Helio ( Serigala Xavier )

1051 Words
Bagaimana dengan Sean? Sebelum berangkat kerja, dirinya masuk dalam kamar yang sebagai tempat pengurungan Valerie, pagi ini, pria tersebut berniat untuk melepaskan ikatan yang melilit pada kaki dan tangan wanita tersebut, saat masuk, Valerie masih tertidur, di bawah matanya, nampak jelas pola hitam di sana. Sean tidak peduli, apa yang Valerie akibatkan dari rumah tangganya yang pecah, tidak bisa dibandingkan dengan hal yang sekecil itu. Untunglah, ia berbaik hati untuk membebaskan tangan dan kakinya, jadi ... Valerie dapat bernapas sedikit lega, walaupun Sean masih terbilang tidak tega kepada perempuan itu. Gesekan kecil dari ikatan yang erat itu, membangunkan Valerie, refleks dia meringis kesakitan karena bekas yang telah memerah di sana. Valerie memandang pria yang ia cintai, sedikit senyum terbit dari sudut bibirnya, tetapi tidak bertahan lama setelah Sean beranjak pergi. "Makananmu akan segera sampai, lepasnya ikatan itu, bukan berarti dirimu telah bebas, aku hanya sedikit kasihan, bersyukurlah jika diriku masih ada hati nurani," ujar Sean kemudian meninggalkan Valerie yang terpaku. "Terima kasih, Sean," lirihnya, dengan air mata yang menetes perlahan. Tak lama kemudian, pelayan pun datang, tak hanya satu, tapi ada tiga, yang satu membawa makanan, yang satunya membawa pakaian, yang satunya pula menuntun Valerie untuk membersihkan diri. Melihat perlakuan dari pelayan, membuat Valerie menyimpulkan, bahwa Sean masih memberikan secuil perhatiannya, ia tidak tahu lagi harus berkata apa, jika orang lain yang berada di posisi pria tersebut, mungkin dirinya sudah tak bernapas. Yah, Valerie terus bersyukur atas kebaikan hati Sean walau sangat kecil, tapi jauh di dalam hatinya pun Valerie merasa tidak adil karena ia dan Sean memang sama-sama mau dan ketika hal tersebut terjadi, seharusnya Sean sudah bisa menerima resikonya dan tidak memperlakukannya seperti ini, sehingga detik inilah Valerie mulai membenci Sean. "Argh! Aku sangat membencimu, Sean! Tapi jauh dalam lubuk hatiku, aku selalu menginginkanmu dan aku mencintaimu, tidakkah kau mengerti? Aku bahkan rela menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tanggamu, kau bahkan tidak tahu bahwa diriku menahan malu dan mempertaruhkan harga diri demi bisa bersanding di sampingmu dan merasakan kehangatan tubuhmu, bahkan aku berharap bahwa kau menanamkan benihmu padaku, aku wanita yang bodoh bukan? Ha ha ha. Yah, dengan kebodohan ini, aku akan tetap berusaha untuk memilikimu, Sean sayang." Mengenai pekerjaan Sean, pria tersebut memiliki usaha di mana-mana, karyawannya pun begitu banyak, tetapi ... usaha yang tak terhitung pun bukan jaminan untuk membuat seseorang kaya, karena pasang surutnya akan untung dan rugi jelas terjadi, pasalnya ... Sean pernah mengalami kerugian besar, tentu keuntungannya semakin menurun, bahkan anjlok, tetapi tidak membuatnya kehilangan tanggung jawab untuk memberi gaji para karyawan, baik dari uang pribadinya sendiri. Beberapa menit lamanya, Sean singgah di salah satu kedai kopi miliknya, ia ingin bernostalgia sedikit di sana, yah ... kedai kopi asmara, merupakan kedai yang diinginkan oleh mantan istri, dan nama kedai itu pun merupakan pemberian Tania. Tania begitu gemar dengan kopi, begitupula dengannya, hal ini mengingatkan pada moment yang begitu indah saat libur. Kemudian, Sean mulai bernostalgia atau membayangkan dirinya yang selalu mengunjungi tempat yang di mana pria ini sekarang. Yah, Sean sangat menikmati kenangan itu, bahkan Sean sudah tersenyum-senyum sendiri, tapi jauh di lubuk hatinya, ia sangat sedih dan juga rindu pada Tania, bahkan penyesalannya pun semakin menumpuk, menandakan betapa bodohnya ia telah