52

1075 Words

Mas Farid sontak menjadi pucat saat niken mengatakan ancaman itu. Sungguh sebuah ancaman yang sangat berani dan beresiko sangat parah. Plak! Tamparan itu mendarat, aku yang belakangan jadi mudah sekali temperamental karena kebencianku, langsung mendaratkan pukulan berhadiah ke wajahnya. "Kau pikir di dunia ini arsitek hanya dirimu? Kok boleh menuntutku kalau kau mau tapi aku yakin kau tidak akan menang!" "Berani sekali Mbak memukulku setelah sekian kali Mbak melakukan k*******n kepadaku!" Wanita itu mendesis dengan Mata merah menahan kemarahan. "Kau tidak boleh mencampurkan urusan profesional pekerjaan dengan masalah pribadi kalian, jika semua orang seperti kalian, maka dunia ini akan hancur!" "Aku tidak peduli apa yang Mbak katakan tapi Mas Farid harus memilih! pecat dan ceraikan M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD