"Kau yang benar saja!" Jongsoo berseru tidak percaya, bahkan Pria bermarga Kim itu agak memukul meja kerja Chankyung dengan tenaga sedikit kuat.
"Hati-hati sikapmu, Kim. Ini kantor," peringat Chankyung yang tidak digubris Jongsoo. Pria itu menyilangkan kaki kirinya kemudian bersedekap dadaa, ia menatap Chankyung intens tanpa alasan.
"Kau kenapa lagi?" tanya Chankyung mulai agak jengah dengan sikap Jongsoo.
"Kau serius? Minjoo menyukai Hunjae?"
Seolah enggan menjawab pertanyaan Jongsoo, Chankyung mengangguk saja kemudian memasang kembali kacamata baca miliknya dan mulai berusa menyibukan diri dengan pekerjaan miliknya.
"Tapi apa kamu yakin? Bukannya Minjoo itu mencintaimu bukan Hunjae?"
Chankyung menghentikan aktivitasnya, ia hanya melihat Jongsoo dengan tatapan datar yang justru dibalas tatapan bertanya oleh temannya itu.
"Waktu sudah lama berlalu. Pasangan yang sudah lama saling mencintai saja bisa merasa bosan dan pergi seiring bertambahnya waktu, apalagi aku yang bahkan belum memulai apapun?"
"Apa perlu kuingatkan soal perlakuanku dulu yang bisa jadi alasan kuat untuk Minjoo berpaling pada Hunjae yang selalu ada untuknya?" terang Chankyung gemas-gemas kesal.
Kenapa Jongsoo harus terus membahas hal ini sih, batinnya. Apa ia tidak bisa melupakan hal itu dan kembali bekerja saja?
"Tapi," perkataan Jongsoo tertahan saat Chankyung memberi isyarat lewat jari yang ia letakan di depan mulut kemudian meminta si Pria Kim untuk segera menyelesaikan pekerjaanya saja.
Meski dengan pertanyaan yang masih mendominasi otak juga kepalanya Jongsoo menurut pada perintah Chankyung, ia segera kembali pada meja kubik miliknya dan mengerjakan pekerjaanya yang sempat tertunda.
Tapi meski begitu, Jongsoo tetap mencari tahu kebenaran soal apa yang Chankyung katakan beberapa saat lalu.
Ia mengirim pesan pada kekasihnya, Baekhee untuk menanyakan bagaimana ekspresi juga jawaban Do Minjoo setelah gadis itu menyelesaikan cerita soal kesalahpahaman waktu itu.
Dan tidak butuh waktu lama bagi Jongsoo untuk mendapatkan jawaban Baekhee. Gadis itu mengatakan jika Minjoo terlihat bimbang dan khawatir, ia meminta maaf karena telah berburuk sangka padanya dulu dan semuanya berjalan normal.
Jongsoo bertanya lagi soal kabar Minjoo yang menyukai Hunjae, ia bertanya apa ada tanda-tanda atau pembicaraan antara dirinya dan Minjoo soal pria Oh itu.
Sesuai dugaan, Baekhee menjawab tidak ada. Gadis itu menegaskan jika Minjoo tidak menyinggung soal apapun yang menyangkut nama Hunjae di sana, mereka hanya berfokus akan kesalah pahaman mereka sewaktu itu.
Setelah mengakhiri percakapan teks bersama Baekhee dengan sedikit rayuan maut, Jongsoo jadi berpikir. Apa kiranya yang membuat Chankyung sampai bisa menarik kesimpulan jika Minjoo menyukai Hunjae.
Pasti telah terjadi sesuatu di antara mereka. Batin Jongsoo.
Jika kau bertanya mengapa Jongsoo begitu ngotot untuk membuat Chankyung dan Minjoo kembali bersama, padahal ia bisa saja lepas tangan karena statusnya yang hanya seorang teman.
Tapi hal itu tidak akan pernah dilakukan oleh Jongsoo. Ia akan membantu Chankyung sesuai dengan sebagaimana yang ia bisa, dan jika kau bertanya soal alasan kenapa Jongsoo mau melakukan hal itu, biar ku jelaskan.
Jongsoo dan Chankyung telah berteman sejak sekolah dasar, hal itu bermula dari Chankyung yang merupakan anak baru di sekolah Jongsoo saat itu menyelamatkannya dari geng pembully di sekolah.
Dan mulai sejak itu mereka berteman dan terus saling menjaga satu sama lain, Chankyung juga tidak segan untuk membantu Jongsoo yang memang agak kurang dalam hal perekonomian dibanding Chankyung.
Orang tua Jongsoo telah bercerai dan hak asuh atas Jongsoo dan kedua adiknya jatuh ke tangan sang Ibu.
Sebagai satu-satunya anak lelaki dalam keluarga sekaligus tulang punggung keluarga membuat Jongsoo lebih sering menghabiskan waktunya untuk bekerja daripada bermain.
Sampai suatu hari Tuan Park dan Chankyung datang ke rumah Jongsoo untuk menjenguk Jongsoo yang tengah terbaring sakit.
Tuan Park menawarkan pekerjaan untuk Ibu Kim sebagai asisten rumah tangga di rumah mewah miliknya, mereka juga diizinkan tinggal di sana dan Tuan Park akan menyekolahkan Jongsoo di sekolah yang sama seperti Chankyung dengan biaya full ditanggung oleh Tuan Park.
Meski pada mulanya Ibu Kim menolak dengan alasan enggan takut merepotkan, pada akhirnya dengan paksaan disana-sini Ibu Kim menerima tawaran Tuan Park.
Setelah keadaan Jongsoo membaik, keluarganya segera pindah ke rumah keluarga Park dengan alasan agar lebih mempermudah segalanya. Dan semejak itu pula persahabatan Jongsoo dan Chankyung kian terjalin dengan erat.
Sampai suatu hari saat mereka telah beranjak dewasa Tuan Park memberi amanat pada Jongsoo untuk menjadi asisten pribadi Chankyung, ia ditugaskan untuk mengawasi tiap-tiap pergerakan si Pria Park.
Tanpa harus berpikir dua kali Jongsoo segera menyanggupi permintaan Tuan Park, lagipula ia agak khawatir dengan masa depan Chankyung saat itu.
Ia seolah tidak memiliki semangat untuk membangun masa depannya dengan baik setelah kepergian Do Minjoo.
Maka dari itu, Jongsoo memiliki tekad dalam dirinya untuk membuat Chankyung bisa kembali bersatu dengan Minjoo bagaimanapun caranya.
Pria itu hanya berpikiran jika Chankyung bisa kembali bersama Minjoo maka itu akan membuatnya membaik seperti semula.
Karena hal itulah mengapa Jongsoo memiliki andil untuk membuat Minjoo bisa menerima Chankyung kembali, karena meski tidak mengatakannya ia tahu gadis itu masih memiliki perasaan khusus bagi si Pria Park.
Waktu berlalu dengan membosankan menurut seorang Kim Jongsoo, ia dengan segera membereskan peralatannya bekerja dan beranjak keluar gedung.
Pada lift ia sempat berpapasan dengan Chankyung, pria itu bertanya ada apa pada Jongsoo, mengapa ia terlihat terburu-buru seperti itu.
Jongsoo hanya menjawab jika dirinya ada janji kencan dengan Baekhee maka ia harus cepat karena tidak ingin membuat gadis itu menunggu.
Sebenarnya itu bukan alasan Jongsoo yang sebenarnya, tapi syukurnya si Pria Park mengangguk percaya, meski sedikit menggoda Jongsoo karena takut sekali dengan Baekhee.
Setelahnya Jongsoo melanjutkan perjalanan. Tujuannya yang sebenarnya adalah kantor tempat Oh Hunjae bekerja, ia ingin menegosiasi sesuatu dengan Pria itu dan dirinya berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan keinginannya.
Butuh waktu sekitar tiga puluh menit bagi Jongsoo untuk sampai di kantor tempat Hunjae bekerja, ia segera keluar dari mobil dan berjalan menuju resepsionis. Bertanya apa karyawan bernama Oh Hunjae masih ada di tempatnya.
Jongsoo sendiri cukup terkejut dengan posisi Hunjae yang ternyata cukup penting di sana, dan ia juga bersyukur dengan kabar yang diberikan resepsionis yang mengatakan jika Hunjae masih berada di tempatnya.
Pria itu memilih menunggu di depan kantor Hunjae sambil menelepon Baekhee, ia mengabarkan gadis itu soal apa yang tengah ia lakukan dan meminta tolong padanya untuk berbohong pada Chankyung soal mereka yang tengah berkencan.
Sekitar lima menit menunggu, Jongsoo mendapati Hunjae yang keluar dari dalam gedung dengan beberapa orang yang tengah mengobrol dengannya.
Tapi ada satu orang yang menarik perhatian Jongsoo. Seorang gadis dengan kemeja yang berjalan tepat di samping Hunjae, beberapa kali Jongsoo memperhatikan interaksi keduanya, mereka tampak lebih dekat dibanding yang lain.
Sebelum Hunjae memasuki mobil milik Pria itu dengan cepat Jongsoo menghampirinya, ia menepuk bahu Hunjae dan membuat Pria itu terkejut karenanya.
"Kim Jongsoo," ujar Hunjae dengan nada terkejut.
Jongsoo tertawa canggung, Pria itu sempat melirik ke arah gadis yang saat ini juga ada di samping Hunjae, masih gadis yang sama dengan yang Jongsoo maksud beberapa waktu lalu.
Sadar jika sepertinya Jongsoo ingin membicarakan sesuatu yang agak penting, Hunjae meminta Yura untuk masuk lebih dulu ke dalam mobil.
Gadis itu menurut lantas Jongsoo dan Hunjae pergi menepi dari sana.
"Ada apa?"
Hunjae bertanya penasaran, ia agak sedikit terkejut melihat Jongsoo yang tiba-tiba bisa ada di sekitar kantornya. Dan lagi, dari siapa pria itu tahu alamat kantornya?
"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan," kalimat Jongsoo tergantung. Pria itu tampak ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
"Kau ini kenapa? Aku tidak punya banyak waktu," kata Hunjae agak kesal.
"Apa gadis itu kekasihmu?"
Jongsoo merutuk dalam hati, kenapa harus itu yang ia tanyakan? Ia tidak bermaksud menanyakan hal itu!
"Maksudmu Yura?"
Jongsoo mengangguk saja, Hunjae tertawa kecil menanggapi pertanyaan Jongsoo. Sebenarnya ia juga agak menertawakan ekspresi penasaran Jongsoo yang menurut Hunjae sedikit agak konyol.
"Kau melihatnya bagaimana?"
Pertanyaan Hunjae membuat Jongsoo tidak mengerti, ia hanya bertanya dan Hunjae harusnya hanya menjawab. Bukannya begitu? Kenapa jadi dirinya yang harus menjawab begini?
Karena Jongsoo yang tidak kunjung menjawab Hunjae lantas berujar.
"Kami terhubung seperti apa yang kau lihat. Sudah ya, aku buru-buru," katanya akan berlalu.
Tapi baru beberapa langkah ucapan Jongsoo bisa menghentikan langkah Hunjae dan membuat Pria itu berbalik dengan dahi mengernyit.
"Lalu bagaimana dengan hubunganmu dan Minjoo? Itu terlalu sukar dimengerti meskipun terlihat dengan jelas."
Hunjae menatap Jongsoo agak lama. Pria itu kemudian mendekat ke arah Jongsoo lagi masih dengan tatapan yang sama.
"Kau ini kenapa? Kau diperintah Chankyung untuk mengetahui hubunganku dan Minjoo? Begitu?"
Kini giliran Jongsoo yang tertawa kecil, tampaknya Hunjae mulai terbawa emosi.
"Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Chankyung, kau hanya perlu menjawab soal bagaimana sebenarnya hubunganmu dengan Do Minjoo."
"Apa ada kewajiban bagiku menjawab setiap pertanyaanmu? Dan kalau boleh ku beri saran, alangkah lebih baik bagi temanmu untuk melihat dirinya sendiri, berbalik dan pergi dari Minjoo. Usahanya untuk mendapatkan Minjoo lagi tidak akan berbuah apa-apa, dia."
Perkataan Hunjae terpotong begitu satu bogem mentah mendarat sempurna pada wajahnya. Pria Oh itu tersungkur dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah, tapi meski begitu Hunjae masih bisa tertawa.
Ia mengelap sudut bibirnya sendiri kemudian bangkit dan mendekati Jongsoo yang menatapnya dengan nafas memburu.
"Wah, kau cukup loyal juga untuk berteman dengan Chankyung."
"Biar kuberitahu. Kau seharusnya tidak perlu melakukan hal seperti ini, cukup beritahu pada temanmu itu jika ia ingin Minjoo bersamanya lagi berusahalah lebih keras. Dan jangan menilai sesuatu hanya dari apa yang ia lihat, karena aku tidak akan membiarkan Minjoo jatuh pada tangan Pria yang sama sekali tidak berusaha dengan maksimal."
Perkataan Hunjae membuat Jongsoo terdiam, apa maksudnya? Apa itu berarti Hunjae tidak memiliki hubungan spesial dengan Minjoo seperti apa yang Chankyung pikirkan?
Sementara itu Hunjae berjalan ke arah mobil masih dengan ringisan sakit dan sesekali mengecek luka pada sudut bibirnya.
Yura yang melihat hal itu segera keluar dari mobil dan menghampiri Hunjae, gadis itu bertanya khawatir soal luka yang Hunjae dapat.
Berkata bahwa semuanya baik-baik saja, Hunjae justru berterima kasih pada si gadis Lee. Ia mengatakan berkat perkataannya beberapa saat lalu ia jadi punya keberanian untuk mempertahankan dan memperjuangkan perasaanya sekali lagi.
Memang, sesaat dalam perjalanan turun ke lantai bawah untuk pulang Hunjae juga Yura sempat berbincang di lift yang kebetulan hanya terisi mereka berdua.
Hunjae bertanya pada Yura bagaimana pendapatnya jika ia menyukai seseorang yang telah menyukai orang lain, meski dirinya selalu ada untuk orang tersebut tapi ternyata kehadirannya masih belum juga bisa membuat gadis itu sadar akan perasaanya.
Yura sempat menebak jika itu adalah pertanyaan untuk Hunjae sendiri, tapi dengan cepat si Pria menyangkal hal tersebut dan mengatakan jika itu hanya pertanyaan perumpamaan.
Yura mengangguk saja, ia enggan memperpanjang.
Jawaban gadis itu agak tidak terduga oleh Hunjae, ia mengatakan jika harus mempertahankan juga memperjuangkan perasaanya lagi dan lagi.
"Tidak ada salahnya untuk berjuang demi kebahagiaan dirimu sendiri, asal tidak menuntut apa yang jadi keinginanmu menjadi nyata ku rasa itu bukan hal yang buruk."
"Setiap orang boleh egois untuk dirinya sendiri asal pada porsi yang pas," lanjut Yura kemudian.
Hunjae terdiam mendengar penuturan Yura. Berjuang dan mempertahankan, apa ia harus berjuang sekali lagi? Tapi apa itu akan membuahkan hasil yang berbeda?
"Sunbae?" panggilan Yura mengalihkan fokus Hunjae kemudian.
"Tidak peduli dengan apapun hasilnya, selama masih ada kesempatan untuk berjuang maka lakukanlah. Hasil yang baik tidak akan datang dengan sendirinya jika tidak mencobanya lagi dan lagi."