Sarah kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
"Hai Rah, nanti pulang ngantor kita makan yuk ! Ajak Maliq
Maliq adalah salah satu teman Sarah yang juga memiliki perasaan lebih ke Sarah, namun Sarah menganggap nya teman. Meskipun sering di tolak oleh Sarah tak sekali pun membuat Maliq menyerah begitu saja.
"Aku gak bisa, aku harus segera pulang, maaf ya Liq." Terang Sarah
"Hmm oke gak papa," lirih Maliq
"Tapi nanti makan siang bareng aku ya, kamu makan di kantin kan ?" Tanya Maliq
"Iya." Ucap Sarah singkat
Maliq pun segera pergi meninggalkan meja Sarah.
Kembali ke Ibu.
"Aku harus kenalkan Sarah ke teman Arisan ku, setau ku Jeng Ira masih punya anak lajang, siapa tau Jeng Ira setuju dengan perjodohan ini." Ungkap nya dalam hati.
Ting..
Satu notif masuk membuyarkan lamunannya.
"Wah uda di transfer Sarah ni," ucap Ibu kegirangan namun seketika mata nya melotot apa yang dia liat tidak sesusai.
"Apa-apaan ini kenapa hanya separoh gaji nya yang di transfer ke aku, gak.. gak bisa di biarin!" Umpat nya penuh emosi
Ibu langsung menelpon Sarah, malas rasanya Sarah mengangkat panggilan dari Ibu nya itu karena sudah tau ke arah mana yang akan di bicarakan dan sudah pasti dengan kurang nya gaji yang di kasih Sarah.
"Pasti mau menanyakan kenapa cuma separoh, malas kali aku mengangkat nya." Lirih Sarah
Dengan terpaksa dan berat hati mau gak mau Sarah tetap harus mengangkat panggilan itu karena kalau tak di angkat tak akan berhenti menelfon nya terus-terusan.
"Assalamualaikum Bu !" Ucap Sarah dengan tenang
"Anak kurang ajar kamu ya, kenapa cuma separoh yang kamu kirim ke Ibu, itu bakalan gak cukup untuk keperluan kita di rumah!" Ucap Ibu langsung tanpa basa-basi
"Maaf Bu aku cuma bisa kirim segitu, aku mau bawak berobat Bapak jadi Ibu tak perlu memikirkan lagi uang Berobat Bapak, selama ini pun Ibu uda cukup abai untuk kesembuhan Bapak, kalau Ibu tidak mau tak masalah itu yang terakhir aku kirim, bulan depan aku gak akan kasih lagi, kebutuhan dapur aku yang urus." Ucap Sarah panjang lebar tak sedikit pun di kasih kesempatan untuk Ibu nya bicara tanpa harus mendengar omelan Ibu nya Sarah segera mematikan panggilan tersebut.
Tut.. tut.. tut..
"Eh di matiin, anak gak tau diri awas aja kamu sampek rumah ya," Ucap Ibu penuh amarah.
"Duh dapat apa dengan uang segini, aku harus paksa Sarah agar dia mau menambah nya lagi." Tambahnya
Ting..
Satu notif pesan datang dari anak kesayangan Ibu.
"Ibu uda terima gaji dari Mbak Sarah ? Kalau sudah segera kirim ke aku ya Bu ?" Isi pesan Ray
"Buat pusing aja ahh," batin nya
"Ibu gak bisa kasih sekarang, bagus kamu batalin aja rencana mu itu, Mbak mu cuma kirim separoh nya aja, jangan buat Ibu tambah pusing !" Isi pesan Ibu
"Mana bisa gitu Bu, aku gak mau tau pokok nya Ibu harus kirim uang itu ke aku, Ibu uda janji, mau tarok di mana muka ku kalau sampai gak jadi bu, jadi cepat kirim ke aku !" Balasan dari anak tersayang nya, Ray.
"Ahhh sial.. sial..siall nyusahin aja, awas kamu Sarah anak gak tau diri sudah buat Ibu pusing!" Umpat nya
Dengan berat hati Ibu pun mengirim sedikit uang ke Ray.
"Cukup segitu, kalau bisa jangan kamu habisin. Setelah ini Ibu gak ada lagi duit!" Isi pesan Ibu.
Ray pun mengecek notif yang masuk dan melihat berapa nominal yang di kirim Ibu nya.
"Boleh lah dari pada gak ada sama sekali yang penting cukup untuk bersenang-senang hari ini." Gumam nya.