ATHAYA 21

865 Words

Kau pemberi rasa cinta sekaligus rasa sakit-Athaya. Athaya mempercepat langkahnya, ketika pelajaran fisika akan segara dimulai, ia sudah sangat terlambat, siapa lagi penyebabnya kalau bukan Ardhan. Athaya mencebik dalam hati, bimbang menyelimuti dirinya. Kalau sudah telat pasti bakalan dimarah guru killer, masuk pun akan jadi sasaran empuk sebagai bahan bulan-bulanan, kalau mau bolos ia tidak mungkin sendiri. Gadis itu menghentikan langkahnya ketika seorang laki-laki bertubuh tegap, dan lebih tinggi darinya itu sudah berdiri dihadapannya. Bibirnya melengkung, membentuk satu senyuman yang hanya dalam seperkiandetik langsung luntur, Athaya langsung memasang raut wajah kesalnya. Sang laki-laki itu mengarahkan tangannya untuk menggenggam tangan Athaya, namun Athaya segera menepisnya. "J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD