Maura memang berhasil membuat Gara bungkam, hanya saja perkataan Gara itu pun juga sangat mengganjal hatinya. Sekarang, dia merasa jika sudah keterlaluan dengan Omah Ririn. Meskipun dia sudah menolaknya dengan halus, tetap saja Omah pasti akan kecewa karena penolakannya. Sejak dia tiba di kantor hingga saat ini, dia terus saja termenung dengan menyangga dagu. Rasanya sangat tidak nyaman, dia terus terbayang-bayang bagaimana perasaan Omah saat dia meninggalkannya tadi. Mungkin juga ini bukan hanya soal sup, melainkan juga soal menemaninya sarapan bersama. Rumah sebesar itu, hanya ada dua orang yang tinggal. Selama ini Gara berada di luar negeri, dan Omah pastilah sendirian. Jika dia membayangkannya, pasti itu sangat menyakitkan. Meskipun banyak perawat yang menemani dan merawat dia, tet