berselingkuh. "Tania, akankah kau mengingat tempat ini? Dulu, kita selalu bercanda di sini bukan? Namun sekarang, tidak lagi, itu karena diriku sendiri, dan aku pantas menerimanya, tetapi kepantasan itu membuatku menderita, dan mengharuskanku untuk membuatmu kembali," gumam Sean. Sebenarnya, Sean selalu melamun sejak kemarin. Kepergian Tania memang sangatlah berefek, malah sangat berpengaruh panjang, jika dilihat secara umum, bukan hanya dirinya yang seperti ini, di luar sana, banyak pria yang lebih depresi atau stress, bahkan sampai bunuh diri. Baiklah, sekarang Sean mulai memotivasi dirinya atau menguatkan diri sendiri untuk mendapatkan Tania kembali, dia takkan lengah atau merasa putus asa sedikit pun karena Tania akan semakin menjauh darinya apabila hal tersebut terjadi. "Tunggu aku, Tania." ♤♡◇♧ "Xavier, kau pria paling menyebalkan yang pernah kutemui dalam hidupku, aku membencimu, tetapi kau terlalu tampan untuk dibenci," kesal Tania, ketika Xavier telah pergi. Pria tersebut melarang Tania ke mana-mana, padahal ... Tania harus bekerja hari ini, jika tidak, bosnya akan marah. Namun, Xavier melarang karena khawatir jika wanita yang berada di rumahnya saat ini, kabur begitu saja. "Jujur ataupun tidak, tetaplah di rumah, pikiran seseorang cenderung berubah dengan cepat, dan aku khawatir bila itu terjadi, ketika setan membisik, maka terjadilah sesuatu yang merugikan untukku, yaitu: kau lari." Itulah ujaran terakhir dari Xavier sebelum menutup pintu dan menguncinya. Tania amat bosan di rumah, hanya ponsel yang dapat menemani dirinya. Setiap kali, layar terus digulir yang membuatnya pun menjadi jengah dan sedikit melelahkan jempol karena terus mengusap layar. "Ish, membosankan!" Di sisi lain, perkotaan di pagi hari sangatlah ramai dengan kendaraan, sehingga membuat macet, di tengah kemacetan ini, Xavier banyak menemukan keunikan, yang ternyata sebangsanya pun juga berkeliaran. Sebetulnya, sudah lama dia mengetahui hal ini, tetapi ... ia terus menutupi aura agar tidak ketahuan, selain itu, dirinya pun jarang berkontak mata dengan para werewolf atau dari kaum lainnya, seperti penyihir dan vampire. Ngomong-ngomong, Xavier juga memiliki serigala, serigalanya berwarna hitam, hitam menyeramkan. Namun begitu gagah ketika mengaum atau sedang bertarung, tetapi itu dulu, sekarang ini, serigala yang bernama Helio, sering tertidur dan sesekali berbicara. Bagaimana cara mereka berbicara? Melalui telepati atau yang disebut dengan mindlink. Sewaktu Xavier berpacaran dengan Valerie, sempat manusianya ingin memperkenalkan Helio, tetapi dengan tegas Helio melarang dan memperingati Xavier untuk tetap menjaga identitas, hal itu disebabkan, Helio belum menemukan jodoh yang pas untuk Xavier. "Jangan melamun bodoh, kau tidak sadar jika sisi kanan dan kiri kita merupakan sekelompok vampire yang berkendara? Jangan sampai lengah!" Dia Helio, Xavier yang mendengar hal tersebut hanya diam tak merespon, dirinya pun sudah tahu akan itu. Namun, Helio semakin kesal kepada Xavier yang terbilang begitu irit bicara, walau dirinya pun juga sama. "Berisik, aku jengah mendengar suaramu serigala malas, lebih baik kau tidur saja," ujar Xavier, menyambar sebelum Helio mengomel lagi, karena ia tidak suka mendengar kebawelan serigala hitamnya yang terbilang seperti ayahnya sendiri, begitu kesal dan menyebalkan. "Awas kau, ketika kau tertidur, tubuhmu akan kuambil alih dan menuju kamar Tania lalu menidurinya secara paksa, dan di saat itulah, aku dan dia saling menikmati rasa." Xavier ingin membalas. Namun telepati diputuskan oleh Helio, sehingga Xavier mengumpat secara spontan dan memukul klakson mobil. "Sial, serigala bodoh!" umpat Xavier.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD