbalik, kemudian menatap Tania, lalu menjawab, "Melamunkan masa laluku." Pikiran Tania langsung tertuju ke Valerie, dirinya langsung bad mood pada detik itu juga. Xavier terkekeh, sepertinya Tania salah perkiraan, ia tidak memikirkan Valerie, bahkan dirinya hampir melupakan wanita tersebut, dan selalu berharap untuk tidak memikirkannya lagi, karena Tania sudah ada di hadapannya dan akan menjadi pendampingnya. "Bagaimana dengan tidurmu? Apakah nyenyak?" "Begitulah, kamar itu benar-benar nyaman, apalagi ranjangnya sangatlah empuk, saat diriku terbangun, rasa-rasanya aku ingin kembali lagi untuk melentang di sana," jawab Tania. "Melentanglah, dan aku akan berada di atasmu, benar-benar posisi yang menyenangkan, juga saling menguntungkan pula," balas Xavier, Tania menggeleng karena perkataan pria itu yang begitu konyol dan tidak mungkin terjadi. "Tingkat imajinasimu terlalu tinggi, kuharap berhenti memikirkan hal yang kotor ataupun merencanakan sesuatu bersamaku, karena aku sedang lapar dan membutuhkan banyak asupan makanan." Xavier hanya membisu, tetapi perlakuannya tidak, karena pria itu menarik Tania tanpa persetujuan wanita tersebut dan langsung membawanya ke ruang makanan yang kebetulan pula telah tersedia dengan rapih. "Makanlah, hari ini aku berbaik hati untuk tidak menyuruhmu melakukan kewajiban, tetapi hal ini tidak berlaku untuk esok hari, karena kau harus patuh dan turut kepada calon suamimu ini, paham?" Xavier menatap Tania dengan lekat, serta wajah yang begitu dekat, bahkan hidung mereka telah bersentuhan. "Hei, jangan terlalu dekat, aku tidak nyaman," balas Tania. "Itu bukan jawaban untuk dirimu yang paham atau tidak tentang perintahku, Tania. Jadi ... kutanya sekali lagi. Paham?" Tania berdecak, dengan pasrahnya ia pun mengangguk. Namun, sekali lagi Xavier menekankan kata paham, hingga akhirnya, ia melantangkan, "Ia, paham Tuan Xavier yang menyebalkan!" Xavier tersenyum puas, ia pun mengambil kursi agar duduk secara berhadapan dengan wanita tersebut. Baru saja ingin protes, Xavier mengecup bibir Tania terlebih dahulu, lalu mengatakan, "Diam dan makanlah, karena aku pun lapar, jika masih keras kepala, jangan heran kau menjadi santapanku di pagi hari, mengerti?" Tania mengangguk-angguk, dirinya lebih memilih mengalah, daripada harus menjadi santapan buas dari seorang yang gila. Di sisi lain, wolf dari Xavier mengacaukan pikiran manusianya. Serigala tersebut mengatakan pada Xavier bahwa Xavier selalu saja mengambil kesempatan untuk mengecup bibir Tania dan beralibi sebagai hukuman, padahal memang Xavier adalah pria yang sedikit-dikit nafsuan. Diamlah serigala bodoh! Kau mengataiku padahal kau sendiri juga mau bukan? Ck, jangan munafik, apakah kau ingin aku memerlihatkanmu ketika bibirku berhasil menggapai bibir yang ranum itu? (Batin Xavier). Ck, ck, ck, yang bodoh itu aku atau kau? Kau seorang pengecut yang tidak berani melakukannya, ha ha ha. Lagipula aku akan merasa biasa saja apabila kau mengecupnya, mengapa? Karena kita adalah satu, kau jangan melupakan itu manusia bodoh. (Batin wolf).
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD