"Kakk Ardhaann!" Athaya berteriak dengan suara cemprengnya yang sudah memenuhi seisi sudut ruangan. Ardhan menggaruk tengkuknya seraya menggerutu. Lagi-lagi Ardhan melakukan kesalahan, sehingga Athaya pagi-pagi buta sudah mengibarkan bendera perang kepada kembaran yang tidak dirindukanya itu. Athaya mempercepat langkahnya menuju kamar Ardhan,"Ardhan! Lo ngapain lagi sih?" "Abang Atha,"peringat Ardhan. Athaya menggubris,"Tua lo juga cuma satu jam!" "Mau gue lahir semenit duluan dari lo tetap aja gue abang." Athaya memasang raut wajah kesalnya, gadis itu kemudian mengangkat kedua tanganya mengambil ancang-ancang untuk mencakar wajah Ardhan dengan kukunya yang panjang, tapi ia urungkan niat itu, sedangkan Ardhan hanya mengernyit. "Ya ampun Tha, pagi-pagi udah berisik aja,"gumam Ard

