Sebuah mobil melaju kencang dan lampunya menyilaukan mata. Ingin aku berlari menghindar, tetapi kakiku seolah tidak bisa digerakkan. Aku menutup mata dengan kedua telapak tangan dan berteriak sekencang-kencangnya, tetapi hingga beberapa saat tidak terjadi apa pun kepadaku. Aku membuka mata dan merasa beruntung karena mobil berhenti tepat setengah meter dariku. Aku bernapas lega, tetapi mendadak lututku lemas. Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu mobil dibuka dan langkah kaki seseorang mulai mendekat. “Kamu ngapain di sini?” Suara seorang laki-laki mengagetkanku. Suara ini tidak asing bagiku. Aku mendongak lalu menatapnya. “Gus Azam?” “Kamu tidak apa-apa, kan?” tanyanya. Dia terlihat khawatir. Aku menggelengkan kepala. Dari mana dia sepagi ini? Penampilannya tidak seperti bi

