bc

JODOH YANG DI PILIHKAN

book_age18+
15
FOLLOW
1K
READ
lighthearted
office/work place
assistant
like
intro-logo
Blurb

Sarah adalah seorang sekretaris di sebuah perusahaan ternama. Ia gadis yang pintar, baik dan pekerja keras. Sayangnya Sarah terlahir dari keluarga yang cukup toxic terutama sang ibu dan adiknya, Ray. Selama ini Sarah uda terlalu banyak mengalah dan selalu menuruti semua kemauan ibu dan juga adiknya itu. Sarah masih memiliki keluarga utuh, orangtua yang masih lengkap dan satu adik lelaki yang masih duduk di bangku sekolah.

chap-preview
Free preview
Kisah Sarah
"Sarah! serahkan semua gaji kamu sama Ibu!" Bentak sang Ibu dengan mata melotot. "Gak bisa semua Bu, Sarah juga butuh uang untuk membeli kebutuhan Sarah," Lirih Sarah tertunduk lesu. "Ha... Anak tidak tau diri kamu!" Pekik sang Ibu mendorong tubuh Sarah hingga tersungkur ke lantai. Sang Ibu pergi dengan raut wajah penuh amarah. Sedangkan Sarah ia hanya bisa menangis, sudah sangat lelah menghadapi Ibu nya itu. Sarah adalah seorang Sekretaris di sebuah Perusahaan ternama. Ia gadis yang pintar, baik dan pekerja keras. Sayangnya Sarah terlahir di keluarga yang cukup toxic terutama sang Ibu dan Adiknya, Ray. Selama ini dia uda terlalu banyak mengalah dan selalu menuruti semua kemauan Ibu dan juga Adiknya itu. "Sudah Bu, Sarah uda cukup baik sama kita jangan buat dia tertekan, sesekali beri dia kebebasan atas gaji nya sendiri. Kasian dia Bu mungkin ada keinginan nya untuk membeli sesuatu tapi belum terpenuhi demi menutupi semua kebutuhan kita." Nasehat dari suami. "Alah kamu ini Pak gak usah membela nya sudah seharus nya dia berbakti sama kita, kita juga sudah banyak keluar biaya untuk membesarkan nya jadi ini sebagai balas budi nya!" Ucap Ibu yang semakin menentang. "Apa kamu tidak ikhlas mengurus anak mu sendiri Bu ? Keterlaluan sekali kamu bicara seperti itu!" Ujar Bapak penuh kecewa. Tanpa membalas perkataan suami nya Ibu pun langsung pergi begitu saja. Bapak menatap nanar ke arah Ibu yang sangat keras kepala. "Astaghfirullah, kapan kamu bisa berubah Bu !" Ucap Bapak menatap kepergian Ibu dengan rasa kecewa. Sedih ? Uda pasti sedih kalau jadi Sarah selama dia bekerja tidak pernah sekali pun dia memikirkan barang apa atau makanan apa yang ingin di beli nya tapi sang Ibu lah yang menguasai seluruh gaji nya, bukan untuk keperluan rumah tapi untuk bersenang-senang dengan teman arisan nya begitu juga dengan Adiknya yang selalu di manja oleh Ibu mereka bahkan untuk berobat Bapak aja belum terpenuhi semuanya dengan alasan uangnya sudah habis untuk keperluan ini dan itu. Di dalam kamar Sarah dengan cepat mempersiap kan diri untuk pergi bekerja karena di sana lah dia merasa tenang meski pun ada tekanan dari atasan itu memang sudah tugasnya untuk menjadi pekerja yang di siplin dan profesional berbeda saat di rumah tekanan yang semakin hari semakin menjadi membuat hati semakin hancur. Belum sempat lagi untuk berpamit suara sang Ibu kembali terdengar. "Jangan lupa gaji kamu hari ini langsung transfer ke Ibu!" Ucap nya dengan jelas. "Aku ingat Bu karena uda tugas ku setiap bulan nya !" Ujar Sarah "Bagus kalau kamu sudah mengerti. Oh iya kamu sudah ada calon suami belum ?" Tanya Ibu. "Belum," Ucap Sarah singkat. "Sudah bisa kamu pikirkan untuk masa depan mu, kalau bisa kamu cari yang kaya biar hidup mu lebih enak lagi." Ujar Ibu. "Hidup aku yang enak atau hidup Ibu yang semakin terjamin ?" Ucap Sarah tak kalah sengit dari sang Ibu "Sudah makin pandai menjawab kamu ya ?" Ucap Ibu dengan suara meninggi. Tak di hiraukan kicauan dari Ibu nya lantas Sarah berpamit ke pada Bapak. "Aku pigi kerja Pak, jaga kesehatan harus tetap makan dengan tepat waktu dan jangan lupa minum obat." Pesan Sarah. "Bapak akan selalu ingat nak, pergi lah jangan masukan ke hati apa kata Ibu mu ya!" Ucap Bapak lirih. Sarah hanya membalas dengan senyuman terpaksa. Tak berapa lama dari kepergian Sarah sang Adik keluar dari dalam kamar dengan keadaan sudah rapi dan akan siap berangkat ke sekolah. "Bu hari ini Mbak Sarah gajian kan ?" Tanya Ray. "Iya, kenapa sayang ? Kamu mau apa ? Tanya Ibu lembut sangat jauh berbeda saat berbicara dengan Sarah. "Besok Aku mau traktir kawan ku makan Bu, besok aku bagi uang ya." Ucap Ray meminta ke Ibu. "Iya sayang." Jawab Ibu. "Gaji Mbak Sarah berapa sih Bu ?" Tanya Ray " Lima juta nak," jawab Ibu. "Semua nya di berikan sama Ibu ?" Tanya Ray lagi. "Betul, semua Ibu yang pegang untuk keperluan rumah ini dan keperluan kita juga." Jelas Ibu. "Mbak Sarah gak pegang uang Bu ? Atau Ibu ada kasih dia jatah berapa gitu ? Tanya Ray yang masih kebingungan. "Ada, Ibu cuma kasih dia jatah sebulan seratus ribu saja, tapi kadang dia juga tak memberikan seluruh gajinya." Ibu "Apa cukup itu sama dia Bu ?" Tanya Ray lagi sebenarnya naluri nya sebagai adik sangat kasian dengan sang kakak di perlakukan seperti itu sama Ibu tapi dengan sikap Ibu nya yang memanjakan nya Ray pun jadi terbuai dan merasa acuh kepada kakak nya. "Kamu kok tumben cerewet banget sih, uda sana kamu pergi sekolah saja nanti kamu telat jangan banyak tanyak ini dan itu, selama ini kamu sudah ikut menikmati nya!" Ucap Ibu kesal karena mendapat pertanyaan dari anak tersayang nya. Tanpa menjawab Ibu nya Ray langsung berangkat gak mau membuat mood Ibu nya rusak dan takut gak jadi di kasih jatah oleh Ibu. Sang adik hanya tau meminta dan bersenang-senang bareng temen nya. Selama ini Sarah hanya bekerja dan bekerja tanpa menikmati hasil keringat nya. Semua hasil kerja nya iya serahkan pada Ibu sebagai bakti nya pada Ibu nya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
68.2K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook