Diajak Bos

839 Words
Akhirnya Sarah pun tiba di tempat yang membuat nya nyaman meski pun tak pernah merasakan hasil keringat dengan seutuh nya tapi di sini lah tempat ternyaman nya, tempat nya berkarier meski pun lelah dengan keadaan Sarah tetap Ikhlas dan selalu bersyukur. "Selamat pagi Pak Tano !" Sapa nya ramah kepada security. "Eh selamat pagi neng Sarah," ucap nya terkejut. "Saya kira tadi siapa, tumben neng Sarah agak cepat datang nya, oh saya tau karena mau gajian ya neng !" Ujar Pak Tano sambil ketawa. "Haha Bapak bisa aja, tadi cepat selesai pekerjaan saya di rumah pak jadi cepat juga saya berangkat kerja." Ucap nya tersenyum dusta. "Mari Pak, saya masuk dulu ya!" Ucap nya pamit. "Silahkan neng." Ucap Pak Tano Sesampai nya di ruangan ternyaman nya, Sarah gak menyia-nyiakan waktu langsung saja dia bekerja dengan gesit tapi perut nya juga tak bisa di ajak kerja sama. Sarah pun meninggalkan pekerjaan nya sebentar dan pergi ke kantin untuk mengisi energi. "Sarah !" Ucap seseorang dari sudut tembok "I-iya Pak !" Ucap Sarah kaget "Tumben kamu lebih cepat datang nya ! Terus ini kamu mau pergi kemana lagi ?" Ucap seseorang yang ternyata bos nya. "Hmm i-itu Pak saya mau pergi ke kantin mau makan bentar Pak, karena masih ada waktu saya izin sebentar ya Pak!" Ucap nya yang terburu-buru meminta izin Sebelum Sarah beranjak pergi Pak Ashraf pun segera mendekat ke arah Sarah. "Tunggu ! Kebetulan saya juga belum serapan lebih baik kamu ikut saya aja!" Ucap nya merintah. "Ta-tapi Pak saya mau makan di kantin, apa Bapak mau ikut ke kantin juga ?" Tanya nya memberanikan diri "Tidak, kamu yang ikut bersama saya, kamu suka bubur ayam kan ? Saya tau di mana tempat nya." Ucap tegas Pak Ashraf dan langsung berjalan meninggalkan Sarah yang masih terdiam. Sarah hanya bisa mengangguk kan kepala nya untuk membantah pun akan percuma dan kebetulan juga makanan itu kesukaan nya, segera mungkin dia menyusul bos nya yang sudah berjalan deluan. Tak berapa lama mereka sudah sampai di tempat tujuan. "Ini tempat yang Bapak maksud ?" Tanya Sarah hati-hati. "Iya saya suka makan di sini, bubur ayam nya pas di lidah saya." Ucap Ashraf "Ternyata Bapak suka juga makan di pinggiran jalan seperti ini ya, saya kira Bapak akan pilih di tempat seperti restorant gitu !" Ucap Sarah yang seperti orang kebingungan. "Gak usah banyak tanyak, cepat pesan kan !" Ucap nya ketus. "Eh ii-iya Pak maaf." "Neng Sarah mau makan bubur ayam ?" Tanya ramah si penjualan. "Uda lama neng gak makan di sini sibuk banget ya ?" Ucap si mamang. "Ah gak sibuk banget mang, oh ya saya pesan dua porsi ya mang !" Pesan Sarah "Siap neng silahkan duduk dulu, Bapak juga silahkan duduk !" "Iya mang makasih !" Ucap mereka serentak. "Ternyata kamu sering makan di sini ya ?" Tanya Ashraf "Iya gitu Pak karena memang saya suka bubur ayam dan di sini juga enak bubur ayam nya jadi saya kalau lagi kepingin pasti datang kemari !" Jelas Sarah Pak Ashraf hanya manggut-manggut saja mendengar Sarah. Tak berapa lama pesanan mereka datang. "Silahkan neng dan Bapak juga !" Ucap penjualan "Iya terima kasih mang." Sarah yang menyahut "Apa Bapak juga sering makan di sini ?" Tanya Sarah dengan penasaran "Ehm saya baru dua kali ke sini." Ujar nya Tidak ada lagi obrolan, mereka sangat menikmati serapan pagi dengan bubur ayam itu sampai habis tak bersisa. "Alhamdulillah." Ucap Sarah Diam-diam Ashraf memperhatikan Sarah. Sebenarnya dia menyukai gadis yang sekarang berada di hadapan nya tapi dia tak mau terlihat buru-buru dan harus memastikan apakah perasaan itu tulus atau hanya sekedar mengaggumi karena bukan tipe nya untuk menyakiti seorang perempuan. Dan Ashraf pun diam-diam sudah mencari tau tentang latar belakang keluarga Sarah sampai Ibu dan Adik nya yang selalu menguasai gaji nya pun Ashraf sudah tau. "Ini mang bayaran nya, terimakasih ya mang !" Ucap Sarah. "Tidak usah bayar neng, bubur nya sudah di bayar sama Bapak nya." Ucap mamang menunjuk ke arah Pak Ashraf. "Ehm baik lah, makasih ya mang!" Ujar Sarah langsung berlalu meninggalkan tempat jual bubur ayam. "Sama-sama neng." Ucap mamang. "Pak Ashraf, ini uang bubur ayam saya tadi, kata mamang nya uda Bapak bayar jadi saya tinggal bayar ke Bapak aja!" Jelas Sarah sambil menyodorkan uang ke bos nya itu. "Ambil saja, saya yang traktir kamu karena saya yang ngajak kamu." Ucap nya sambil terus berjalan. "Tapi Pak saya gak mau berhutang !" Ucap nya. "Kamu sudah kenal saya kan ? Saya gak suka di bantah. Lagian yang bilang itu jadi hutang siapa ?" Tanyanya yang tiba-tiba berhenti. Sarah terdiam mematung sambil tertunduk menyadari kesalahan nya, seharus nya dia tau bahwa bos nya itu paling pantang di bantah. "Ehmm.. saya mintak maaf Pak, kalau begitu saya ucap kan terimakasih banyak untuk teraktiran nya Pak." Lirih Sarah yang masih terus tertunduk. Tanpa menjawab, Ashraf langsung meninggalkan nya. "Huh, punya bos seperti kulkas dua pintu, gak ada manis-manis nya." Sarah menggerutu dalam hati. "Jangan mengumpat dalam hati !" Sarah terus berjalan menutup kuping seakan dia tak mendengar perkataan bos nya itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD